Pengertian Limbah, Dampak, Jenis dan Contohnya

Posted on

Limbah Adalah

Ada banyak laporan permasalahan yang berkaitan dengan limbah. Limbah paling sering diukur berdasarkan ukuran atau berat, dan ada perbedaan mencolok antara keduanya. Misalnya, tentang dampak negatif sampah organik jauh lebih berat ketika basah, dan botol atau gelas plastik dapat memiliki bobot yang berbeda tetapi memiliki ukuran yang sama. Pada skala global sulit untuk melaporkan tentang limbah karena negara-negara memiliki definisi limbah yang berbeda, bahkan pengkategoriannya (yang masuk dalam kategori limbah), serta cara pelaporan permasalahan limbah yang berbeda-beda.

Terlepas dari ketidakkonsistenan atau perbedaan pelaporan masalah tentang limbah, pelaporan tersebut masih bermanfaat dalam skala kecil dan besar untuk menentukan penyebab dan lokasi utama limbah, serta untuk menemukan cara mencegah, meminimalkan, memulihkan, merawat, dan membuang limbah. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang limbah, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, dampak, dan contoh limbah.

Limbah

Sebagai bagian alami dari siklus hidup, limbah terjadi ketika organisme apa pun mengembalikan zat ke lingkungan. Makhluk hidup mengambil bahan mentah dan mengeluarkan limbah yang didaur ulang oleh organisme hidup lainnya. Namun, manusia menghasilkan aliran tambahan residu material yang akan membebani kapasitas proses daur ulang alami, sehingga limbah ini harus dikelola untuk mengurangi pengaruhnya terhadap estetika, kesehatan, atau lingkungan kita.

Limbah padat, limbah cair, limbah berbahaya, dan limbah tidak beracun dihasilkan dari rumah tangga, kantor, sekolah, rumah sakit, dan industri yang ada di sekitar lingkungan kita. Tidak ada masyarakat yang kebal dari masalah sehari-hari yang terkait dengan pembuangan limbah.

Bagaimana limbah ditangani sering tergantung pada sumber dan karakteristiknya, serta peraturan lokal, negara bagian, dan negara yang mengatur pengelolaannya. Praktik umumnya berbeda untuk tempat tinggal dan industri, di daerah perkotaan dan pedesaan, dan untuk definisi negara maju dan ataupun dalam arti negara berkembang.

Pengertian Limbah

The United Nations Statistics Division (UNSD) atau Divisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan limbah sebagai bahan yang bukan produk prima (yaitu, produk yang diproduksi untuk pasar) yang tidak digunakan lagi oleh generator dalam hal keperluannya sendiri untuk produksi, transformasi atau konsumsi, dan yang ingin dibuangnya.

Limbah dapat dihasilkan selama ekstraksi bahan baku, pemrosesan bahan mentah menjadi produk setengah jadi, konsumsi produk akhir, dan aktivitas manusia lainnya. Residu dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada tempat yang dikecualikan.

Menurut Basel Convention on the Control of Transboundary Movements of Hazardous Wastes and Their Disposal of 1989, Art. 2(1), Limbah adalah substansi atau benda, yang dibuang atau dimaksudkan untuk dibuang atau diharuskan dibuang oleh ketentuan hukum nasional.

Pengertian Limbah Menurut Para Ahli

Adapun definisi limbah menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Menperindag RI No. 231/MPP/Kep/7/1997 Pasal 1, Limbah merupakan bahan/barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya, kecuali yang dapat dimakan oleh manusia atau hewan.
  2. Karmana (2007), Limbah ialah sisa atau sampah suatu proses programsi yang dapat menjadi bahan pencemaran atau polutan disuatu lingkungan. Terdapat banyak aktivitas manusia yang dapat menghasilkan limbah, diantaranya yaitu kegiatan industri, transportasi, rumah tangga dan kegiatan lainnya.
  3. Susilowarno (2007), Limbah adalah sisa atau hasil sampingan dari kegiatan programsi manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Pembungan limbah yang tidak diolah terlebih dulu sebelum dibuang ke dalam lingkungan akan menyebabkan polusi.
  4. Ign Suharto (2011:226), Limbah merupakan zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari proses kegiatan manusia.
  5. Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014, Limbah dapat didefinisikan sebagai sisa suatu usaha dan atau kegiatan.

