Pengertian Literasi, Jenis, Tujuan, Manfaat, Prinsip, dan Contohnya

Posted on

Literasi Adalah

Literasi merupakan kapasitas untuk berkomunikasi menggunakan tanda atau simbol tertulis, tercetak, atau elektronik untuk mewakili bahasa. Literasi biasanya dikontraskan dengan orality (tradisi lisan), yang mencakup serangkaian strategi untuk berkomunikasi melalui media lisan dan aural.

Namun, dalam situasi dunia nyata, mode melek komunikasi dan tradisi lisan hidup berdampingan dan berinteraksi, tidak hanya dalam budaya yang sama tetapi juga dalam individu yang sama. Dengan bahasa yang lebih sederhana, literasi dapat dikatakan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Tapi kini konsep literasi telah berkembang dalam makna. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang literasi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, tujuan manfaat, prinsip, dan contoh literasi.

Literasi

Konsep literasi berkembang di negara-negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk memasukkan keterampilan untuk mengakses pengetahuan melalui teknologi dan kemampuan untuk menilai konteks yang kompleks. Seseorang yang bepergian dan tinggal di negara asing tetapi tidak dapat membaca atau menulis dalam bahasa negara tuan rumah akan dianggap oleh penduduk setempat sebagai buta huruf.

Kunci keaksaraan adalah pengembangan membaca, pengembangan keterampilan yang dimulai dengan kemampuan untuk memahami kata-kata yang diucapkan dan memecahkan kode kata-kata tertulis, dan puncaknya adalam dalam memahami teks yang mendalam.

Pengembangan membaca melibatkan serangkaian dasar-dasar bahasa yang kompleks termasuk kesadaran akan bunyi ujaran (fonologi), pola ejaan (ortografi), makna kata (semantik), tata bahasa (sintaksis) dan pola pembentukan kata (arti morfologi), yang kesemuanya menyediakan kebutuhan platform untuk membaca kelancaran dan pemahaman.

Setelah keterampilan ini diperoleh, pembaca dapat mencapai literasi bahasa penuh, yang mencakup kemampuan untuk diterapkan pada analisis kritis materi cetak, inferensi dan sintesis; untuk menulis dengan akurasi dan koherensi; dan untuk menggunakan informasi dan wawasan dari teks sebagai dasar untuk keputusan dan pemikiran kreatif.

Pengertian Literasi

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Seiring perkembangannya, definisi literasi mengalami evolusi sesuai dengan tantangan zaman. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa dulu literasi didefinisikan sebagai kemampuan membaca dan menulis, tapi kni istilah Literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas, dan telah merambah pada praktik kultural yang berkaitan dengan persoalan sosial dan politik.

Dalam bukunya “The Literacy Wars” Ilana Snyder berpendapat bahwa “tidak ada satu pun, pandangan yang benar tentang literasi yang akan diterima secara universal. Ada sejumlah definisi yang bersaing, dan definisi ini terus berubah dan berkembang“.

Akan tetapi, pada hakikatnya, proses ber-literasi secara kritis dalam masyarakat yang demokratis dapat diringkas dalam lima verba: memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks. Semua itu merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.

Apabila dikaitkan dengan penggunaan bahasa, literasi memiliki tujuh dimensi, yaitu:

  1. Dimensi geografis meliputi daerah lokal, nasional, regional, dan internasional. Dalam hal ini literasi bergantung pada tingkat pendidikan dan jejaring sosial.
  2. Dimensi bidang meliputi pendidikan, komunikasi, administrasi, hiburan, militer, dan lain sebagainya. Literasi ini mencirikan tingkat kualitas bangsa dibidang pendidikan, komunikasi, militer, dan lain sebagainya.
  3. Dimensi ketrampilan meliputi membaca, menulis, menghitung, dan berbicara. Dalam hal ini literasi bersifat individu dilihat dari tampaknya kegiatan membaca, menulis, menghitung, dan berbicara. Dalam teradisi orang barat, ada tiga ketrampilan 3R yang lazim diutamakan seperti reading, writing, dan arithmetic.
  4. Dimensi fungsi, literasi untuk memecahkan persoalan, mendapatkan pekerjaan, mencapai tujuan, mengembangkan pengetahuan, dan mengembangkan potensi diri.
  5. Dimensi media, (teks, cetak, visual, digital) sesuai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, begitu juga teknologi dalam media literasi.
  6. Dimensi jumlah, kemampuan ini tumbuh karena proses pendidikanyang berkualitas tinggi. literasi seperti halnya kemampuan berkomunikasi bersifat relative.
  7. Dimensi bahasa, (etnis, lokal, internasional) literasi singular dan plural, hal ini yang menjadikan monolingual, bilingual, dan multilingual. Ketika seseorang menulis dan berlitersi dengan bahasa dearah, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, maka ia disebut seseorang yang multilingual.

