Pengertian Diferensiasi Sosial, Macam, Ciri, Konsep dan Contohnya

Posted on

Diferensiasi Sosial Adalah

Dalam kehidupan sosial baik dalam ruang lingkup kecil maupun ruang lingkup besar sering kita jumpai adanya perbedaan-perbedaan. Ada wanita ada pria, ada yang berkulit hitam ada yang berkulit putih, ada yang berambut lurus atau keriting, ada yang memeluk agama Islam, Kristen, hindu, budha, katholik, ada yang bekerja sebagai guru, penyanyi, karyawan kantor dan lain-lain.

Meskipun beragam namun masyarakat tetap bias bersatu, hal itu terjadi karena mereka menganggap tidak ada yang lebih tinggi atau rendah kedudukannya, semuanya tercipta untuk saling melengkapi , hal itulah yang disebut sebagai diferensiasi sosial. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang diferensiasi sosial, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, ciri, tujuan, dan contoh dari diferensiasi sosial.

Diferensiasi sosial

Di Indonesia sebagai salah satu definisi negara berkembang, memiliki keberagaman potensi dalam pembangunan baik dari suku, adat-istiadat, bahasa, agama, budaya dan lainnya. Perbedaan-perbedaan tersebut akan menjadi alat pemersatu apabila anggota masyarakat saling menerima dan menghargai perbedaan tersebut.

Untuk itu diperlukan sikap toleran terhadap keberagaman dari setiap individu agar perbedaan yang ada pada masyarakat tidak memicu terpecah belahnya bangsa dan justru mengarah pada integrasi bangsa. Perbedaan-perbedaan tersebut dikenal dengan istilah diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial merupakan bentuk dari struktur sosial.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat secara horizontal, artinya perbedaan tersebut tidak bertingkat dan masih memiliki derajat yang sama atau dengan kata lain tidak ada yang lebih unggul atau lebih rendah kedudukannya.

Definisi ini didapatkan dari asal muasal katanya, yaitu diferensiasi  yang terdiri dari kata bahasa inggris yaitu diference  yang artinya berbeda, diferensiasi berarti suatu proses, cara, pembedaan atau heterogen dan sosial yang artinya hubungan antar manusia dalam suatu masyarakat.

Diferensiasi sosial sengaja dibentuk agar tidak timbul kelas sosial yang nantinya akan mendominasi atau menekan satu sama lain. Contoh dari perbedaan ini adalah pembeda di masyarakat berdasarkan agama, ras, suku, jenis kelamin, etnis, pekerjaan. Pengertian diferensiasi sosial secara umum adalah pembedaan masyarakat yang bersifat horizontal dan dapat dimanfaatkan sebagai potensi untuk pembangunan bangsa dan Negara.

Contoh diferensiasi sosial adalah seseorang yang berasal dari suku jawa dan suku batak, keduanya memang memiliki suku yang berbeda, namun dalam kehidupan bermasyarakat dna bernegara mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dan mereka sama-sama diakui sebagai Warga Negara Indonesia.

Pengertian Diferensiasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi diferensiasi sosial menurut para ahli, antara lain:

Soerjono Soekanto

Bentuk diferensiasi sosial merupakan bentuk dari variasi pekerjaan, prestise dan kekuasanan kelompok dalam masyarakat. Artimya menunjukkan keragaman dalam suatu bangsa. Menurut Soerjono Soekanto diferensiasi sosial memliki perbedaan namun secara sosial pekerjaan yang dilkaukan atau apapun dalam diferensiasi sosial tidak ada anggapan yang berbeda.

Hal yang terpenting dalam diferensiasi sosial adalah tindakan atau perilaku yang berbeda tanpa memberikan nilai atau pandangan yang berbeda.

Dictionary

Diferensiasi sosial merupakan perbedaan yang dibuat antara kelompok sosial dan orang-orang berdasarkan faktor biologis, fisiologis, dan sosial budaya, seperti jenis kelamin, usia, atau etnis, yang menghasilkan penugasan peran dan status dalam suatu masyarakat.

Ilmusiana

Menurut kamus sosiologi, kata diferensiasi berarti klasifikasi atau kategorisasi perbedaan tertentu yang termasuk dalam kategori yang sama. Dengan kata lain, itu adalah untuk mengklasifikasikan masyarakat secara horisontal, datar, atau paralel.

