Pengertian Potensi, Jenis, dan Contohnya

Posted on

Potensi Adalah

Anda bisa menggunakan kata potensi sebagai kata benda ketika Anda berbicara tentang kekuatan sesuatu. Anda bisa merujuk pada misalnya potensi obat atau potensi pemimpin politik. Potensi adalah pengukuran resmi dalam farmakologi, atau ilmu resep obat. Ini juga berguna untuk menggambarkan kekuatan atau otoritas seseorang atas orang lain.

Akar kata Latin dari potensi adalah “potential” yang artinya “kekuatan”. Pada dasarnya kata potensi bisa berlaku universal untuk merujuk pada kekuatan suatu objek, bukan hanya berkaitan dengan obat maupun kepemimpinan seseorang, misalnya kata potensi juga dapat digunakan dalam bidang pariwisata, yaitu potensi wisata. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang potensi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, dan contoh potensi.

Potensi

Jika dikaitkan dengan kepemilikan kekayaan, potensi dapat diartikan sebagai kekayaan yang dimiliki oleh setiap inividu, kelompok, atau negara dalam mendorong kemajuan bagi dirinya sendiri ataupun masyarakat dilingkungannya.

Potensi tersebut sangat diperlukan dalam menentukan kebijakan serta melakukan pembangunan. Dalam hal ini, potensi adalah bentuk keunggulan suatu wilayah untuk memajukan dirinya dalam bersaing serta melakukan nilai tawar yang tinggi di hadapan masyarakat lain.

Kata potensi dalam bidang pariwisata biasanya merujuk pada potensi wisata yang dimiliki oleh suatu objek wisata. Potensi wisata tersebut dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata, dan merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat.

Sedangkan jika kata potensi dikaitkan dengan kemampuan seseorang maka potensi merupakan kemampuan dasar yang dimiliki manusia untuk dikembangkan.

Pengertian Potensi

Dalam Bahasa Inggris, kata potensi disebut potency yang artinya “daya” atau potent yang artinya “keras” dan “kuat”. Potensi adalah  kekuatan,  kesanggupan, kemampuan, atau daya yang dimiliki seseorang.

Definisi potensi dalam Kamus Besar Bahasa Indoneisa yaitu suatu kemampuan yang memiliki berbagai kemungkinan atau harapan untuk dikembangkan lebih lanjut, baik itu berupa kekuatan, daya, ataupun kesanggupan yang diperoleh masyarakat secara langsung ataupun melalui proses yang panjang.

Akan tetapi, kekuatan,  kesanggupan, kemampuan, atau daya itu masih menjadi hal yang tersimpan, terpendam, atau tersembunyi atau belum dikembangkan menjadi suatu kecakapan atau keterampilan aktif yang menghasilkan karya atau kinerja.

Potensi seringkali disamakan atau diidentikkan dengan bakat atau pembawaan, sehingga tak  jarang dikatakan bahwa orang yang memiliki bakat (berbakat) merupakan orang yang potensial, atau orang yang potensial merupakan orang yang berbakat.dalam hal ini, potensi memang mirip dengan bakat, tapi ada perbedaannya yaitu bakat pada seseorang biasanya cenderung sudah terlihat tanda-tandanya sejak kecil.

Pengertian Potensi Menurut Para Ahli

Adapun definisi potensi menurut para ahli, antara lain:

Majdi (2007)

Potensi didefinisikan sebagai serangkaian kemampuan, kesanggupan, kekuatan, ataupun daya yang memiliki kemungkinan untuk dapat dikembangkan lagi menjadi bentuk yang lebih besar. Bentuk tersebut biasanya didapatkan melalui pembangunan untuk kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat.

Hafi Anshari (1986)

Potensi berkaitan erat dengan sifat terhadap bakat terpendam, atau mengenai kekuatan –kekuatan dalam bertindak di masa mendatang. Kekuatan tersebut dinilai penting lantaran dengan kekuatan yang baik setiap seseorang yang memiliki potensi akan bisa berjuang sekuat tenaganya.

Beirut (2002)

Potensi ialah serangkaian kemampuan mendasar bagi setiap manusia untuk dapat dikembangkan  dan dioptimalkan dengan sebaik mungkin. Pengotimalan ini dilakukan atau dilaksanakan melalui pekerjaan, usaha, dan arti pembangunan.

Endra K Pihadhi

Potensi merupakan suatu energi ataupun kekuatan yang masih belum digunakan secara optimal. Dalam hal ini potensi didefiniskan sebagai kekuatan yang masih terpendam yang bias berupa kekuatan, minat, bakat, kecerdasan, dan lain-lain yang masih belum digunakan secara optimal, sehingga manfaatnya masih belum begitu terasa.

Sri Habsari

Potensi ialah kemampuan maupun kekuatan pada diri yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan menjadi lebih baik dengan sarana dan prasarana yang tepat dan baik.

Wiyono

Potensi merupakan kemampuan dasar seseorang yang masih terpendam dan menunggu untuk dimunculkan sebagai kekuatan yang nyata. Dengan kata lain, potensi dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang masih terpendam dan siap untuk diwujudkan dan dapat digunakan dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Wikipedia

Poetensi didefinisikan sebagaisuatu kemampuan mengenai berbagai bentuk kekuatan, baik yang belum terwujud atau yang suda terwujud, sehingga dalam arti ini potensi pertu untuk dikelola secara maksimal oleh individu/masyarakat.

Collins Dictionary

Potensi adalah kekuatan dan pengaruh seseorang, tindakan, atau gagasan untuk memengaruhi kehidupan, perasaan, atau kepercayaan orang.

Merriam Webster

Potensi dapat diartikan sebagai;

  1. Kualitas atau keadaan menjadi kuat
  2. Kemampuan atau kapasitas untuk mencapai atau membawa hasil tertentu.

Jenis Potensi

Secara umum, potensi diri dapat dilkasifikasikan menjadi 3, yaitu:

Kemampuan Dasar

Kemampuan dasar adalah potensi yang berkaitan dengan logika yang di intelegensikan oleh setiap orang. Kemampuan dasar menjadi nilai yang lebih penting dan harus dijaga setiap manusia. Kemampuan dasar mencakup tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika, dan daya tangkap.

Etos Kerja atau Sikap Kerja

Etos kerja ialah potensi tentang ketekunan, ketelitian, dan efisiensi kerja yang dimiliki oleh setiap orang pada arti lingkungan kerjanya. Etos kerja tersebut berkaitan erat dengan kekuatan yang tidak bias diperjual belikan. Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang mengembangkan serta memerlukan potensi ini. Etos kerja meliputi ketekunan, ketelitian, tempo kerja, dan daya tahan terhadap tekanan.

Kepribadian

Kepribadian ialah salah satu jenis potensi yang merupakan suatu pola yang menyeluruh terhadap semua kemampuan, dan perbuatan, serta kebiasaan seseorang baik jasmaniah, rohaniah, emosional, maupun sosial yang ditata dengan cara khas di bawah aneka pengaruh dari luar. Kepribadian ini dapat menjadi ciri khas yang berbeda-beda tiap orang.

Kepribadian diwujudkan dalam bentuk tingkat laku menjadi manusia sebagaimana yang dikehendaki. Contoh kepribadian misalnya ikhlas, tulus, lincah, cerdas, dan lain sebagainya.

Potensi Diri Pada Manusia

Secara spesifik, untuk macam-macam potensi diri yang dimiliki manusia dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu:

Potensi fisik (psychomotoric

Potensi fisik (psychomotoric) yaitu potensi yang dimiliki seseorang dalam wujud  oragan fisik yang bisa digunakan dan diberdayakan dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup (dalam artian luas). Potensi fisik dapat berfungsi sesuai dengan jenisnya, seperti telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, tangan untuk bekerja, hidung untuk mencium bau dan menghirup udara (bernafas).

Potensi fisik bisa dikembangkan apabila dilatih dengan baik. Kemampuan yang dilatih secara terus-menerus dapat menjadi suatu kecakapan, keahlian, dan keterampilan dalam bidang tertentu, khusunya yang berkaitan dengan gerak, misalnya berolahraga, membuat kerajinan tangan, melukis, bermain musik, dan menari. Baca jugaPotensi Fisik Desa dan Potensi Non Fisiknya

Potensi mental intelektual (intellectual quotient atau IQ

Potensi mental intelektual (intellectual quotient)  merupakan potensi yang dimiliki seseorang dalam wujud kecerdasan otak (terutama otak kiri). Potensi ini dapat dikembangkan menjadi kecakapan untuk menghitung, menganalisis, membuat rencana, menyusun program dan sebagainya.

Potensi mental spiritual (spiritual quotient atau SQ

Potensi mental spiritual (spiritual quotient) merupakan potensi yang dimiliki seseorang dalam bentuk kecerdasan untuk berbuat kearifan. Dengan potensi ini manusia bisa menjadi pribadi yang utuh secara intelektual, emosional, dan spiritual.

Potensi ini dapat dikembangkan menjadi kecakapan religius yang menjadikan manusia beriman, bertakwa, dan berbuat baik terhadap sesama manusia dan lingkungan.

Potensi sosial emosional (emotional quotient atau EQ

Potensi social emosional (emotional quotient)  merupakan potensi yang ada pada diri seseorang dalam bentuk kecerdasan otak (terutama otak sebelah kanan). Potensi ini bisa dikembangkan menjadi kecakapan untuk mengendalikan emosi, motivasi, amarah, tanggungjawab, kesadaran diri, dan sebagainya.

Potensi ketahanan mental atau daya juang (adversity quotient atau AQ

Potensi ketahanan mental (adversity quotient) yaitu potensi pada diri seseorang yang berwujud kecerdasan dalam melakukan atau menghadapi suatu keadaan secara ulet, tangguh, dan berdaya juang tinggi. Potensi ketahanan mental sebagai salah satu faktor penentu teraihnya prestasi prestasi dan kesuksesan sebab menjadikan seseorang mampu untuk menghadapi berbagai hambatan dan kesulitan.

Dengan memiliki potensi ini, seseorang bisa mengubah berbagai tantangan dan rintangan menjadi peluang. Seorang ahli komunikasi dan organisasi, Paul G. Stoltz dalam bukunya berjudul “Adversity Quotient”, membedakan potensi daya juang seseorang dalam masyarakat menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Tingkat Quiters (orang yang berhenti). Quiters yaitu orang yang mempunyai potensi daya juang rendah. Saat menghadapi kesulitan hidup, dia akan berhenti dan langsung menyerah.
  2. Tingkat Campers (orang yang berkemah). Campers yaitu orang yang mempunyai potensi daya juang sedang. Dia merasa puas dan cukup terhadap sesuatu yang telah dia capai dan enggan untuk maju.
  3. Tingkat Climbers (orang yang mendaki). Climbers yaitu orang yang mempunyai potensi daya juang tinggi. Dengan mengandalkan kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki, dia bisa bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu menghadapi tantangan hidup.

Contoh Potensi

Contoh potensi diri misalnya ketika seseorang yang sedang melamar pekerjaan, ia akan ditanya terkait keunggulan yang dimilikinya.

Sifat keunggulan tersebut misalnya disiplin, dengan sikap disiplin seseorang mempunyai potensi yang lebih besar untuk diterima dalam pekerjaanya. Dengan sikap yang dimiliki tersebut biasanya lingkungan kerja suatu perusahaan akan menerima seseorang bekerja disana dengan mudah.

Nah, itulah tadi artikel yang membahas secara lengkapnya mengenai pengertian potensi menurut para ahli, jenis, dan contohnya secara umum di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui artikel ini memberikan referensi kepada pembaca. Trimakasih,

Rate this post