Pengertian Literasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi literasi menurut para ahli, antara lain:

National Institute for Literacy

Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Definisi tersebut memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Berdasarkan definisi tersebut terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.

Education Development Center (EDC)

Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Tapi lebih dari itu, Literasi ialah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi meliputi semua kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

UNESCO

Literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, membuat, berkomunikasi, menghitung dan menggunakan bahan cetak dan tertulis yang terkait dengan berbagai konteks.

Literasi melibatkan kontinum pembelajaran dalam memungkinkan individu untuk mencapai tujuan mereka, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka, dan untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas mereka dan masyarakat yang lebih luas.

OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)

Literasi lebih dari sekedar membaca, menulis, dan berhitung. Ini bukan tentang melek atau buta huruf lagi, tetapi memiliki keterampilan yang memadai untuk tuntutan hari ini.

NAAL (Penilaian Nasional Literasi Dewasa)

Literasi menggunakan informasi cetak dan tertulis untuk berfungsi dalam masyarakat, untuk mencapai tujuan seseorang, dan untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi seseorang.

Proliterasi

Literasi adalah kemampuan membaca, menulis, menghitung, dan menggunakan teknologi pada tingkat yang memungkinkan seseorang untuk mencapai potensi penuhnya sebagai orang tua, karyawan, dan anggota masyarakat.

Jenis Literasi

Terdapat beragam macam literasi dalam kehidupan bermasyarakat, diantaranya adalah sebagai berikut;

Literasi Digital

Dewasa ini, buta huruf digital hampir sama melemahkannya dengan buta huruf tradisional. Perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan laptop telah meresapi setiap sudut kehidupan kita mulai dari pekerjaan hingga sekolah bahkan hubungan pribadi, dan bagian dari pendidikan yang menyeluruh mencakup kemampuan untuk menggunakan perangkat ini untuk mencapai berbagai tujuan.

Literasi Media

Pembuatan dan konsumsi media berubah dengan cepat. Seseorang yang “melek media” dapat beradaptasi dengan format komunikasi baru – baik itu pesan instan, komunitas online, blog, atau vlog – dan tahu bagaimana memilih media yang paling efektif untuk komunikasi dalam situasi apa pun.

Literasi Visual

Kita menerima lebih banyak informasi visual dibandingkan sebelumnya. Kemampuan untuk memahami – dan membuat – video, foto, infografis, dan visual lainnya telah menjadi penting untuk kehidupan sehari-hari dan dapat menunjang kesuksesan karier.

Literasi Data

Dengan alat dan pelatihan yang tepat, lebih mudah bagi siswa, orang tua, guru, kepala sekolah, dan mitra sekolah untuk membuat keputusan yang tepat. Apakah ini terlihat seperti siswa yang bertanggung jawab atas pertumbuhannya sendiri atau guru yang menunjukkan keterampilan khusus yang perlu ditingkatkan oleh siswa, literasi data dapat menyebabkan perubahan besar dalam pendidikan.

Literasi Game

Tidak akan sulit untuk meyakinkan siswa tentang manfaat literasi baru yang tidak konvensional ini. Permainan video online telah dikaitkan dengan skor di atas rata-rata dalam matematika, membaca, dan dalam arti literasi sains

Bahkan, untuk beberapa sekolah menggunakan permainan seperti Minecraft dan SimCity untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan motorik yang baik, kemampuan navigasi yang lebih baik, dan strategi pemecahan masalah. Selengkapnya, bacaPengertian Game Edukasi Menurut Para Ahli dan Contohnya 

Literasi Kesehatan & Keuangan

Tidak ada dua literasi yang berjalan beriringan seperti keduanya. Posisi keuangan yang kuat membuatnya lebih mudah untuk membuat pilihan yang sehat, dan kesehatan yang baik memungkinkan untuk melakukan kerja keras yang diperlukan untuk stabilitas keuangan.

