Pengertian Film, Sejarah, Fungsi, Unsur, dan Jenisnya

Posted on

Film Adalah

Film atau juga dikenal sebagai “gambar bergerak“, adalah serangkaian gambar bergerak yang ditampilkan di layar, biasanya dengan suara, yang membentuk sebuah cerita. Film merupakan artefak budaya yang diciptakan oleh keberadaan budaya tertentu. Mereka mencerminkan suatu budaya tersebut dan, pada gilirannya, memengaruhi budaya tersebut.

Film dianggap sebagai bentuk seni yang penting, sumber hiburan populer, dan media yang kuat untuk mendidik atau mengindoktrinasi-warga negara. Basis visual film memberinya kekuatan komunikasi universal. Beberapa film telah menjadi daya tarik populer di seluruh dunia melalui penggunaan dubbing atau subtitle untuk menerjemahkan dialog ke bahasa lain. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang film, artikel ini akan mengulas tentang pengertian film, sejarah, fungsi, unsur, dan jenis.

Film

Film atau gambar bergerak atau photoplay adalah serangkaian gambar foto yang, ketika ditampilkan di layar, menciptakan ilusi gambar bergerak. Ilusi optis ini menyebabkan audiens merasakan gerakan terus-menerus antara objek terpisah yang dilihat secara berurutan.

Proses pembuatan film adalah seni dan industri. Sebuah film dibuat dengan memotret adegan aktual dengan kamera gambar bergerak, dengan memotret gambar atau model miniatur menggunakan teknik animasi tradisional, melalui CGI dan animasi komputer, atau dengan menggunakan kombinasi dari beberapa atau bahkan semua teknik tersebut, dan efek visual lainnya.

Pengertian Film

Film pada dasarnya memiliki banyak definisi yang tiap-tiap artinya bisa dijabarkan secara luas. Definsi secara sederhana yaitu film merupakan gambar-hidup atau gambar bergerak, atau juga sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering dinamakan sinema. Kata “Sinema” itu sendiri berasal dari kata kinematik atau gerak.

Kata “sinema” sering digunakan untuk merujuk pada pembuatan film dan industri film, dan seni pembuatan film itu sendiri. Definisi kontemporer dari sinema adalah seni mensimulasikan pengalaman untuk mengkomunikasikan ide, cerita, persepsi, perasaan, keindahan dengan cara merekam gambar yang diprogram bersama dengan stimulasi sensorik lainnya.

Pengertian Film Menurut Para Ahli

Adapun definisi film menueur para ahli, antara lain:

Effendi (1986)

Film ialah satu hasil budaya dan alat ekspresi kesenian. Film dalam hal ini dianggap sebagai komunikasi massa yang menjadi gabungan dari berbagai tekhnologi seperti fotografi dan rekaman suara, kesenian  baik seni rupa dan seni teater sastra dan arsitektur serta seni musik. Film adalah gambar yang bergerak (Moving Picture).

Himawan Pratista (2008)

Film ialah media aoudio-visual yang menggambungkan kedua unsur, yakni naratif dan sinematik. Unsur naratif sendiri berkaitan dengan tema sedangkan unsur sinematik ajalan alur atau jalan ceritanya.

Palapah dan Syamsudin (1986)

Film ialah media hiburan yang menggabungkan antara jalan cerita, gambar berbegarak, dan suara. Ketiga unsur tersebut terdapat dalam unsur-unsur setiap pembuatan film, oleh sebab itu seringkali film dipergunakan sebagai salah satu unsur media pembelajara.

Sejarah Film

Film diciptakan pertama kali pada tahun 1805 oleh Lumiere Brothers. Selanjutnya pada tahun 1899 George Melies mulai menampilkan film dengan gaya editing yang berjudul Trip To The Moon. Selanjutnya, pada tahun 1902, Edwin Peter membuat film yang berjudul Life Of In American Fireman.

