Pengertian Kata Ulang, Jenis-Jenis, Makna dan Cara Menulisnya Lengkap

Diposting pada

Kata ulang pada hakekatnya tak asing lagi bagi kita semua, oleh karena itulah pada kesempatan kali ini indonesiastudents.com akan memberikan penjelasan mengenai kata ulang. Berikut penjelasan secara sistematis tersebut.

Pengertian Kata Ulang, Jenis-Jenis Kata Ulang, Makna Atau Arti Kata Ulang dan Cara Menulis Kata Ulang

Pengertian Kata Ulang (Reduplikasi)


Kata ulang yang secara akademik dikenal dengan istilah reduplikasi merupakan suatu bentuk  proses  dan hasil pengulangan satuan  bahasa  sebagai  alat gramatikal atau fonologis. Reduplikasi atau pengulangan kata inilah yang disebut  dengan kata ulang dalam materi pembalajaran Bahasa Indonesia.

Contoh kata ulang secara singkat seperti, serba-serbi, rumah- rumah, bolak-balik, mahasiswa-mahasiswi, santriwan-santriwati, tetumbuhan, dan lain sebagainya.

Baca: 10 Pengertian Resensi Buku Menurut Para Ahli

Akan tetapi makan kata ulang ini sesungguhnya berbeda jauh dengan bentuk kata ulang. Bentuk ulang ialah bentuk yang mengalami perulangan kata yang  pada  dasarnya  merupakan  kata dasar.  Misalnya: sia-sia, laba-laba, biri-biri, kupu- kupu, santri-santri, dan lain sebaginya.

Fungsi dari  kata  ulang  yang seringkita gunakan sesungguhnya sebagai bentuk alat  untuk  membentuk jenis kata  dan  dapat dikatakan bahwa perulangan kata akan menurunkan jenis-jenis kata yang sama, seperti bila kata itu tidak diulang. Contoh: mobil (kata benda), mobil-mobilan (kata benda).

Setelah kita memberikan pengertian kata ulang selanjutnya tulisan ini akan membagikan mengenai jenis kata ulang, atau macam-macam kata ulang. Berikut jenis kata ulang tersebut;

Jenis-Jenis Kata Ulang


Jenis kata ulang terbagi menjadi menjadi 5, berikut penjelasan beserta contohnya;


  1. Dwilingga, kata ulang ini artinya kata ulang yang utuh. Dari reduplikasi seluruh bentuk dasar. Contoh kata ulang utuh misalnya, gadis-gadis, mobil-mobil, permainan-permainan, peraturan-peraturan, dan lain sebaginya.
  2. Dwilingga Salin Suara, ialah kata ulang berubah bunyi sehingga pengulangan kata penuh dengan variasi vocal yang dilakukan oleh pembaca atau penulisnya. Contoh kata ulang salin suara adalah sebagai berikut,  lauk > lauk-lauk >lauk-pauk, warna > warna-warna> warna-warni.
  3. Dwipurwa, biasa juga dikenal sebagai kata ulang sebagian, kata ulang ini ialah suatu bentuk pengulangan sebagian  atau seluruh suku awal sebuah kata. Contoh kata ulang ini antara lain; laki > lalaki> lelaki, tamu > tatamu> tetamu, jaka > jajaka> jejaka.
  4. Kata Ulang Berimbuhan, kata ulang berimbuhan bisa dimaknai sebagai kata ulang yang mendapat tambahan dari kata dasar. Contoh kata ulang berimbuhan antra lain, surat-menyurat, bertanya-tanya.
  5. Kata Ulang Semu, kata semua dapat diberi pengertian sebagai kata ulang yang memberikan makna mengenai campuran dari asalnya, kata ulang semua berubah-ubah. Misalnya kata ulang semu ini antra lain, kupu-kupu, gado-gado, compang-camping,  anai-anai, pura-pura, mondar- mandir, alih-alih.

Setelah kita mendefinisikan tentang jenis  kata ulang, selanjutnya tulisan ini akan memberikan arti atau makna dari kata ulang. Berikut arti dan mana kata ulang;

Arti Kata Ulang/Makna Kata Ulang

  1. Kata Ulang dipergunakan untuk menyatakan hal, misalnya masak-memasak, karang mengarang.
  2. Kata ulang dipergunakan untuk menyerupai, seperti kekanak-kanakan, kemerah-merahan
  3. Kata ulang dipergunakan untuk agak atau melemahkan, misalnya kata ulang melemahkan ini aialah pening-pening, pusing-pusing.
  4. Kata ulang dipergunakan untuk menyatakan serba atau seragam, misalnya putih-putih.
  5. Kata ulang dipergunakan untuk resiprok (berbalasan), misalnya adalah bersalam-salaman, berpeluk-pelukan
  6. Kata ulang dipergunakan untuk mengeraskan arti, misalnya intensitas, dan lain sebaginya.
  7. Kata ulang dipergunakan untuk intensitas kuantitatif, misalnya adalah siswa-siswa, guru-guru, orang-orang.
  8. Kata ulang dipergunakan untuk intensitas kualitatif, misalnya adalah cantik-cantik, kuat-kuat, benar-benar.
  9. Kata ulang dipergunakan untuk intensitas frekuentatif, misalnya adalah memukul-mukul, memeluk-meluk.
  10. Kata ulang dipergunakan untuk intensitas variatif, misalnya adalah tetumbuhan, pepohonan, buah-buahan.

Setelah kita memberikan arti kata ulang atau makna kata ulang, selanjutnya tulisan ini akan menbarakan mengenai penulisan kata ulang. Berikut penulisan kata ulang tersebut;

Penulisan Kata Ulang


Ada sekitar 7 cara menulis kata ulang yang sering dipergunakan, diantaranya;


  1. Penulisan kata ulang dengan menggunakan tanda  hubung di antara unsur-unsurnya, misalnya anak-anak, kupu-kupu, dan sayur-mayur.

  2. Penulisan ata ulang dengan kata majemuk  berupa  kata benda  dilakukan dengan mengulang unsur  pertama, misalnya rumah-rumah makan, surat-surat kabar, kereta-kereta api cepat.
  3. Penulisan kata ulang dengan kata  majemuk  yang  dianggap padu  diulang  seluruh  katanya,  misalnya segitiga- segitiga dan saputangan-saputangan.
  4. Penulisan kata ulang dilakukan melalui serangkai dengan awalan atau akhiran, misalnya berhati-hati atau contoh lainnya perundang-undangan.
  5. Kata dasar yang tidak mengalami  peluluhan  KTSP diulang dalam bentuk  dasarnya, misalnya mengulur-ulur (bukan mengulur-ngulur).
  6. Penulisan kata ulang dilakukan melalui kata dasar yang mengalami peluluhan KTSP yang diulangkan dalam bentuk luluhnya, misalnya memanggil-manggil (bukan memanggil-panggil).
  7. Tidak boleh  menulis  kata yang  semakna  dengan kata ulangnya,  misalnya saling bermaaf-maafan, saling pukul-memukul.

Demikianlah ulasan mengenai kata ulang, yang mencangkup tentang pengertian kata ulang, jenis-jenis kata ulang, makna atau arti kata ulang dan cara menulis kata ulang secara lengkap. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang sedang mencari referensi tentang kata ualng. Trimakasih, jangan lupa baca juga artikel lainnya;