Literasi Sipil dan Etis

Literasi sipil dan etis merupakan pasangan literasi yang kedua. Literasi sipil berarti memahami hak-hak dan tanggung jawab sebagai warga negara dan sadar akan peluang & jalur untuk terlibat. Literasi etis sampai pada seluk beluk – apa yang Anda lakukan ketika nilai-nilai tersebut bertentangan? Literasi ini memberdayakan orang untuk berpartisipasi dan memulai perubahan.

Literasi Berita

Pengalaman pembelajaran literasi berita yang kaya harus tersedia bagi siapapun, khususnya siswa agar dapat membantu mereka belajar tidak hanya bagaimana menemukan dan membaca berita, tetapi juga bagaimana memikirkannya dan mengevaluasinya.

Literasi Koding dan Komputasional

Beberapa literasi lebih diperdebatkan daripada coding literacy. Tidak, tidak setiap anak akan tumbuh menjadi pemrogram komputer, tetapi masing-masing dapat mengambil manfaat dari belajar untuk berpikir tentang bagaimana komputer dapat membantu memecahkan masalah-seperti. Kemampuan untuk memimpikan solusi sama berharganya dengan kemampuan untuk mengkodekannya.

Literacy Keaksaraan

Ini adalah keaksaraan sebagaimana yang kita pahami secara tradisional: membaca, menulis, dan membuat makna. Tidak peduli seberapa jauh kita memperluas definisi keaksaraan, keterampilan dasar ini masih merupakan fondasi di mana keterampilan lain dapat berkembang. Selengkapnya, baca; Pengertian Aksara dan Contohnya

Tujuan Literasi

Literasi memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu:

  1. Menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik.
  2. Menumbuhkan dan mengembangkan juga budaya literasi di sekolah maupun masyarakat.
  3. Dapat meningkatkan pengetahuan yang dimiliki dengan cara membaca segala macam informasi yang bermanfaat.
  4. Dapat  juga meningkatkan kepahaman seseorang didalam mengambil inti sari dari suatu bacaan.
  5. Mengisi waktu dengan literasi agar lebih berguna.
  6. Memberikan penilaian kritis pada karya tulis seseorang.
  7. Memperkuat nilai kepribadian dengan membaca dan menulis.

Manfaat Literasi

Selain tujuan literasi juga memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Menambah kosa kata.
  2. Mengoptimalkan kerja otak.
  3. Menambah wawasan dan informasi baru.
  4. Meningkatkan kemampuan interpersonal.
  5. Mempertajam diri didalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca.
  6. Mengembangkan kemampuan verbal.
  7. Melatih kemampuan berfikir dan menganalisa.
  8. Meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang.
  9. Melatih dalam hal menulis serta juga merangkai kata yang bermakna.

Prinsip-Prinsip Literasi

Beers (2009) mengemukakan beberapa prinsip literasi di sekolah yaitu sebagai berikut :

Program Literasi Yang Baik Bersifat Berimbang

Sekolah yang menerapkan prinsip tersebut maka akan menyadari bahwa siswa mempunyai kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, dibutuhkanlah berbagai strategi membaca serta juga variasi teks.

Diskusi dan Strategi Bahasa Lisan Sangat Penting

Dengan mengacu pada prinsip tersebut, siswa dituntut untuk mampu berdiskusi tentang informasi tertentu. Diskusi juga akan membuka kemungkinan adanya perbedaan pendapat yang diharapkan dapat mengungkapkan perasaan serta pendapatnya untuk bisa melatih kemampuan berfikir lebih kritis.

Program Literasi Berlangsung di Semua Kurikulum

Program literasi ditunjukan oleh semua siswa sehingga tidak bergantung pada kurikulum dan juga membiasakan kegiatan atau aktivitas literasi merupakan kewajiban guru semua mata pelajaran.

 Keberagaman Perlu Dirayakan di Kelas dan Sekolah

Para siswa itu disediakan buku-buku yang bertemakan kekayaan budaya negara Indonesia dalam upaya lebih menge nal budaya yang ada serta juga ikut dalam melestarikannya.

Contoh Gerakan Literasi

Berikut ini beberapa contoh gerakan literasi yang dapat diterapkan di sekolah, yaitu:

  1. Jadwal wajib ke perpustakaan
  2. Membaca buku non pelajaran sebelum proses belajar dimulai
  3. Membuat dinding motivasi di kelas

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian literasi menurut para ahli, jenis, tujuan manfaat, prinsip, dan contohnya di lingkungan masyarakat. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post