Pengertian Museum, Sejarah, Ciri, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Posted on

Museum Adalah

Museum merupakan sebuah bangunan atau tempat di mana karya seni, spesimen ilmiah, atau benda lain yang bernilai permanen disimpan dan dipajang. Objek-objek tersebutlah yang biasanya disimpan dalam museum. Pembangunan museum di masa modern bertujuan mengumpulkan, melestarikan, menafsirkan, dan menampilkan benda-benda yang memiliki arti artistik, makna kebudayaan, atau ilmiah untuk pendidikan masyarakat.

Dari sudut pandang pengunjung atau komunitas, tujuannya juga dapat bergantung pada sudut pandang seseorang. Bagi seorang professional museum, sebuah museum dapat dilihat sebagai cara untuk mengedukasi masyarakat tentang misi museum, seperti hak-hak sipil atau lingkungan. Museum berperan penting sebagai gudang pengetahuan. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang museum, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, sejarah, ciri, jenis, fungsi, dan contoh museum.

Museum

Museum adalah lembaga yang peduli (melestarikan) koleksi artefak dan benda-benda lain yang memiliki kepentingan artistik, budaya, sejarah, atau ilmiah. Banyak museum publik menyediakan barang-barang ini untuk dilihat publik melalui pameran yang mungkin permanen atau sementara.

Museum terbesar terletak di kota-kota besar di seluruh dunia, sementara ribuan museum lokal ada di kota-kota kecil dan daerah pedesaan. Museum memiliki berbagai tujuan, mulai dari melayani peneliti dan spesialis hingga melayani masyarakat umum.

Pengertian Museum

Museum adalah institusi legal yang berupaya untuk menjadi pelayan sekaligus dipergunakan untuk mengembangkan pengetahunan masyarakat, baik dalam mempelajari, mengawetkan, melakukan penelitian, penyampaian informasi, media rekreasi, dan penyimpanan asset-aset berharga tentang masa lalu.

Pengertian Museum Menurut Para Ahli

Adapun definisi museum menurut para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut;

Ambrose dan Crispin (1993)

Museum ialah bagian dari pranata sosial dalam masyarakat, sebab museum dapat digunakan sebagai wahana dalam memberikan pengetahuan,  pendidikan, dan perkembangan kepada setiap masyarakat melalui sistemasi komunitas atau publik.

ICOM  (International  Council  of  Museum)

Museum merupakan sutau lembaga  yang mempunyai sifat tetap, karena museum tidak mencari keuntungan dari masyarakat dan terbuka untuk umum.

Association of Museum (1998)

Museum merupakan suatu badan yang bersifat legal dalam mengumpulkan, menyelamatkan atau meneriam artefak sejarah manusia, yang dipergunakan untuk meningkatkan serta mengingat segala kejadian serta fenomena alam yang dialami oleh negara dan dunia.

Sejarah Museum

Kata “Museum” berasal dari Bahasa Latin, yaitu jika jamak disebut sebagai “museum” (atau jika tunggal disebut “musea“). Kata ini Yunani Kuno (Mouseion), yang menunjukkan tempat atau kuil yang didedikasikan untuk sembilan Dewi Muses, anak-anak Dewa Zeus yang melambangkan ilmu dan kesenian.

Bangunan lain yang diketahui memiliki hubungan dengan sejarah museum ialah bagian kompleks perpustakaan yang dibangun khusus untuk seni dan sains, terutama filsafat dan riset di Alexandria oleh Ptolemy I Soter pada tahun 280 SM.

Museum mengalami perkembangan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Manusia pun semakin memerlukan bukti-bukti otentik mengenai catatan sejarah kebudayaan.

Di Indonesia, museum yang pertama kali dibangun ialah Museum Radya Pustaka. Selain itu dikenal pula Museum Gajah yang dikenal sebagai museum yang memiliki koleksi terlengkap di Indonesia. Selain itu, di Indonesia ada pula Museum Wayang, Persada Soekarno, Museum Tekstil serta Galeri Nasional Indonesia yang secara khusus menyajikan koleksi seni rupa modern Indonesia.

Pada awalnya, museum dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan koleksi milik individu, keluarga atau institusi kaya. Benda-benda yang disimpan biasanya berupa karya seni dan benda-benda yang langka, atau kumpulan benda alam dan artefak arkeologi.

Ciri Museum

Terdapat beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang karakteristik museum, misalnya dalam hal manajemen museum, diantaranya yaitu:

  1. Museum ini biasanya dijalankan oleh seorang direktor, yang memiliki staf kuratorial yang peduli pada benda-benda dan mengatur tampilan mereka. Museum besar sering kali memiliki divisi atau lembaga penelitian, yang sering terlibat dengan studi yang berkaitan dengan barang-barang museum, serta departemen pendidikan, yang bertugas memberikan interpretasi materi kepada masyarakat umum. Direktur biasanya melapor ke badan yang lebih tinggi, seperti departemen pemerintahan atau dewan pengawas.
  2. Objek atau barang koleksi di museum dapat diperoleh dengan berbagai cara. Baik museum itu sendiri atau lembaga terkait dapat mengatur ekspedisi untuk mendapatkan lebih banyak barang atau dokumentasi untuk museum. Museum juga dapat membeli atau memperdagangkan artefak, atau menerimanya sebagai sumbangan atau warisan.
  3. Museum yang lebih besar mungkin memiliki “Departemen Akuisisi” yang stafnya terlibat penuh waktu dalam kegiatan ini. Sebagian besar museum memiliki kebijakan koleksi untuk membantu memandu apa yang ada dan tidak termasuk dalam koleksi.
  4. Museum sering bekerja sama untuk mensponsori pameran bersama, sering bepergian, pada subjek tertentu ketika satu museum mungkin tidak dengan sendirinya memiliki koleksi yang cukup besar atau penting. Pameran ini memiliki keterlibatan terbatas dan seringkali bergantung pada biaya masuk tambahan dari publik untuk menutup kekurangan biaya.

Jenis Museum

Terdapat beragam macam bentuk museum, dari koleksi yang sangat besar di kota-kota besar, yang mencakup banyak kategori hingga museum yang sangat kecil yang mencakup lokasi tertentu secara umum, atau subjek tertentu.

Kategori yang dimaksud dalam hal ini adalah koleksi museum termasuk: seni rupa, seni terapan, kerajinan, arkeologi, antropologi dan etnologi, sejarah, sejarah budaya, sejarah militer, sains, teknologi, museum anak-anak, sejarah alam, ilmu pengetahuan tentang numismatik, kebun botani dan zoologi, dan filateli.

Ada beberapa klasifikasi jenis-jenis museum, diantaranya yaitu:

Klasifikasi Museum Menurut ICOM

Adapun macam mesium menurut ICOM ini, antara lain sebagai berikut;

Museum sejarah dan Arkeologi (Archeologi and History Museum)

Museum sejarah mencakup pengetahuan tentang sejarah dan relevansinya dengan masa kini dan masa depan. Beberapa mencakup aspek khusus sejarah atau lokalitas tertentu. Museum-museum semacam itu berisi berbagai objek, termasuk dokumen, artefak, seni, benda-benda arkeologi. Museum barang antik mengkhususkan diri dalam temuan arkeologi.

Musium Seni (Art Museum)

Museum seni, juga dikenal sebagai galeri seni, adalah ruang untuk pameran seni, biasanya seni visual, terutama lukisan, ilustrasi, dan patung. Koleksi gambar dan cetakan tua sering tidak dipajang di dinding, tetapi disimpan di ruang cetak. Mungkin ada koleksi seni terapan, termasuk keramik, logam, furnitur, seni buku, dan jenis objek lainnya.

Museum Sains dan Teknologi (Science and Technology Museum)

Museum sains dan pusat teknologi berputar di sekitar keajaiban ilmiah dan sejarahnya. Untuk menjelaskan penemuan yang rumit, kombinasi demonstrasi, program interaktif dan media yang merangsang pemikiran. Beberapa museum mungkin memiliki pameran tentang topik-topik seperti komputer, penerbangan, fisika, astronomi, dan kerajaan hewan.

Museum Ilmu Alam (Natural History Museum)

Museum ilmu alam biasanya memamerkan karya dunia alami. Fokusnya terletak pada alam dan budaya. Pameran dapat mendidik massa tentang dinosaurus, sejarah kuno, dan antropologi. Evolusi, masalah lingkungan, dan keanekaragaman hayati adalah area utama di museum ilmu pengetahuan alam.

Museum Nasional (Ethnographical Museum)

Museum nasional adalah museum yang dikelola oleh negara. Di banyak negara itu menunjukkan sebuah museum yang dijalankan oleh pemerintah pusat, dan sering terbatas pada beberapa museum, kebanyakan di ibukota, sementara museum lainnya dijalankan oleh pemerintah daerah atau lokal, atau yayasan.