Di Indonesia, film mencapai masa kejayaan pada era 70-an sampai 80-an, tepatnya sebelum masuknya Broadcast-Broadcast dalam definisi TV pada tahun 1988 (RCTI). Masyarakat memiliki apresiasi yang tinggi dalam menanggapi film-film yang ada di Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan bobot dari film tersebut yang memang dapat memenuhi kebutuhan psikologi dan spiritual dari masyarakat Indonesia.

Bioskop di Indonesia pertama kali muncul di Batavia (Jakarta), tepatnya di Tanah Abang Kebonjae, pada 5 Desember 1900. Tapi, kehadiran bioskop tersebut tidak bisa dikatakan sebagai tonggak awal sejarah film Indonesia, karena film-filmnya saat itu masih impor dari luar negeri.

Film pertama yang diproduksi di Indonesia pada tahun 1926 di Bandung, berjudul “Loetoeng Kasaroeng”. Film tersebut dapat dikatakan sebagai acuan tonggak sejarah perfilman Indonesia. Kesuksesan produksi film itu tak terlepas dari keterlibatan bupati Bandung, Wiranatakusumah V di dalamnya.

Fungsi Film

Pembuatan film bisa memiliki tujuan yang berbeda-beda tergantung pada apa yang kita definisikan sebagai film. Secara umum, sebagian besar film cenderung melakukan satu atau lebih hal berikut melalui alur cerita yang disampaikan, yaitu sebagai berikut;

  1. Menyampaikan emosi kepada pemirsa.
  2. Meningkatakan kesadaran tentang suatu masalah.
  3. Mendidik penonton tentang suatu subjek.
  4. Menghasilkan uang.

Kebanyakan orang menonton film untuk hiburan, tapi dalam film terkandung fungsi informatif, maupun edukatif bahkan persuasif. Film nasional dapat dijadikan sebagai media edukasi untuk pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building. Fungsi edukasi bisa dicapai jika film nasional memproduksi film-film sejarah yang objektif atau film dokumenter atau film yang diangkat dari kehidupan sehari-hari secara berimbang.

Selain itu, film juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu dari si pembuat film itu sendiri. Beberapa studio dan perusahaan juga memanfaatkan film untuk menyampaikan dan merepresentasikan simbol dan budaya mereka.

Unsur Film

Sebuah film dapat dihasilkan dari adanya kerjasama atau kerja kolektif, sehingga dapat dikatakan bahwa proses pembuatan film melibatkan kerja sejumlah unsur atau profesi. Berikut ini yang termasuk unsur-unsur dalam pembuatan film, antara lain:

Produser

Produser merupakan unsur paling utama (tertinggi) dalam suatu tim kerja produksi atau pembuatan film, karena produserlah yang menyandang atau mempersiapkan dana yang digunakan untuk pembiayaan produksi film.

Produser adalah pihak yang bertanggungjawab pada berbagai hal yang dibutuhkan dalam proses pembuatan film. Bukan hanya dana, ide atau gagasan, produser juga harus menyediakan naskah yang akan difilmkan, serta sejumlah hal lainnya yang diperlukan dalam kaitan proses produksi film.

Sutradara

Sutradara merupakan pihak atau orang yang paling memiliki tanggungjawab terhadap proses pembuatan film di luar hal-hal yang berkaitan dengan dana dan properti lainnya. Oleh sebab itu, sutradara biasanya menempati posisi sebagai “orang penting kedua” di dalam suatu tim kerja produksi film.

Di dalam proses pembuatan film, sutradara memiliki tugas untuk mengarahkan seluruh alur dan proses pemindahan suatu cerita atau informasi dari naskah skenario ke dalam aktivitas produksi.

Penulis Skenario

Skenario film merupakan naskah cerita film yang ditulis dengan berpedoman pada standar atau aturan-aturan tertentu. Penulisan skenario atau naskah cerita film lebih mengutamakan visualisasi dari sebuah situasi atau peristiwa melalui adegan demi adegan yang jelas pengungkapannya.

