Pengertian Kopi dan Sejarah, dan Jenisnya [Lengkap]

Diposting pada

Pengertian Kopi

Kopi pada dasarnya adalah tumbuhan yang sangat mudah ditemukan, diberbagai daerah di Indonesia, tumbuhan ini pada umumnya ditananam ditempat pergunungan yang memiliki suhu udara dingin. Sebagai penjelasan lebih lanjut, dalam penjelasan ini indonesiastudents.com akan menguraikan tentang pengertian kopi, sejarah, dan jenisnya. Berikut uraian tersebut;

Pengertian Kopi

Pengertian kopi adalah tumbuhan yang berbuah kecil, bulat dengan ukuran maksimal sebesar biji kelereng. Tumbuhan kopi ini seringkali di buat bubuk, dengan tujuan diminum, dibuat makanan, atau keperluan lainnya. Untuk asal Istilah kopi menurut banyak ahli bersal dari Bahasa qahwah (Bahasa Arab).

Kopi ini menjadi salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, hampir di setiap wilayah Indonesia ada jenis-jenis kopi yang berkulitas. Baik di Aceh, Lampung, Sulawesi, dan Kopi di daerah lainnya. Bahkan sakung terkenalnya koffie ini ada film yang sangat hits di pasaran, yakni film dengan judul “Filosoi Kopi”

Pengertian Kopi Menurut Para Ahli

Sedangkan definisi kopi menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;

Saputra E (2008)

Menurutnya, pengertian kopi adalah tanaman yang memiliki dua jenis utama, yakni Coffea robusta dan Coffea Arabica. Kedua jenis kopi ini sangat dipegemari oleh masyarakat, baik yang ada di dalam negri ataupun masyarakat yang ada di luar negri.

Bhara L.A.M (2005).

Definisi kopi adalah suatu jenis tumbuhan yang dibuat minuman dengan sifat psikostimulant sehingga menyebabkan seseorang yang meminumnya akan tetap terjaga (susah tidur), mengurangi kelelahan atau stress saar bekerja, serta mampu untuk memberikan efek fisiologis yakni energi.

Sejarah Kopi


Ada beragam cerita  tentang sejarah awal ditemukannya kopi. Sebuah cerita mengisahan bahwa kopi pertama kali ditemukan oleh seorang pengembala kambing dari Abessynia. Tumbuhan ini semakin populer saat seorang sufi bernama Ali bin Omar dari Yaman menjadikan rebusan kopi sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya.

Sejak saat itu kopi  mendapat tempat terhormat dikalangan masyarakat negeri itu. Khasiat kopi tersebut akhirnya membawa kemakmuran bagi para petani kopi, pengusaha kedai kopi, pedagang kopi, eksportir kopi, dan negara-negara penghasil kopi.

Versi lain yang menyebutkan sejarah kopi ditemukan pertama kali didaerah Kaffa (Ethiopia, Afrika ). Mungkin dari kata kaffa inilah lahir kata kahwa atau kopi. Selanjutnya kopi itu dibawa ke Yaman oleh tentara Persia, yang telah mulai minum kopi pada tahun 575 SM. Teknik menyangrai kopi diperkenalkan oleh orang Arab.

Dengan cara disangrai, kopi akan menimbulkan aroma yang sedap, dari negeri tersebut kopi masuk ke Turki dan Eropa. Kopi juga mendapat nama baru, moka. Nama itu berasal dari nama kota mokha, kota pelabuhan pengekspor kopi pada abad XVII.

Meskipun pada waktu itu perkembangan kopi begitu pesat dibenua Eropa, tetapi orang orang Arab telah lebih dahulu memonopolinya sebagai tanaman budi daya dan mereka hanya mengekspor kopi yang sudah disangrai. Akhirnya kopi masuk ke Indonesia (Jakarta) pada awal abad XVII melalui India dari negara Arab, biji kopi yang dibawa oleh warga kebangsaan Belanda ini berjenis kopi arabika (coffea arabica).

Sejarah Kopi Arabika


Kopi arabika ditanam dan dikembangkan disebuah tempat di timur Jatinegara yang menggunakan tanah partikelir kesawung yang kini lebih dikenal pondok kopi. Oleh karena uji coba ini berhasil, perkebunan kopi mulai dikembangkan diberbagai daerah di Jawa Barat, seperi Bogor, Sukabumi, Banten dan Periangan melalui sitem tanam paksa. Setelah menyebar ke pulau Jawa tanaman kopi merambah dan menyebar ke pulau-pulau lain seperti pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timur

Sejak saat itu, selama satu abad pulau Jawa memegang peranan utama dalam komoditas kopi. Bahkan,menjadi pengekspor kopi terbesar keseluruh wilayah dunia. Sayangnya, pada tahun 1888 ( XIX ) posisi yang penting itu lepas dari genggaman. Kedudukan Indonesia sebagai negara penghasil kopi digeser oleh negara Brasil dan Kolombia.

Meskipun  demikian, sisa tanaman kopi arabika masih dijumpai di kantong-kantong penghasil kopi. Kopi arabika masih dijumpai antara lain  dilereng bagian atas pengunungan Bukit barisan (Pulau Sumatra), seperti Mandailin, Lintong dan Sidikalang (Sumatra Utara) serta dataran Tinggi Gayo (Nanggroe Aceh Darussalam), dataran Tinggi Ijen (Jawa Timur) dan Tanah Toraja (Sulawesi Selatan).

Jenis Kopi di Indonesia


Selain kedua jenis kopi diatas, masih ada beberapa jenis kopi yang pernah ditanam secara komersial di Indonesia. Jenis-jenis kopi tersebut ialah kopi liberika ( coffea liberica ) dan ekselsa ( coffea excelsa ).

Kopi Liberika

Kopi liberika adalah kopi yang ditanam lebih dahulu dari pada kopi robusta. Kopi liberika ternyata juga tidak tahan terhadap serangan karat daun. Kopi ini mulai ditanam di Indonesia pada tahun 1870. menurut sejarahnya banyak penghasil kopi jenis liberika di Indonesia.

Kopi Rabusta

Jenis kopi di Indonesia yang lainnya adalah kopi robusta baru di tanam pada tahun 1900, kopi ini sampai saat ini banyak dikembangkan oleh wilayah di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pegunungan karena kodisi kopi ini sangat cocok di wilayah tersebut.

Artikel Terkait;

  1.  “Tanaman Cengkeh” Sejarah, Karakteristik, Kanduangannya
  2.  Tanaman Bambu dan Manfaatnya
  3. Tanaman Nipah dan Kanduangannya

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Kopi dan Sejarah, dan Jenisnya [Lengkap]. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat memberikan wawasan serta pengatahuan bagi setiap pembaca yang sedang mencari literasi tentang “Kopi”. Trimakasih,