Asumsinya adalah tidak ada kelompok yang lebih tinggi atau lebih rendah yang dihasilkan dari divisi itu, meskipun pada kenyataannya, ada beberapa orang yang menganggap kelompok mereka masing-masing berada di atas yang lain.

Macam Diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

Diferensiasi tingkatan (rank differentiation)

Diferensiasi tingkatan merupakan diferensiasi yang terjadi pada penyaluran barang atau jasa yang dibutuhkan di suatu daerah yang berimplikasi pada perbedaan harga dimana penyalurannya melalui berbagai tangan untuk sampai hingga tujuan.

Diferensiasi fungsional (functional differentiation)

Diferensiasi fubgsional merupakan diferensiasi yang dilihat dari suatu lembaga sosial. Pembagian kerja menyebabkan setiap orang memiliki kewajiban sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Diferensiasi adat (custom differentiation)

Diferensiasi adat merupakan perbedaan aturan atau norma yang mengikat dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Adanya norma tersebut tujuannya untuk menciptakan ketertiban masyarakat. Perbedaan-perbedaan tersebut akan saling melengkapai dan memenuhi kedudukan sesuai dengan kewajiban dan hak masing-masing.

Disamping itu macam diferensiasi sosial menurut bentuknya adalah sebgai berikut:

Diferensiasi ras

Pengertian ras merupakan pembeda suatu kelompok masyarakat  dengan kelompok lain yang didasarkan dari ciri fisik bawaan. Ciri fisik yang dijadikan dasar meliputi ciri kualitas seperti berkaitan dengan warna kulit, bentuk rambut, bentuk bibir, dlan lain-lain.

Sedangkan ciri kuantitas dalam diferensisasi sosial meliputu bentuk badan, berat badan, indeks kepala. Di Indonesia ciri ini dikenal dengan multikutuarisme.

Diferensiasi agama

Agama bersifat sejajar atau setara. Kesetaraan tersebut  yang akan melahirkan pandangan struktur sosial dalam jenis diferensiasi agama.

Diferensiasi suku

Suku satu dan yang lain memeliki pandangan yang sama dalam hubungan bermasyarakat dan bernegara, meskipun menciptakan perbedaan adat namun apabila saling menyadari dan toleran satu sama lain maka tidak akan menimbulkan perpecahan. Justru akan menjadi kekayaan nbudaya dalam suatu kehidupan bernegara.

Diferensiasi gender

Diferensiasi gender merupakan perbedaan yang didasarkan pada peran laki-laki dan peran perempuan secara budaya. Laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kedudukan yang sama baik dalam hal politik, agama atau hal lain yang berkaitan dengan system kehidupan masyarakat.

Diferensiasi pekerjaan

Pekerjaan berkaitan dengan ketrampilan (skill) yang dimiliki khusus oleh seseorang, sehingga tidak ada pekerjaan yang lebih tinggi atau lebih rendah karena semuanya membutuhkan keahlian agar dapat menjalankannya.

Diferensiasi budaya

Diferensiasi budaya berpandangan tidak ada budaya yang paling tinggi kedudukannya disbanding budaya lain. Perbedaan yang telah ada tidak perlu menjadi perdebatan untuk menjaga keseimbangan sosial.

Diferensiasi hukum

Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum, sehingga setiap orang harus melakukan apa yang menjadi keteraturan sosial dalam suatu masyarakat.

Diferensiasi Klan

Diferensiasi klan berkaitan dengan perbedaan keturunan yang dipandang akan sangat berpengaruh terhadap jalur nasib kehidupan manusia. Klan kadang-kadang dipanggil keluarga besar.

Sebuah klan terbentuk karena ada kesatuan silsilah, agama, dan tradisi. Klan yang dibentuk secara patrilineal dapat ditemukan di masyarakat berikut: Orang Batak (Marga), Orang Minahasa (Fam), Orang Ambon (Fam), Orang Flores (Fam). Sedangkan klan yang didasarkan pada garis keturunan ibu (matrilineal) ditemukan di antara orang Minangkabau, kelompok etnis Ngada di Flores.

Ciri Diferensiasi sosial

Ciri diferensiasi sosial meliputi:

Ciri fisik

Ciri fisik merupakan ciri yang berhubungan dengan pembawaan sifat yang dibawa aleh ras seperti  bentuk dan warna rambut, postur tubuh, warna mata, dan lain-lain.