Penulis skenario film ialah seseorang yang menulis naskah cerita yang akan difilmkan. Naskah skenario yang ditulis tersebut yang kemudian digarap atau diwujudkan sutradara menjadi sebuah karya film.

Penata Kamera (Kameramen)

Kameramen ialah seseorang yang bertanggungjawab dalam proses perekaman (pengambilan) gambar di dalam kerja pembuatan film. Oleh sebab itu, seorang kameramen dituntut untuk dapat menghadirkan cerita yang menarik, mempesona dan menyentuh emosi penonton melalui gambar demi gambar yang direkamnya di dalam kamera. Dalam sebuah tim kerja produksi film, penata kemera memimpin departemen kamera.

Penata Artistik

Penata artistik (art director) ialah seseorang yang memiliki tanggungjawab untuk menampilkan cita rasa artistik pada sebuah film yang diproduksi. Seorang penata artistik memiliki tugas diantaranya menyediakan sejumlah sarana seperti lingkungan kejadian, tata rias, tata pakaian, perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan para pelaku (pemeran) film dan lainnya.

Penata Musik

Penata musik ialah seseorang yang memiliki tugas atau tanggungjawab sepenuhnya terhadap pengisian suara musik dalam film. Seorang penata musik bukan hanya dituntut untuk sekadar menguasai musik, tetapi juga harus mempunyai kemampuan atau kepekaan dalam mencerna cerita atau pesan yang disampaikan oleh film.

Editor

Editor memiliki peran penting dalam menentukan baik atau tidaknya sebuah film yang diproduksi, karena seorang editor yang bertugas mengedit gambar demi gambar dalam film tersebut. Jadi, editor ialah seseorang yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam proses pengeditan gambar.

Pengisi dan Penata Suara

Pengisi suara ialah seseorang yang memiliki tugas untuk mengisi suara pemeran atau pemain film, karena memang tidak semua pemeran film menggunakan suaranya sendiri dalam berdialog di film. Penata suara ialah seseorang atau pihak yang memiliki tanggungjawab untuk menentukan baik atau tidaknya hasil suara yang terekam dalam sebuah film. Dalam sebuah tim kerja produksi film, penata suara memiliki tanggungjawab untuk memimpin departemen suara.

Bintang Film (Pemeran)

Bintang film/pemeran film atau aktor dan aktris yaitu mereka yang memerankan atau membintangi sebuah film yang diproduksi dengan memerankan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita film tersebut sesuai skenario yang ada.

Keberhasilan sebuah film tak dapat terlepas dari keberhasilan para aktor dan aktris dalam memerankan tokoh-tokoh sesuai dengan tuntutan skenario (cerita film), terutama dalam menampilkan watak dan karakter tokoh-tokohnya. Dalam sebuah film, pemeran dapat dibedakan menjadi dua yaitu pemeran utama (tokoh utama) dan pemeran pembantu (piguran).

Jenis Film

Genre adalah kata untuk jenis film atau gaya film. Film dapat berupa fiksi atau kisah nyata, atau campuran keduanya. Adapun macam-macam genre film diantaranya yaitu;

Film aksi

Film aksi biasanya memiliki banyak efek menarik seperti pengejaran mobil dan perkelahian senjata, yang melibatkan stuntmen. Mereka biasanya melibatkan ‘orang yang baik’ dan ‘penjahat’, sehingga perang dan kejahatan adalah subjek umum. Film aksi biasanya memiliki plot yang sederhana. Contoh film bergenre aksi misalnya Black Panther (2018), Tomb Rider (2018), Maze Runner The Death Cure (2018).

Film Petualangan

Film petualangan merupakan sebuah genre film yang menampilkan suatu film yang banyak tantangan. Contoh film bergenre petualangan misalnya The Chronicles of Narnia: Prince Caspian (2008), Robin Hood (2010), Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (2011).

Film Animasi

Film animasi merupakan film hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awalnya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-“putar” sehingga muncul efek gambar bergerak, tetapi sekarang dibuat di komputer. Contoh film bergenre animasi misalnya Toy Story Trilogy (1995-2010), Frozen (2013), Despicable Me Saga (2010-2017).

Film Komedi

Film komedi adalah film lucu tentang orang-orang yang konyol atau melakukan hal-hal yang tidak biasa atau berada dalam situasi konyol atau tidak biasa yang membuat penonton tertawa. Contoh film bergenre komedi misalnya Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss (2016), Insya Allah Sah (2017), Yowis Ben (2018).

Film dokumenter

Film dokumenter adalah film yang bercerita tentang kisah hidup seseorang dan peristiwa yang nyata. Film documenter bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga penuh akan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Contoh film documenter misalnya Home (2009), Cosmos: A Spacetime Odyssey (2014), The Look of Silence / Senyap (2014).

Drama

Pengertian drama merupakan genre film yang sebagian besar tergantung pada pengembangan mendalam karakter realistis yang berurusan dengan tema emosional. Drama bersifat serius, dan seringkali tentang orang yang jatuh cinta atau perlu membuat keputusan besar dalam hidup mereka. Contoh drama misalnya The Free of Life (2011), Antologi Rasa (2019), Orang Kaya Baru (2019).

Baca juga;

  1. Unsur-Unsur Pementasan Drama dan Penjelasannya
  2. Ciri-Ciri Naskah Drama Beserta dengan Contohnya
  3. Unsur Instrinsik Drama Beserta Contohnya

Tragedi

Tragedi merupakan genre drama yang menceritakan kisah yang menyedihkan. Tokof film tragedy biasanya mempunyai kualitas-kualitas yang baik tapi bernasib buruk dan menyebabkan dirinya, atau kerabat dan sahabatnya, mengalami masalah. Contoh tragedi misalnya May (2008), Merry Riana (2014), Di Balik 98 (2015).

Film keluarga

Film dalam pengertian keluarga merupakan sebuah genre film yang dirancang dengan menarik untuk ditonton oleh orang dalam berbagai usia, dengan demikian disebut film keluarga. Mereka terutama dibuat untuk anak-anak tetapi sering menghibur untuk orang dewasa juga. Contoh film keluarga misalnya Christopher Robin (2018), Coco (2017), Keluarga Cemara (2018).

Film horor

Film horor merupakan film yang berupaya untuk memancing emosi berupa ketakutan dan rasa ngeri dari penontonnya. Alur ceritanya sering melibatkan tema-tema kematian, supranatural, atau penyakit mental. Contoh film horror misalnya The Conjuring (2013), Insidious (2010), The Nun (2018).

Komedi-Romantis (Rom-Coms)

Film komedi-romantis mempunyai alur cerita yang riang dan jenaka, berpusat pada kondisi ideal romantis, seperti kisah cinta sejati yang mampu mengatasi berbagai hambatan. Film komedi romantis merupakan sub-genre film komedi dan film romantis. Contoh film komedi-romantis misalnya La La Land (2016), Love Simon (2018), Destination Wedding (2018).

Film fiksi ilmiah

Film fiksi ilmiah merupakan genre film yang menggunakan tema fiksi sains: spekulatif, penggambaran fenomena berbasis ilmu pengetahuan yang belum tentu dapat diterima oleh ilmu pengetahuan saat itu.

Film-film fiksi ilmiah sering menggunakan efek khusus untuk membuat gambar dunia asing, luar angkasa, makhluk asing, dan pesawat ruang angkasa. Contoh film fiksi ilmiah misalnya Gravity (2013), Arrival (2016), Alita: Battle Angle (2019).

Thrillers

Thrillers biasanya tentang misteri, kejadian aneh, atau kejahatan yang perlu diselesaikan. Penonton terus menebak sampai menit terakhir, ketika biasanya ada ‘tikungan’ (kejutan) di plot terakhir. Contoh thrillers misalnya Black Swan (2010), Shutter Island (2010), Gone Girl (2014).

Itulah tadi materi atas penjelasan tentang pengertian film menurut para ahli, sejarah, fungsi, unsur, jenis, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,