Dampak Limbah

Limbah dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia. Adapaun dampak negatif tersebut dapat mempengaruhi kondisi kesehatan, lingkungan, bahkan kondisi sosial ekonomi. Berikut ialah penjelasan tersebut;

Dampak terhadap kesehatan

Dampak keberadaan limbah terhadap kesehatan manusia adalah munculnya potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan, diantaranya yaitu:

  1. Penyakit diare, kolera, tifus dapat menyebar dengan cepat karena adanya virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat yang bisa bercampur dengan air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) juga bisa meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
  2. Penyakit yang disebabkan oleh jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
  3. Penyakit juga dapat menyebar melalui rantai makanan, misalnya penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Mula-mula cacing ini smasuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
  4. Sampah beracun, misalnya seperti fenomena yang terjadi di Jepang, yaitu dilaporkan bahwa kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa tersebut berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

Dampak terhadap Lingkungan

Cairan dari rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai dapat mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan bisa mati, sehingga beberapa spesies pun akan lenyap, hal itu mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.

Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air dapat menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain baunya yang kurang sedap, gas tersebut dalam konsentrasi tinggi dapat mengalami ledakan.

Baca Juga;

  1. Pengertian Sampah Menurut Para Ahli
  2. Dampak Pencampuran Sampah Organik dan Anorganik

Dampak terhadap keadaan sosial dan ekonomi

Dampak limbah terhadap kondisi sosial dan ekonomi, antara lain:

  1. Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, misalnya yaitu bau yang kurang sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
  2. Limbah bisa berdampak negatif terhadap kegiatan kepariwisataan.
  3. Pengelolaan sampah yang kurang memadai mengakibatkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, penting untuk diketahui bahwa kondisi tersebut akan menyebabkan peningkatan pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).
  4. Sampah-sampah padat yang dibuang ke badan air bisa mengakibatkan banjir dan akan berdampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.

Jenis Limbah Beserta Contohnya

Terdapat bermacam-mecam jenis limbah yang ada di lingkungan masyarakat kita, diantaranya yaitu:

Limbah Cair

Limbah cair merupakan sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82 thn 2001).

Limbah cair umumnya ditemukan baik bersumber dari rumah tangga maupun dari industri. Limbah ini termasuk air kotor, cairan organik, air pencuci, limbah deterjen, dan bahkan air hujan.

Anda juga harus tahu bahwa limbah cair dapat diklasifikasikan menjadi sumber limbah titik dan non-titik. Semua limbah cair yang diproduksi diklasifikasikan sebagai sumber limbah titik. Di sisi lain, limbah cair alami diklasifikasikan sebagai sumber limbah non-titik.

Selain itu, jenis-jenis limbah cair bisa digolongkan berdasarkan pada :

  1. Sifat Fisika dan Sifat Agregat. Keasaman merupakan salah satu contoh sifat limbah yang dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik
  2. Parameter Logam, contohnya yaitu Arsenik (As) dengan metoda SSA
  3. Anorganik non Metalik, contohnya yaitu Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol
  4. Organik Agregat, contohnya yaitu Biological Oxygen Demand (BOD)
  5. Mikroorganisme, contohnya yaitu E Coli dengan metoda MPN
  6. Sifat Khusu, contohnya yaitu Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik
  7. Air Laut, contohnya yaitu Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA

Limbah Padat

Limbah padat ialah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah padat bisa dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yaitu dapat didaur ulang dan limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis.

