Lingkungan Pengendapan dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Lingkungan Pengendapan, Faktor dan Contohnya

Dalam geologi, lingkungan pengendapan atau lingkungan sedimen menggambarkan kombinasi proses fisik, kimia dan biologi yang terkait dengan pengendapan jenis sedimen tertentu. Lingkungan pengendapan juga bisa didefinisikan sebagai bagian dari permukaan bumi yang memiliki sifat kimia, biologi, dan fisika tertentu tempat sedimentasi terjadi, yang dipengaruhi oleh beragam faktor, termasuk kedalaman air, suhu, salinitas, dan lain-lain.

Jenis lingkungan pendapan dapat dimanaafkan manuisa untuk kehidupan sehari-hari. Lingkungan pengendapan bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu lingkungan pengendapan daratan, misalnya kipas alluvial, lingkungan fluvial, danau, gurun, dan rawa;

Identifikasi lingkungan pengendapan dapat terbagi di beberapa daerah yang tersebar di indonesia, Contoh lingkungan pengendapan transisi, misalnya delta, pantai dan barrier islands, laguna, tidal flats; lingkungan pengendapan laut, misalnya karang, landas atau paparan benua, lereng benua dan tinggian benua, Dataran abyssal.

Lingkungan Pengendapan

Lingkungan pengendapan adalah jenis tempat tertentu di mana sedimen diendapkan, seperti Daerah Aliran Sungai, danau, atau dasar laut dalam. Lingkungan pengendapan terkadang disebut lingkungan sedimen. Materi tentang lingkungan pengendapan adlaah salah stau cabang ilmu dari geologi yaitu ilmu yang memplejari tentang bumi termasuk dalam perubahan permukaan bumi.

Lapisan sedimen yang terakumulasi di setiap jenis lingkungan pengendapan memiliki ciri khas yang memberikan informasi penting mengenai sejarah geologi suatu daerah. Ciri-ciri yang dapat diamati dan diukur dalam batuan sedimen untuk menyimpulkan lingkungan pengendapannya meliputi litologi (yang pada dasarnya adalah jenis batuannya), struktur sedimennya, dan setiap fosil yang mungkin dikandungnya.

Pengertian Lingkungan Pengendapan

Lingkungan pengendapan adalah daerah di permukaan bumi yang menjadi tempat dimana suatu bahan terendapkan atau tempat dimana terdapat suatu deposit, yang bisa dibedakan dengan daerah sekitarnya berdasarkan karakteristik fisik, kimia, dan biologisnya.

Sehingga bisa pula dikatakan bahwa lingkungan pengendapan adalah akumulasi sifat dan proses kimia, biologi, dan fisik yang terkait dengan pengendapan sedimen yang mengarah pada rangkaian batuan sedimen yang berbeda.

Pengetahuan tentang lingkungan pengendapan penting untuk merekonstruksi sejarah bumi, memahami proses bumi, dan membantu manusia bertahan hidup dan sejahtera di bumi. Contoh dari lingkungan pengendapan adalah gurun, rawa dan raguna.

Merekonstruksi sejarah bumi – Dengan menganalisis batuan sedimen, ahli geologi dapat menyimpulkan apa yang terjadi di bumi pada tempat dan waktu sedimen awalnya diendapkan. Apa yang kita pelajari tentang sejarah geologi suatu wilayah sebagian besar berasal dari pemeriksaan lapisan batuan sedimen dari daerah tersebut dan menentukan lingkungan pengendapannya.

Karena batuan sedimen dikelompokkan dalam urutan usia, seperti yang dirangkum dalam prinsip usia geologi relatif, lapisan batuan sedimen bertindak sebagai catatan tentang bagaimana daerah itu berubah, secara fisik dan biologis, selama rentang waktu geologi tertentu.

Rekonstruksi lingkungan pengendapan memungkinkan ahli geologi mengamati iklim masa lalu, bentuk kehidupan masa lalu, dan geografi masa lalu (apakah berupa pegunungan, cekungan, sungai besar, teluk lautan, dan lain-lain).

Memahami proses bumi – Sedimen mengendap di banyak lingkungan di permukaan bumi, beberapa di antaranya tidak begitu dikenal manusia, seperti lingkungan di sekitar laut dalam. Sedimen telah diendapkan di masa lalu dalam lingkungan yang tidak ada saat ini, seperti atmosfer tanpa oksigen bebas, atau lingkungan yang terganggu secara dahsyat oleh dampak meteorit raksasa.

Oleh karena itu, dengan memeriksa batuan sedimen sebagai jendela untuk mengetahui tentang lingkungan-lingkungan tersebut, kita dapat belajar tentang proses bumi, dan menyimpulkan detail tentangnya seperti kimia udara atau air yang bersentuhan dengan sedimen, maupun proses lain yang terjadi di lingkungan itu.

Sebagai contoh, dengan merekonstruksi lingkungan pengendapan sedimen tertentu yang diendapkan di sepanjang pantai Pacific Northwest, ahli geologi menyimpulkan bahwa gempa bumi subduksi dan tsunami besar (gelombang raksasa) yang diciptakan oleh gempa bumi, adalah kekuatan pendorong terbentuknya lingkungan pengendapan tersebut.

Hal tersebut menyebabkan evaluasi ulang bahaya gempa bumi di barat Washington dan Oregon dan penulisan ulang kode bangunan dan standar teknik untuk pembangunan sekolah, jalan, jembatan, dan infrastruktur di daerah itu. Hal ini berdampak pada hal-hal seperti polis asuransi dan biaya konstruksi.

Ahli geologi menggunakan analisis lingkungan pengendapan untuk membantu menemukan sumber minyak, batu bara, gas alam, endapan logam / mineral / batuan berharga, dan akuifer, yang merupakan sumber air tanah yang dapat digunakan.

Pengertian Lingkungan Pengendapan Menurut Para Ahli

Adapun pengertian lingkungan pengendapan menurut para ahli, diantaranya yaitu:

  1. Krumbein dan Sloss (1963)

Lingkungan pengendapan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kondisi fisik, kimia dan biologis suatu tempat dimana material sedimen terakumulasi. Pada lingkungan pengendapan biasanya akan terjadi wilayah yang baru untuk digunakan oleh makhluk Hidup.

  1. Gould (1972)

Lingkungan pengendapan dapat didefinisikan sebagai tempat mengendapnya material sedimen beserta kondisi fisik, kimia, dan biologi yang mencirikan terjadinya mekanisme pengendapan tertentu yang di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, temeperatur yang tinggi.

  1. Rigby dan Hamblin (1972)

Lingkungan Pengendapan dapat didefinisikan sebagai suatu tempat dimana terjadinya akumulasi material sedimen, yang memiliki kondisi fisis, kimia, dan biologis yang mencirikan keadaan yang khas dari tempat pengendapan tersebut.

Contoh Lingkungan pengendapan

Berikut adalah contoh lingkungan pengendapan;

  1. Gurun

Gurun adalah suatu daerah yang curah hujannya sangat sedikt sehingga arenya tandus. Karena curah hujan di daerah gurun tersebut sangat rendah, sebagian besar tanaman tidak bisa tumbuh dengan sempurna, dan hanya beberapa jenis tanaman yang dapat bertahan hidup di daerah tersebut.

  1. Rawa

Rawa adalah suatu lingkungan yang diisi sebagaiannya oleh air. Daerah rawa memiliki beberapa ciri diantaranya yaitu warna airnya berwarna keruh bahkan terkadang merah-kemerahan; pada umumnya daerah rawa terdapat di cekungan pada daerah yang banyak air.

  1. Teluk

Teluk ialah wilayah yang berada di badan perairan yang menjorok ke daratan dan dibatasi oleh daratan juga . Letak teluk tersebut yang strategis, membuat teluk yang berada di daerah ini  banyak digunakan sebagai pelabuhan dan digunakan untuk kegiatan manusia.

Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Pengendapan

Blatt et al. (1972) mengemukakan beberapa faktir yang mempengaruhi lingkungan pengendapan, antara lain:

  1. Kedalaman air

Kedalaman air menjadi faktor yang sangat penting sebab beberapa organisme, seperti koral dan algae, hidupnya sangat dipengaruhi oleh kedalaman air. Kedalaman air seringkali memberikan kenampakan yang khas. Dengan melihat kenampakan tersebut, bisa diketahui kedalaman suatu batuan ketika diendapkan,

Kenampakan yang dimaksud dalam hal ini, misalnya:

“Cut and Fill Structures”, dan perlapisan silang siur, yang menunjukkan bahwa di suatu daerah tersebut terdapat arus dan gelombang.
“Mud Crack”, yang merupakan struktur sedimen berbentuk runcing ke bawah dan memiliki pola permukaan yang polygonal, dengan retakan yang berbentuk V. Mud crack dihasilkan dari proses penyusutan atau pengeringan material sedimen yang terjadi karena hilangnya kandungan air di dalam material tersebut.
Beberapa jenis “Trail and Burrow” memiliki bentuk yang berbeda karena terdapat perbedaan kedalaman air.

  1. Kecepatan

Energi kinetik merupakan energi yang dimiliki oleh suatu benda atau partikel karena gerakannya. Energi kinetik yang berasal dari air menjadi pengontrol bagi pegerakan sedimen. Sedimen yang memiliki butir-butir halus tidak dapat terbentuk pada lingkungan dengan turbulensi yang terlalu tinggi.

  1. Temperatur

Temperatur atau suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda. Sehingga ketika kita berbicara tentang sesuatu yang terasa panas (seperti air panas) atau dingin (seperti salju), pada dasarnya kita sedang berbicara tentang temperatur.

Temperatur juga dapat berpengaruh pada lingkungan sedimen, sebab temparatur akan memberikan kontrol terhadap kelarutan dari CaCO3 (kalsium karbonat) dan kecepatan pertukaran zat atau unsur yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Misalnya, populasi yang besar dari suatu organisme dan karbonat jarang terdapat di dalam air dingin.

  1. Tingkat kandungan garam (Salinitas)

Istilah salinitas mengacu pada jumlah garam terlarut yang ada dalam air. Natrium dan klorida adalah ion dominan dalam air laut, dan konsentrasi ion magnesium, kalsium, dan sulfat juga cukup besar.

Tingkat kandungan garam merupakan faktor yang menjadi pengontrol penting bagi aktivitas biologis. Apabila kandungan garam di suatu lingkungan pengendapan tinggi, maka jenis organisme yang dapat hidup di wilayah tersebut semakin bervariasi. Akan tetapi, apabila kandungan garamnya rendah, maka organisme yang dapat hidup juga semakin sedikit.

Aspek kimiawi

Terdapat dua aspek kimiawi yang berpengaruh terhadap lingkungan pengendapan, yaitu:

  1. Potensial oksidasi (Eh)

Potensial redoks (juga dikenal sebagai potensial oksidasi / reduksi adalah ukuran kecenderungan suatu spesies kimia untuk memperoleh elektron dari atau kehilangan elektron ke elektroda dan dengan demikian masing-masing tereduksi atau teroksidasi.

  1. Konsentrasi ion Hidrogen (pH)

pH adalah ukuran seberapa asam / basa air. Kisarannya mulai dari 0-14, dengan 7 netral. pH kurang dari 7 menunjukkan bahwa suatu zat bersifat asam, sedangkan pH lebih dari 7 menunjukkan bahwa suatu zat bersifat basa.

Pada dasarnya, pH ialah ukuran jumlah relatif ion hidrogen dan hidroksil bebas yang terdapat di dalam air. Air yang mempunyai ion hidrogen bebas lebih banyak bersifat asam, sedangkan air yang mempunyai ion hidroksil bebas lebih banyak bersifat basa.

Baik potensial oksidasi (Eh) dan konsentrasi ion hydrogen (pH) merupakan dua aspek kimia yang menjadi faktor penting dalam lingkungan pengendapan karena berperan dalam mengontrol sedimen dan fauna yang hidup di dasar.

  1. Bentuk di pengendapan

Bentuk fisik dari lingkungan pengendapan seringkali menjadi pengontrol sedimen yang terdapat pada suatu cekungan. Bentuk fisik dari lingkungan pengendapan bisa berupa: kemiringan dari permukaan dan kedalaman dari daerah deposisi.

Demikianlah materi yang dapat di bagikan kepada segenap pembaca mengenai materi tentang pengertian lingkungan pengendapan dan faktornya. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahun kepada segenap pembaca serta menajdikan artikel ini sebagai sumber referensi.

Rate this post