{Pahami} Tujuan Bimbingan Konseling Secara Umum dan Di Sekolah

Diposting pada

Tujuan Bimbingan Konseling– Bimbingan konseling dilakukan, baik oleh suatu lembaga pendidikan ataupun perusahaan yang dalam kehidupan bermasyarakat sebenarnya memilki tujuan penting yang harus dipahami bagi siapapun yang akan melakukan bimbingan konseling.

Baca: Perbedaan dan Persamaan Bimbingan dan Konseling

Tujuan bimbingan konseling diselenggarakan beraneka ragam bentuknya, mulai dari membantu klien yang mengalami masalah agar bisa mengambil keputusan yang baik ataupun contoh yang lainnya. Tujuan yang memiliki makna jalan untuk mewujudkan rencana yang awal dilakukan harus bersifat fundamental karena jika tujuan salah maka hasilnya juga dapat dipastikan salah. Bimbingan konseling juga demikian, yang berarti bimbingan yang dilakukan konselor kepada konseli diharuskan tetap berpegang teguh terhadap tujuan yang direncanakan.

Tujuan Bimbingan Konseling


Agar lebih memahami tentang tujuan bimbingan konseling lebih lanjut, berikut ini indonesiastudents.com akan mengulasnya tujuan bimbingan dan konseling yang dibagi menjadi 2, yaitu :

Tujuan Umum
Tujuan umum dari bimbingan dan konseling haruslah sejajar dengan pemahaman tujuan pendidikan sebagaimana hal tersebut, termaktub dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989. Yang berbunyi “terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan

Tujuan Khusus
Tujuan khusus bimbingan dan konseling diselenggarakn di lembaga pendidikan ataupun perusahaan adalah untuk membantu peserta didik agar mampu untuk mencapai tujuan perkembangan, yang  meliputi aspek 4 aspek uatama. Yakni, pribadi, sosial, belajar, dan karier.

Bimbingan pribadi-sosial dalam bimbingan konseling diselenggarakan agar peserta didik dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan peserta didik yang taqwa, mandiri, dan bertanggung-jawab.

Sedangkan bimbingan belajar dalam proses bimbingan konseling diselenggarakan agar peserta didik dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Sedangkan untuk bimbingan karier diselenggarakan dalam bimbingan konseling dimaksudkan agar peserta didik dapat prinadi yang produktif.

Tujuan Bimbingan Konseling Menurut Ahli


Tujuan bimbingan konseling diselenggarakan menurut ahli, salah satunya Prayitno (1999) adalah sebagai berikut:

  1. Dimensi Keindividualan
  2. Dimensi Kesosialan
  3. Moralitas
  4. Religiulitas

Setelah memahami tujuan bimbingan konseling tersebut, selajutnya tulisan ini akan mengulas lebih dalam prihal tujuan bimbingan konseling di sekolah. Alasannya, karena tujuan bimbingan konseling di sekolah atau di lembaga pendidikan sampai saat ini menjadi keharusan.

Tujuan Bimbingan Konseling di Sekolah


Berikut tujuan bimbingan konseling di sekolah,

  • Bimbingan konseling diselenggarakan agar mampu merencanakan kegiatan yang sesuai dengan studi, sehingga perkembangan karir peserta didik akan terlihat kejelasan di masa yang akan datang.
  • Bimbingan konseling diselenggarakan di sekolah bertujuan agar mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik sehingga kemampuan tersebut akan membentuk kekuatan yang dimiliki peserta didik di sekolag lebih optimal mungkin.
  • Bimbingan konseling diselenggarakan di sekolah bertujuan untuk dapat menyesuaikan diri peserta didik dengan lingkungan pendidikan, dan juga lingkungan masyarakat.
  • Bimbingan konseling diselenggarakan bertujuan untuk dapat mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi saat peserta didik belajar.

Dalam upaya mencapai tujuan bimbingan konseling di sekolah tersebut teralisasi bukan hanya sebatas mimipi, maka peserta didik harus mendapatkan kesempatan. Kesempatan yang dimaksud adalah sebagai berikut;

  1. Peserta didik mampu memahami segala potensi, kekuatan, dan tugas-tugasnya.
  2. Peserta didik mampu mengenal dan juga mampu untuk memahami potensi yang ada di lingkungannya.
  3. Peserta didik harus mampu mengenal dan juga mampu untuk menentukan tujuan atas rencana hidupnya.
  4. Peserta didik mampu untuk memahami dan mengatasi segala kesulitan-kesulitannya.
  5. Peserta didik mampu untuk menggunakan segala kemampuannya demi kepentingan dirinya, ataupun kepentingan lembaga tempat bekerja.
  6. Peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan segala kehidupannya, sehingga keadaan dan tuntutan dari lingkungannya dapat dipahami.
  7. Peserta didik mampu untuk mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya dengan sebaik mungkin.

Demikianlah ulasan mengenai tujuan bimbingan konseling diselenggarakan, baik secara umum ataupun tujuan bimbingan konseling di sekolah. Semoga dapat membantu sekaligus dapat menambah wawasan yang kita miliki bersama. Trimakasih

Baca Juga Artikel Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *