Pengertian Peran, Jenis, Konsep, Struktur, dan Contohnya

Posted on

Peran Adalah

Seorang individu dalam masyarakat memiliki peran sosial yang berbeda. Peran sosial ditentukan oleh status sosial seseorang di dalam arti lembaga sosialnya. Peran sosial dan status sosial saling terkait satu sama lain. Jika status seseorang berubah di masyarakat, maka perannya juga akan berubah.

Seseorang dapat memegang status saudara laki-laki atau perempuan, putra atau putri, ayah atau ibu dalam keluarga. Namun, dia mungkin manajer atau pelayan publik atau mungkin genitor atau presiden negara di tempat kerja. Setiap status sosial membutuhkan serangkaian tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh seorang individu yang memegang status tertentu, yang dapat dikategorikan sebagai peran sosial.

Peran sosial dapat berubah seiring waktu, belum lama ini negara-negara barat maju memiliki budaya yang sama tetapi sekarang peran ibu tidak berbeda dari seorang ayah. Artikel ini akan mengulas tentang pengertian peran, jenis, konsep, struktur, dan contohnya, yang dalam hal ini secara spesifik yaitu terkait peran sosial.

Peran

Peran, dalam sosiologi diartikan sebagai perilaku yang diharapkan dari seorang individu yang menempati posisi atau status sosial tertentu. Peran adalah pola perilaku komprehensif yang diakui secara sosial, menyediakan sarana untuk mengidentifikasi dan menempatkan individu dalam masyarakat.

Ini juga berfungsi sebagai strategi untuk mengatasi situasi yang berulang dan berurusan dengan peran orang lain (misalnya peran orang tua-anak). Istilah yang dipinjam dari istilah dalam teater ini, menekankan perbedaan antara aktor dan bagian. Suatu peran tetap relatif stabil meskipun orang yang berbeda menduduki posisi tersebut.

Pengertian Peran

Dalam buku yang berjudul Teori Peran (Konsep, Derivasi dan Implikasinya), peran diartikan pada karakterisasi yang disandang untuk dibawakan oleh seorang aktor dalam sebuah pentas drama, yang dalam konteks sosial peran dapat didefinisikan sebagai suatu fungsi yang dibawakan oleh seseorang ketika menduduki suatu posisi dalam struktur sosial.

Peran seorang aktor merupakan batasan yang dirancang oleh aktor lain, yang kebetulan sama- sama berada dalam satu penampilan/unjuk peran (role perfomance).

Peran (juga peran atau peran sosial) adalah seperangkat perilaku, hak, kewajiban, kepercayaan, dan norma yang terhubung sebagaimana dikonseptualisasikan oleh orang-orang dalam situasi sosial. Sangat penting untuk memahami fungsionalis dan interaksionis masyarakat. Peran sosial mengemukakan hal berikut tentang perilaku sosial;

  1. Pembagian kerja dalam masyarakat mengambil bentuk interaksi di antara berbagai posisi khusus yang heterogen, kami sebut peran.
  2. Peran sosial termasuk bentuk perilaku dan tindakan yang sesuai dan diizinkan yang muncul dalam suatu kelompok, dipandu oleh arti norma sosial, yang umumnya diketahui dan karenanya menentukan harapan untuk perilaku yang sesuai dalam peran ini, yang selanjutnya menjelaskan tempat seseorang dalam masyarakat.
  3. Peran ditempati oleh individu, yang disebut aktor.
  4. Ketika individu menyetujui peran sosial (yaitu, mereka menganggap peran itu sah dan konstruktif), mereka akan dikenai biaya untuk menyesuaikan dengan norma-norma peran, dan juga akan dikenakan biaya untuk menghukum mereka yang melanggar norma-norma peran.
  5. Kondisi yang berubah dapat membuat peran sosial menjadi usang atau tidak sah, dalam hal ini tekanan sosial cenderung menyebabkan perubahan peran.
  6. Antisipasi imbalan dan hukuman, serta kepuasan berperilaku prososial, menjelaskan mengapa agen mematuhi persyaratan peran.

Pengertian Peran Menurut Para Ahli

Adapun definisi peran yang telah dikemukakan oleh para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Suhardono (1994)

Peran ialah patokan atau ukuran yang ada dalam kehidupan manusia sehingga berfungsi untuk membatasi perilaku dalam setiap posisi.

Poerwadarminta

Peran ialah suatu tindakan yang dilakukan seseorang berdasarkan peristiwa yang melatar belakanginya. Peristiwa tersebut bisa hal baik atau buruk sesuai dengan lingkungan yang sedang mempengaruhi dirinya untuk betindak.

Soekanto (2009)

Peran ialah suatu pekerjaan yang dilakukan dengan dinamis sesuai dengan status atau kedudukan yang disandang. Status dan kedudukan ini sesuai dengan keteraturan sosial, bahkan dalam keteruran tindakan semuanya disesuaikan dengan peran yang berbeda.

Riyadi (2002)

Peran ialah sebuah orientasi atau konsep yang terbentuk karena suatu pihak dalam oposisi sosial di kehidupan masyarakat. Hal tersebut didasari pada invidu dan alasan untuk melangsungkan tindakan yang diinginkan.

Mifta Thoha (2002)

Peran ialah serangkaian perilaku seseorang yang dilakukan berdasarkan dengan karakternya. Kondisi ini dapat dilatarbelakangi oleh psikologi seseorang setiap melakukan tindakan yang diinginakn, sesuai kata hatinya.

Katz dan Kahn

Peran ialah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan karakter dan kedudukannya. Hal tersebut di dasari pada fungsi-fungsi yang dilakukan dalam menunjukan kedudukan serta karakter kepribadian setiap manusia yang menjalankannya.

Linton

Istilah peran digunakan untuk menunjuk jumlah total dari pola budaya yang terkait dengan status tertentu. Dengan demikian termasuk sikap, nilai-nilai dan perilaku yang dianggap berasal dari masyarakat untuk setiap dan semua orang yang menempati status tersebut.

Sejauh ini mewakili perilaku terbuka dan peran mempunyai aspek dinamis status: apa yang harus dilakukan individu untuk memvalidasi pekerjaan status.

Ogburn dan Nimkoff

Peran diartikan sebagai seperangkat pola perilaku yang diharapkan secara sosial dan disetujui, yang terdiri dari tugas dan hak istimewa yang terkait dengan posisi tertentu dalam suatu kelompok.

Jenis Peran

Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa macam peran secara sosial yang dengan umumnya, hal ini bisa diidentifikasi atau dikenali dengan mudah. Macam-macam peran sosial tersebut, antara lain:

Peran ideal

Peran ideal yaitu sebuah peran yang diharapkan atau diinginkan oleh masyarakat luas pada status-status sosial tertentu. Peran sosial tersebut sangat melekat pada setiap orang yang mempunyai status sosial yang dipandang tinggi atau baik oleh masyarakat, misalnya pejabat, kepala desa, pelajar, mahasiswa, gutu, dan lainnya.

Peran yang diinginkan

Peran yang diinginkan yaitu peran sosial yang dianggap atau diharapkan oleh diri sendiri. Peran sosial tersebut berasal dari setiap pribadi masing-masing. Dimana setiap orang mempunyai keinginan atau harapan yang diinginkan dari dalam dirinya sendiri dan kelak akan dilakukan atau realisasikan.

Akan tetapi, peran ini memerlukan pertimbangan misalnya apakah peran tersebut sesuai dengan harapan masyarakat, apakah peran tersebut memperoleh pandangan baik bagi masyarakat, dan apakah peran sosial tersebut merusak pribadi individu tersebut, serta pertimbangan lainnya.

Peran yang dikerjakan

Peran yang dikerjakan yaitu peran sosial yang memang sudah selayaknya dikerjakan atau dilakukan oleh sesorang seperti dengan kenyataan atau kewajiban seseorang dengan status sosial yang sama seperti dia lakukan.

Peran tersebut juga merupakan gabungan dari peran yang diinginkan oleh orang lain, tapi juga peran yang diinginkan oleh diri sendiri. Pada kenyataannya, peran ini kadang bertentangan dengan keinginan diri sendiri. Beberapa orang akan melakukannya dengan lapang dada, tapi tidak banyak orang yang menentang atau tidak melakukan peran ini seperti yang diharapkan.

Macam Peran Menurut Para Ahli

Soerjono Soekamto juga mengemukakan terdapat 3 jenis peran, yaitu sebagai berikut;

Peran Aktif

Peran aktif yaitu peran seseorang seutuhnya selalu aktif dalam tindakannya pada suatu organisasi. Hal itu bisa dilihat atau diukur berdasarkan kehadiran dan kontribusinya terhadap suatu organisasi.

Peran Partisipasif

Peran partisipasif yaitu peran yang dilakukan seseorang yang didasarkan pada kebutuhan atau hanya pada saat tertentu saja.

Peran Pasif

Peran pasif yaitu peran yang tidak dilaksanakan oleh individu. Artinya, adalah peran pasif hanya digunakan sebagai simbol dalam kondisi tertentu di dalam kehidupan masyarakat.

Konsep Peran

Adapun konsep peran ialah sebagai berikut:

Persepsi Peran

Persepsi Peran ialah pandangan kita terhadap tindakan yang seharusnya dilakukan pada situasi tertentu. Persepsi tersebut didasarkan pada interpretasi atas sesuatu yang diyakini tentang bagaimana seharusnya kita berperilaku.

Ekspektasi Peran

Ekspektasi peran ialah sesuatu yang telah diyakini orang lain bagaimana seseorang seharusnya bertindak pada situasi tertentu. Sebagian besar perilaku seseorang dalam masyarakat ditentukan oleh peran yang didefinisikan dalam konteks dimana orang tersebut bertindak.

Konflik Peran

Ketika seseorang dihadapkan pada ekspektasi peran yang berbeda, maka akan menghasilkan konflik peran. Konflik peran akan muncul ketika seseorang sadar bahwa syarat satu peran lebih berat untuk dipenuhi ketimbang peran lain. Selengkapnya, bacaPengertian Konflik Interpersonal, Ciri, Tujuan, dan Contohnya

Struktur Peran

Secara umum, struktur peran bisa dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

Peran Formal

Peran formal adalah peran yang nampak jelas, yaitu berbagai perilaku yang bersifat homogen. Misalnya dalam keluarga, suami atau ayah dan istri atau ibu mempunyai peran sebagai provider (penyedia), pengatur rumah tangga, merawat anak, rekreasi, dan lain-lain.

Peran Informal

Peran informal adalah peran yang tertutup, yaitu suatu peran yang bersifat implisit (emosional) dan umumnya tidak terlihat di permukaan. Tujuan peran ini ialah untuk pemenuhan kebutuhan emosional dan menjaga keseimbangan dalam keluarga.

Contoh Peran

Berikut ini beberapa contoh peran sosial yang dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, antara lain:

  1. Seorang pelajar harus rajin belajar, disiplin, dan mempunyai sopan santun yang tinggi. Peran sosial ini merupakan salah satu contoh penerapan dari peran ideal yang biasa kita temui di masyarakat.
  2. Seorang manajer harus memiliki sifat yang disiplin dan tegas kepada staf nya sendiri, meskipun staf itu adalah kerabat dekatnya. Peran sosial ini merupakan contoh ketegangan peran yang terjadi di masyarakat.
  3. Seorang siswa merasa bingung karena di satu sisi ia ingin memberikan contekan pada temannya ketika ulangan, tapi ia juga ingin bersikap jujur ketika ulangan tersebut. Hal tersebut adalah salah satu contoh dari peran sosial dari konflik peran.
  4. Seorang Ayah harus memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anaknya serta melindungi anaknya dari bahaya yang ada. Ini merupakan salah satu contoh penerapan peran yang dikerjakan.
  5. Seorang anggota DPR harus memiliki sikap yang tegas, amanah, dan membela rakyat dalam bertugas. Peran sosial ini merupakan contoh dalam menerapkan peran ideal.

Nah, itulah tadi serangkaian penjelasan serta pengulasan terkait dengan pengertian peran menurut para ahli, macam, konsep, struktur, dan contohnya secara umum di masyarakat. Semoga artikel ini memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian, trimakasih.