Pengertian Paragraf, Model dan Syarat Paragraf Lengkap

Diposting pada

indonesiastudents.com– Istilah paragraph pada hakekatnya berasal dari Bahasa Yunani paragraphos yang memiliki arti tertulis di samping. Adapun penyebutan lain atau nama lain dari paragraf, yakni alinea yang sering kita ulas sebagai bentuk batasan yang menandakan paragraf baru.

Pengertian Paragraf


Paragraf dapat diartikan sebagai bagian dari wacana yang mengandung satu ide pokok atau satu pikiran lengkap yang masih berkaitan dengan isi seluruh wacana yang terjadi, dari satu kalimat atau sekelompok kalimat yang berkaitan dan biasanya ditandai oleh baris pertama yang bentuknya menjorok ke dalam atau jarak spasi yang lebih dari tulisan selanjutnya.

Pengertian paragraf menurut para ahli, salah satunya Kridalaksana (2008) ialah bagian wacana yang mengungkapkan pikiran atau hal tertentu yang lengkap, tetapi yang masih berkaitan dengan isi seluruh wacana yang dituliskan, sehingga hal tersebut memungkinkan dapat terjadi dari satu kalimat atau sekelompok kalimat yang berkaitan.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian paragraf adalah suatu bagian bab dalam satu karangan yang mengandung satu ide pokok dan penulisannya yang dimulai atau diawali dengan garis baru

Setelah kita menelusuri berabagai pengertian paragraf, selanjutnya IndonesiaStduent.Com akan mengulas tentang model-model kepenulisan dalam paragraf.

Model Paragraf


Secara garis besar ada dua model paragraf, yakni sebagai berikut:

  1. Model balok, antar paragraf dipisahkan dengan jarak spasi berbeda, lurus seperti balok
  2. Model tekuk, dimana paragraf baru ditandai dengan baris pertama menjorok ke dalam 5 sampai 7 ketuk.

Agar lebih jelas tentang model paragraf tersebut, silahkan lihat gambar di bawah ini:

Adapun untuk syarat paragraf, yaitu sebagai berikut:

Syarat-Syarat Paragraf

Sebuah paragraf bisa dikatakan paragraf harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

Kesatuan (Unity)

Satu paragraf hanya membicarakan satu pokok permasalahan atau satu ide pokok. Seluruh kalimat penjelas harus menjelaskan atau mendukung ke satu ide pokok. Dengan kata lain kalimat penjelas harus padu atau koheren, kepaduan makna yang berhubungan dengan keutuhan isi. Kalimat penjelas yang tidak mendukung ide pokok disebut kalimat tidak koheren atau tidak padu alias sumbang ‘nggak nyambung’. Jika sebuah paragraf tidak memiliki kepaduan itu, pembaca akan bingung dan mengalami kesulitan untuk memahaminya karena tidak jelas ujung pangkalnya.

Kepaduan

Dalam satu paragraf, kalimat yang satu dengan lainnya harus berkaitan atau mempunyai kepaduan bentuk (kohesi). Apabila kepaduan makna berhubungan dengan isi, kepaduan bentuk berkaitan dengan penggunaan kata-katanya.
Agar paragraf padu secara bentuk dibutuhkan alat kekohesifan. Alat kekohesifan tersebut adalah kata yang mempunyai hubungan:

  • Leksikal: kohesi ditandai oleh pengulangan kata baik utuh maupun
    sebagian dan sinonim atau hiponim.
  • Penunjukkan: kohesi ditandai oleh kata tunjuk (itu, ini, yakni, yaitu, tersebut,
    berikut).
  • Pergantian: ditandai oleh kata ganti orang (ia, mereka, engkau, Anda).
  • Perangkaian: ditandai oleh kata dan, lalu, kemudian.
  • Perlawanan: ditandai oleh konjungsi antarkalimat (namun, sebaliknya, akan tetapi).

Bisa saja paragraf itu padu secara makna (koherensi), tetapi belum tentu paragraf itu padu secara kata (kohesi) bahkan sebaliknya. Paragraf yang baik adalah paragraf yang kohesi juga koherensi.

Baca: Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

Demikianlah ulasan mengenai pengertian paragraf, model kepenulisan paragraf, dan juga syarat-syarat paragraf. Semoga dapat membantu segala tugasmu dalam mengupas segala sesuatu tentang paragraf. Trimakasih, baca juga artikel lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *