Pengertian Tradisi, Tujuan, Fungsi, Macam, dan Contohnya

Posted on

tradisi adalah

Tradisi adalah subjek studi di beberapa bidang akademik, terutama dalam ilmu sosial seperti antropologi, arkeologi, dan biologi. Konsep tradisi, sebagai gagasan berpegang pada masa sebelumnya, juga ditemukan dalam wacana politik dan filosofis. Sejumlah faktor dapat memperburuk hilangnya tradisi, termasuk industrialisasi, globalisasi, dan asimilasi atau marginalisasi kelompok budaya tertentu.

Menanggapi hal ini, upaya pelestarian tradisi kini telah dimulai di banyak negara di seluruh dunia, dengan fokus pada aspek-aspek seperti bahasa tradisional. Tradisi biasanya dikontraskan dengan definisi modernisasi dan harus dibedakan dari kebiasaan, konvensi, hukum, norma, rutinitas, aturan dan konsep serupa. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang tradisi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, tujuan, fungsi, macam, dan contoh tradisi.

Tradisi

Tradisi adalah kepercayaan atau perilaku yang diturunkan dalam suatu kelompok atau masyarakat dengan makna simbolis atau makna khusus berdasarkan asal-usulnya di masa lalu. Tradisi dapat bertahan dan berkembang selama ribuan tahun.

Ungkapan “menurut tradisi“, atau “oleh tradisi“, biasanya berarti bahwa informasi apa pun mengikuti tradisi lisan, tetapi tidak didukung oleh artefak fisik, atau bukti lainnya.

Pengertian Tradisi

Tradisi adalah elemen masyarakat, budaya dan keluarga yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini dapat berfungsi sebagai sarana untuk mentransfer pengetahuan, memberikan stabilitas dan menciptakan rasa memiliki dan pengalaman umum di antara kelompok.

Tradisi mungkin berusia ratusan atau bahkan ribuan tahun tetapi cenderung berubah sedikit dengan setiap generasi. Orang-orang juga dapat membangun tradisi baru dengan harapan mereka dapat bertahan di masa depan.

Pengertian Tradisi Menurut Para Ahli

Adapun definisi tradisi menurut para ahli, antara lain:

Van Reusen (1992:115)

Tradisi merupakan warisan atau norma adat istiada, kaidah-kaidah, harta-harta. Akan tetapi, tradisi bukanlah suatu yang tidak dapat dirubah. Justru tradisi adalah perpaduan dengan beragam perbuatan manusia dan di angkat dalam keseluruhannya.

Bastomi (1984:14)

Tradisi dapat dikataka sebagai roh dari sebuah kebudayaan, karena dengan adanya tradisi sistem kebudayaan akan menjadi kokoh. Apabila tradisi di hilangkan maka ada kemungkinan suatu kebudayaan akan berakhir saat itu juga. Setiap sesuatu yang menjadi tradisi seringkali telah teruji tingkat efektifitasnya dan tingkat efisiensinya. Efektifitas dan efisiensinya selalu mengikuti perjalanan perkembangan unsur kebudayaan itu.

Berbagai bentuk sikap dan tindakan dalam mengatasi persoalan tersebut apabila tingkat efektifitas dan efisiennya rendah akan segera di tinggalkan oleh pelakunya dan tidak akan menjadi sebuah tradisi. Suatu tradisi tentu saja akan pas dan cocok sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat yang akan mewarisinya.

Piotr Sztompka (2011:69-70)

Tradisi merupakan keseluruhan benda material dan gagasan yang berasal dari masa lalu tapi benar-benar masih ada kini, belum dihancurkan, dirusak atau dilupakan.

Shils (1981:12)

Tradisi ialah segala sesuatu yang disalurkan atau diwariskan dari masa lalu ke masa kini. Kriteria tradisi bisa lebih dibatasi dengan mempersempit cakupannya.

Coomans, M (1987:73)

Tradisi merupakan suatu gambaran sikap dan perilaku manusia yang sudah berproses dalam watktu lama dan dilakukan secara turun temurun dimulai dari nenek moyang. Tradisi yang telah membudaya akan menjadi sumber dalam berakhlak dan berbudi pekerti seseorang.

Soerjono Soekamto (1990)

Tradisi merupakan kegiatan yang kerapkali dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan secara langgeng (berulang-ulang) seperti halnya dengan arti upacara adat, dan lain sebaginya.

WJS Poerwadaminto (1976)

Tradisi dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut kehidupan dalam masyarakat yang dilakukan secara terus menerus, seperti adat, budaya di Indonesia, kebiasaan dan juga kepercayaan.

Baca juga;

  1. Pengertian Kebudayaan, Unsur, Sifat, dan Manfaatnya
  2. Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
  3. Proses Perubahan Sosial Budaya dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Tujuan Tradisi

Tradisi menjadi bagian penting dari budaya kita, karena tradisi membantu membentuk struktur dan fondasi keluarga dan masyarakat kita.

Selain itu, tradisi juga mengingatkan kita bahwa kita adalah bagian dari sejarah yang mendefinisikan masa lalu kita, membentuk siapa kita saat ini dan menjadi siapa kita nantinya. Terdapat beberapa tujuan penting dengan adanya tradisi, diantaranya yaitu:

  1. Tradisi menyumbangkan rasa nyaman dan memiliki. Ini menyatukan keluarga dan memungkinkan orang untuk berhubungan kembali dengan teman.
  2. Tradisi memperkuat nilai-nilai seperti kebebasan, iman, integritas, pendidikan yang baik, tanggung jawab pribadi, etos kerja yang kuat, dan nilai tidak mementingkan diri sendiri.
  3. Tradisi menyediakan forum untuk menampilkan model peran dan merayakan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.
  4. Tradisi menawarkan kesempatan untuk mengatakan “terima kasih” atas kontribusi yang telah dilakukan seseorang.
  5. Tradisi memungkinkan kita menunjukkan prinsip-prinsip Bapak Pendiri kita, merayakan keberagaman, dan bersatu sebagai sebuah negara.
  6. Tradisi berfungsi sebagai jalan untuk menciptakan kenangan abadi bagi keluarga dan teman-teman kita.
  7. Tradisi menawarkan konteks yang sangat baik untuk jeda dan refleksi yang bermakna.

Fungsi Tradisi

Selain memiliki tujuan yang penting dalam suatu definisi masyarakat, tradisi juga memiliki beberapa fungsi, antara lain;

  1. Sebagai penyedia fragmen warisan historis yang kita pandang bermanfaat. Tradisi yang seperti onggokan gagasan dan material yang bisa digunakan oleh orang dalam bertindak dan membangun masa depan berdasarkan pengalaman masa lalu. Contohnya yaitu peran yang harus diteladani (misalnya, tradisi kepahlawanan, kepemimpinan karismatis, orang suci atau nabi).
  2. Untuk memberikan legitimasi terhadap pandangan hidup, keyakinan, pranata dan aturan yang telah ada. Semua hal tersebut membutuhkan pembenaran agar bisa mengikat anggotanya. Contohnya yaitu wewenang seorang raja yang disahkan oleh tradisi dari seluruh dinasti terdahulu.
  3. Untuk menyediakan simbol identitas kolektif yang meyakinkan, memperkuat loyalitas primordial pada bangsa, komunitas dan kelompok. Contoh tradisi nasional misalnya dengan lagu, bendera, emblem, mitologi dan ritual umum.
  4. Untuk membantu menyediakan tempat pelarian dari keluhan, ketidakpuasan dan kekecewaan kehidupan modern. Tradisi yang mengesankan masa lalu yang lebih bahagia menyediakan sumber pengganti kebanggalan jika masyarakat berada dalam kritis.

Tradisi kedaulatan dan kemerdekaan di masa lalu dapat membantu suatu bangsa untuk bertahan hidup tatkala berada dalam penjajahan. Tradisi hilangnya kemerdekaan, cepat atau lambat dapat merusak sistem tirani atau kediktatoran yang tidak berkurang di masa kini.

Macam Tradisi

Berikut ini adalah jenis-jenis tradisi yang umum di masyarakat, diantaranya adalah sebagai berikut;

Mitos

Mitos merupakan sebuah kisah tradisional yang diceritakan kembali oleh generasi penerus untuk menyampaikan budaya atau pengetahuan. Adalah kekeliruan umum untuk berasumsi bahwa cerita yang tidak benar tidak dapat menyampaikan pengetahuan yang berharga. Mitos yang bertahan waktu biasanya memiliki beberapa pelajaran yang melekat atau menyampaikan karakter suatu budaya.

Bahasa

Bahasa berubah seiring waktu tetapi juga sangat terkait dengan masa lalu yang ditransfer dari generasi ke generasi. Ini dipandang sebagai elemen yang sangat penting dari suatu budaya sehingga suatu budaya dapat binasa jika bahasa tidak berhasil ditransfer ke suatu generasi.

Pengetahuan

Ucapan dan ungkapan tradisional yang menyampaikan pengetahuan, seringkali menyerupai filsafat. Misalnya, bahasa Jepang “ichigo ichie”, diterjemahkan “satu kehidupan, satu pertemuan” Ini kira-kira setara dengan bahasa Inggris “kadang-kadang Anda hanya mendapatkan satu kesempatan“.

Norma

Norma tradisional seperti menjaga kontak mata dalam situasi sosial.

Etiket

Norma yang tepat yang berhubungan dengan kesopanan. Sebagai contoh, seorang konduktor dari sebuah orkestra membungkuk di akhir pertunjukan dan para penonton serta orkestra bertepuk tangan. Orkestra biasanya melakukan ini menggunakan instrumen mereka karena tangan mereka tidak bebas. Kondektur kemudian meminta orkestra untuk berdiri sehingga penonton dapat memuji para musisi.

Kepercayaan

Kepercayaan atau keyakinan tradisional adalah keyakinan yang diturunkan dari masa lalu. Ini dapat memandu pemikiran modern atau dapat dinilai sebagai elemen budaya. Sebagai contoh, “Kami” adalah konsep Shinto Jepang yang dapat diterjemahkan sebagai “roh” Secara tradisional, semua hal dipandang memiliki kekuatan termasuk batu, tempat, hewan, tumbuhan, dan kekuatan alam.

Ritual

Ritual adalah kegiatan yang dilakukan dengan tekun dan hormat karena memiliki makna bagi orang yang mengikutinya.

Makanan

Tradisi terkait dengan produksi, persiapan dan apresiasi makanan. Tradisi makanan mendapatkan rasa hormat dari waktu ke waktu sehingga makanan tradisional biasanya dipandang sebagai nilai yang jauh lebih tinggi daripada makanan inovatif seperti makanan yang enak.

Pakaian

Pakaian dikenal dengan laju perubahannya yang cepat karena gaya yang silih berganti pada berbagai musim. Pakaian tradisional biasanya berperan sebagai pakaian formal, pakaian profesional seperti seragam dan dalam upacara.

Misalnya, kimono Jepang adalah pakaian formal yang sering digunakan dalam upacara seperti upacara minum teh atau pernikahan Shinto.

Gaya hidup

Gaya hidup adalah cara hidup. Seperti halnya pakaian, gaya hidup cenderung berubah dengan setiap generasi. Namun, beberapa orang mempertahankan gaya hidup tradisional yang tidak berubah selama berabad-abad atau lebih lama. Juga umum bagi orang-orang dengan gaya hidup modern untuk menggabungkan unsur-unsur tradisional. Misalnya, berlatih seni bela diri tradisional seperti Tai Chi.

Contoh Tradisi

Berikut beberapa contoh tradisi yang ada di Indonesia;

Balimau

Balimau merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sumatera Barat dalam meyambut bulan suci ramadhan. Balimau dalam bahasa Minangkabau artinya mandi disertai keramas.

Tradisi tersebut merupakan lambang pembersihan diri sebelum mulai berpuasa. Balimau pun dilakukan secara beramai-ramai. Tradisi ini bisa dilakukan di sungai, danau ataupun kolam. Siapapun dapat mengikuti, dari yang mudah sampai yang tua, laki-laki ataupun perempuan.

Ritual Tiwah

Ritual Tiwah merupakan tradisi yang dilakukan oleh orang Kalimantan Tengah yang diperuntukkan khusus bagi orang yang sudah lama meninggal. Upacara Tiwah biasanya dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung.

Ritual tersebut bertujuan untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu, ritual tersebut juga memiliki tujuan untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan.

Tabuik

Kata Tabuik berasal bahasa Arab yang artinya mengarak. Tradisi tersebut dilakukan oleh masyarakat di Pantai Barat, Sumatera Barat. Upacara tabuik dilaksanakan setiap hari Asyura yang tepatnya jatuh pada tanggal 10 Muharram, sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW.

Nah, itulah penjelasan secara lengkap mengenai pengertian tradisi menurut para ahli, tujuan, fungsi, macam, dan contohnya yang ada di Indonesia secara umum. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada pembaca sekalian, trimakasih.