7 Contoh Variabel Aktif dan Atribut dalam Penelitian

Diposting pada
Contoh Variabel Aktif dan Variabel Atribut
Contoh Variabel Aktif dan Variabel Atribut

Kajian terkait dengan ulasan tentang variabel aktif dan variabel atribut sejatinya menjadi telaah luas dari pertanyaan tentang variabel dependen dan independen. Dimana keduanya kerapkali memiliki perbedaan yang siginifikan, namun pastinya meski demikian adakalahnya variabel atribut dapat menjadi variabel aktif.

Oleh karena itulah sebagai bahasan lebih mendalam. Artikel ini akan memberikan ulasan lengkapnya terkait dengan contoh kedua variabel penelitian tersebut.

Variabel Aktif dan Atribut

Variabel adalah bagian daripada adanya sifat, karakteristik, angka, ataupun kuantitas yang bertambah atau berkurang seiring dengan waktu atau dapat mengambil nilai yang berbeda dari adanya perwujutan atas berlawanan dengan konstanta, seperti n, yang tidak bervariasi. Khususnya dalam situasi yang berbeda.

  1. Pengertian Variabel Aktif

Variabel aktif adalah bagian daripada adanya variabel bebas yang dimanipulasi dengan sifatnya yang aktif dalam topik penelitian yang diambil.

  1. Pengertian Variabel Atribut

Variabel atribut adalah bentuk variabel penelitian yang tidak dapat dimanipulasi atau kata lain variabel yang sudah melekat dan merupakan bagian daripada adanya ciri dari subjek penelitian.

Contoh Variabel Aktif dan Atribut

Adapun untuk ulasan tentang contoh adanya penjelasan dalam variabel aktif dan variabel atribut dalam penelitian ilmiah. Antara lain;

  1. Contoh Variabel Aktif

Misalnya untuk contohnya ialah adanya keputusan seorang peneliti dalam memberikan penguatan positif untuk jenis kelakuan tertentu dan melakukan hal yang berbeda terhadap kelompok lain atau memberikan instruksi yang berlainan pada kedua peneliti menggunakan metode pembelajaran yang berbeda.

Hingga pada akhirnya menciptakan kecemasan dengan instruksi-instruksi yang meresahkan, maka peneliti secara aktif memanipulasi variabel metode, penguatan, dan kecemasan.

  1. Contoh Variabel Atribut

Adapun untuk contohnya dalam hal ini misalnya saja;

  1. Intelegensi
  2. Bakat
  3. Jenis kelamin
  4. Status sosial dan Ekonomi
  5. Sikap
  6. Daerah geografis dalam wilayah, dan seterusnya

Perbedaan Variabel Aktif dan Atribut dalam Penelitian

Pada dasarnya, perbedaan antara variabel aktif dan variabel atribut bersifat umum. Akan tetapi, variabel atribut atau variabel yang pasif dalam satu penelitian eksperimen dapat dengan mudah menjadi aktif di eksperimen lain. Misalnya contoh kasusnya;

  1. Proyek Penelitian

Proyek penelitian tentang penggunaan penanak nasi (rice cooker) di rumah-rumah Asia Amerika. Dimana untuk mengetahui hubungan penggunaan rice cooker dengan pola makan sehat, peneliti mensurvei sejumlah keluarga. Dimana akhirnya seorang peneliti memisahkan keluarga menjadi beberapa kelompok berdasarkan berapa kali keluarga tersebut menggunakan penanak nasi dalam seminggu. Pertanyaan survei digunakan untuk menjelaskan perbedaan kesehatan antara kelompok-kelompok tersebut.

Dalam percobaan ini, setidaknya penggunaan penanak nasi akan menjadi variabel pasif. Itu kebetulan menjadi variabel yang menarik bagi para peneliti, tetapi mereka tidak memanipulasinya atau memaksakan nilainya dengan cara apa pun.

Namun, para peneliti yang sama ini mungkin merasa berguna untuk merancang eksperimen lain. Sekarang mereka mengambil sejumlah keluarga Asia Amerika dan meminta satu kelompok untuk menggunakan penanak nasi mereka dua kali sehari. Para peneliti meminta kelompok lain untuk menggunakan penanak nasi mereka dua kali seminggu dan kelompok ketiga tidak menggunakannya sama sekali.

Setelah beberapa waktu, survei kesehatan yang sama diberikan kepada semua partisipan. Sekarang penggunaan penanak nasi adalah variabel yang dimanipulasi, dan lebih aktif daripada pasif. Perhatikan bahwa data yang dikumpulkan dalam dua percobaan ini berbeda.

Eksperimen 1 menyelidiki kesehatan orang dalam kaitannya dengan pilihan yang mereka buat atau kebiasaan yang mereka miliki terkait penggunaan penanak nasi. Akan tetapi, Eksperimen 2 akan menyoroti perbedaan apa pun yang sebenarnya dimiliki oleh penggunaan penanak nasi terhadap kesehatan, dan menghilangkan bias pemilihan sendiri.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa bahasan terkait dengan variabel aktif dan variabel atribut berada dalam penelitian kuantitatif, sehingga dalam hal inilah kita harus mempertimbangkan reliabilitas dan validitas metode dan pengukuran yang kita gunakan.

Validitas sendiri memberi tahu kita seberapa akurat suatu metode mengukur hal yang seharusnya diukur. Jika suatu metode mengukur apa yang diklaim untuk diukur, dan hasilnya sangat sesuai dengan nilai real-nya, maka metode tersebut dapat dianggap valid.

Nah, demikianlah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya contoh variabel aktif dan variabel atribut dalam penelitian beserta dengan perbedaannya. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian yang membutuhkannya.

Rate this post