Ciri sosial

Ciri sosial meruapakan ciri yang berkaitan dengan fungsi individu dalam kehidupan bermasyarakat, karena setiap individu tentu memiliki tugas yang berbeda sesuai dengan profesi, pekerjaan atau matapencaharian.

Ciri budaya

Ciri budaya merupakan ciri yang berhubungan dengan adat-istiadat ataupun kebudayaan yang sedang berkembang dalam masyarakat. Indonesia merupakan negara multicultural  sehingga memiliki  ciri khas budaya masing-masing seperti pada suku batak, jawa, bali, Madura, asmat, dan lain-lain.

Konsep Diferensiasi sosial

Perbedaan tugas dalam masyarakat – atau pembagian kerja – adalah fokus utama sosiologi. Sosiolog telah mempelajari efek dari peningkatan spesialisasi dan kompleksitas dan telah mengklasifikasikan masyarakat dalam hal sifat dan tingkat diferensiasi.

Berdasarkan sudut pandang teori sistem Luhman, yang menjadi ciri utama masyarakat modern adalah proses diferensiasi sistem yang meningkat sebagai suatu cara untuk menangani kompleksitas lingkungannya (Rasch, 2000; Vanderstraeten, 2005).

Diferensiasi merupakan “replikasi, didalam suatu sistem perbedaan diantara suatu sistem dan lingkungannya”, Luhmann, 1982b: 230). Hal tersebut berarti bahwa didalam suatu sistem yang terdiferensiasi ada dua jenis lingkungan, yaitu: satunya umum bagi semua subsitem dan suatu lingkungan internal yang berbeda untuk masing-masing subsistem.

Diferensiasi sosial merupakan pembedaan anggota masyarakat secara horizontal, artinya pembedaan ini masih memiliki derajat atau tingkatan yang sama. Sebagai contoh, pembedaan masyarakat yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis suku bangsa, agama, pekerjaan, dan jenis kelamin tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah antara satu dengan lainnya.

Diferensiasi sosial melibatkan pembentukan pembagian masyarakat secara horizontal. Hal tersebut berbeda dengan stratifikasi sosial yang melibatkan pembagian masyarakat secara vertikal (hierarkis) berdasarkan strata sosial.

Contoh Diferensiasi Sosial

Contoh diferensiasi sosial dapat kita lihat di negara kita sendiri, Indonesia. Di Indonesia terdapat banyak keragaman yang sifatnya horizontal (bukan berdasarkan strata atau bersifat vertikal). Hal tersebut bisa menjadi potensi dalam pembangunan baik dari suku, adat-istiadat, bahasa, budaya, agama, dan lain sebagainya.

Secara lebih rinci, beriku ini contoh-contoh diferensiasi sosial yang ada di masyarakat, antara lain:

  1. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan pada fisik manusia, yang dikenal sebagai ras. Contohnya yaitu: Mongoloid, Kaukasoid, Negroid, dan lain-lain.
  2. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan status yang disandang. Contohnya yaitu: masyarakat yang hidup di desa, dengan status pamong desa akan mempunyai status sosial yang bebeda dengan masyarakat biasa karena adanya perbedaan jabatan dan kekuasaan
  3. Diferensiasi sosial berdasarkan ciri kebudayaan. Contohnya yaitu: keanekaragaman suku di Indonesia seperti Jawa, Batak, Sunda, Toraja, Dayak, dan lain-lain.
  4. Diferensiasi sosial berdasarkan klan. Contohnya yaitu: macam-macam marga atau klan pada suku batak seperti nanggolian, siahaan, butar-butar, situmorang, sinaga, dan lainnya.
  5. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan agama. Contohnya yaitu: Ragam agama di Indonesia seperti Islam, Hindu, Katolik, Protestan, Konghuchu, dan lainnya.
  6. Diferensiasi sosial berdasarkan karena perbedaan warna kulitnya. Contohnya yaitu: Perbedaan warna kulit bangsa Indonesia, mulai dari putih, sawo matang, kuning langsat, dan lainnya.

Itulah tadi materi yang menjelaskan tentang pengertian diferensiasi sosial menurut para ahli, macam, ciri, konsep dan contohnya di masyarakat. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post