Limbah padat dapat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Biasanya limbah domestik berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum.

Limbah padat biasanya dipecah menjadi beberapa jenis berikut:

  1. Limbah plastik. Ini terdiri dari kantong, wadah, botol, dan banyak produk lainnya yang dapat ditemukan di rumah Anda. Plastik tidak dapat terurai secara hayati, tetapi banyak jenis plastik yang dapat didaur ulang. Plastik tidak boleh dicampur dengan limbah biasa, itu harus disortir dan ditempatkan di tempat sampah yang berbeda.
  2. Limbah kertas/kartu. Ini termasuk bahan pembungkus, koran, kardus, dan produk lainnya. Kertas dapat dengan mudah didaur ulang dan digunakan kembali, jadi pastikan untuk menempatkannya di tempat sampah daur ulang.
  3. Kaleng dan logam. Ini dapat ditemukan dalam berbagai bentuk di rumah Anda. Sebagian besar logam dapat didaur ulang.
  4. Keramik dan gelas. Barang-barang ini dapat dengan mudah didaur ulang. Cari tempat sampah daur ulang dan bank botol khusus untuk membuangnya dengan benar.

Limbah gas dan partikel

Polusi udara merupakan tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah. Udara sebagai media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas atau yang dikenal dengan asap akan diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara.

Zat pencemar melalui udara dapat dibedakan menjadi dua yaitu partikel dan gas. Partikel merupakan butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air, debu, asap, kabut dan fume. Sedangkan pencemaran yang bentuknya gas hanya bisa dirasakan melalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung, misalnya SO2, NOx, CO, CO2, hidrokarbon dan lain-lain.

Limbah Organik

Limbah organik adalah rumah tangga yang berasal dari limbah makanan, limbah kebun, pupuk kandang. Seiring waktu, limbah organik diubah menjadi pupuk kandang oleh mikroorganisme. Namun, bukan berarti Anda dapat membuangnya di mana saja.

Limbah organik di tempat pembuangan akhir menyebabkan produksi metana, sehingga tidak boleh dibuang begitu saja dan dicampur dengan limbah lainnya. Contoh-contoh limbah organik misalnya dedaunan, kulit telur, kulit pohon, kotoran hewan, kotoran manusia, sisa-sisa sayuran, tulang hewan, dan lain-lain. Baca juga“Limbah Tahu“, Pengertian, Kandungan dan Dampak

Limbah Daur Ulang

Limbah daur ulang mencakup semua barang limbah yang dapat dikonversi menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Contoh limbah daur ulang yang berupa benda padat seperti kertas, logam, furnitur, dan sampah organik semuanya dapat didaur ulang.

Alih-alih membuang barang-barang ini dengan limbah biasa, yang kemudian berakhir di tempat pembuangan sampah, letakkan di tempat sampah daur. Jika Anda tidak yakin apakah suatu barang dapat didaur ulang atau tidak, lihat kemasannya atau diagram pada tutup tempat sampah Anda. Sebagian besar produk akan secara eksplisit menyatakan apakah dapat didaur ulang atau tidak.

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Penggolongan limbah dikatakan sebagai limbah B3 apabila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang memiliki sifat dan konsentrasi, baik langsung maupun tidak langsung, bisa merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.

Limbah B3 contohnya adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak dapat digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Sebagai contoh yaitu bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, pembersih, kamar mandi, pembersih lantai, pembasmi serangga, lem perekat, hair spray, batu baterai.

Karakteristik bahan-bahan yang dapat dikategorikan sebagai limbah B3 diantaranya yaitu mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, mengakibatkan infeksi, memiliki sifat korosif, dan lain-lain. Jika suatu bahan memiliki salah satu atau beberapa karakteristik tersebut saat diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

Demikianlah pembahasan secara lengkapnya mengenai pengertian limbah menurut para ahli, jenis, dampak, dan contohnya yang ada di lingkungan kita. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post