Museum Khusus (Specialized Museum)

Specialized museum atau museum khusus yaitu museum yang umumnya dikhususkan untuk satu benda khusus tertentu yang mukin berbeda dari kelima jenis museum sebelumnya. Ditinjau dari segi koleksinya, museum khusus terdiri atas kumpulan bukti material manusia atau lingkungannya yang berkaitan dengan satu cabang seni, satu cabang ilmu atau satu cabang teknologi.

Klasifikasi Museum Berdasarkan Penyelenggaranya

Adapun berdasarkan penyelenggara, macam musium antara lain sebagai berikut;

  1. Museum Pemerintah, ialah museum yang diselenggarakan dan dikelola oleh pemerintah baik pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
  2. Museum Swasta, ialah museum yang didirikan dan diselenggarakan oleh perseorangan.

Klasifikasi Museum Berdasarkan Tingkatan Koleksinya

Berdasarkan pada tingkatan koleksi, bentuk mesium terbaik atas;

  1. Museum Nasional, ialah museum yang mempunyai benda koleksi dalam taraf nasional atau dari berbagai daerah di Indonesia.
  2. Museum Regional, ialah museum yang benda koleksinya terbatas dalam lingkup daerah regional.
  3. Museum Lokal, ialah museum yang benda koleksinya hanya terbatas pada hasil budaya daerah tersebut.

Fungsi Museum

Museum memiliki tugas dan fungsi seperti yang disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995: dalam Pedoman Museum Indoneisa, 2008, tugas museum adalah untuk menyimpan, merawat, mengamankan dan memanfaatkan koleksi museum berupa benda cagar budaya.

Berdasarkan tujuan tersebut, museum memiliki dua fungsi besar yaitu;

Sebagai tempat pelestarian

Untuk melaksanakan fungsinya sebagai tempat pelestarian, kegaiatan yang harus dilakukan di museum yaitu sebagai berikut:

  1. Penyimpanan, yang mencakup kegiatan pengumpulan benda untuk menjadi koleksi, pencatatan koleksi, sistem penomoran dan penataan koleksi.
  2. Perawatan, yang mencakup kegiatan mencegah dan menanggulangi kerusakan koleksi.
  3. Pengamanan, yang mencakup kegiatan perlindungan untuk menjaga koleksi dari gangguan atau kerusakan oleh faktor alam dan ulah manusia.

Sebagai sumber informasi

Untuk melaksanakan fungsinya sebagai sumber informasi, kegaiatan yang harus dilakukan di museum yaitu sebagai berikut:

  1. Penelitian, dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Penyajian harus tetap memperhatikan aspek pelestarian dan pengamanannya.

Selain fungsi-fungsi yang telah disebutkan di atas, ada pula fungsi museum sebagaimana yang disampaikan oleh ICOM yang meliputi 9 fungsi yang disebut dengan Nawa Darma, yaitu:

  1. Tempat pengumpulan dan pengaman warisan budaya dan alam.
  2. Tempat dokumentasi dan penelitian ilmiah.
  3. Konservasi dan preservasi.
  4. Media penyebaran dan penyerataan ilmu untuk umum.
  5. Tempat pengenalan dan penghayatan kesenian.
  6. Visualisasi warisan budaya dan alam.
  7. Media perkenalan budaya antar daerah dan antar bangsa.
  8. Cermin pertumbuhan peradaban umat manusia.
  9. Pembangkit rasa bertaqwa dan bersyukur kepada Tuhan YME.

Contoh Museum

Berikut ini beberapa contoh museum yang terkenal di seluruh dunia, antara lain:

Museum Nasional Bahrain

Museum Nasional Bahrain merupakan museum publik terbesar dan salah satu tertua di Bahrain, Arab. Museum ini memiliki kumpulan koleksi tentang sejarah artistik, alami, dan kondisi fisik serta rakyat Bahrain.

British Museum

British Museum terletak di London, Inggris. Ini adalah salah satu museum terbesar di dunia tentang sejarah dan budaya manusia.

Museum Mesir

Museum Mesir terletak di Kairo. Ini didirikan pada tahun 1835 dan berisi lebih dari 120.000 benda bersejarah, yang berasal dari era pra-sejarah.

Gemäldegalerie Alte Meister

Museum ini terletak di Dresden, Jerman, yang dikenal dengan koleksi sejarah seni, musik, dan sastra.

Guggenheim Museum

Guggenheim Museum terletak di New York City, Amerika Serikat, yang berupaya mempromosikan apresiasi dan pemahaman seni kontemporer dan seniman.

Louvre Museum

Louvre Museum terketak di Paris, Prancis. Ini didirikan pada 1793 dan pada prinsipnya bertanggung jawab atas konservasi, perlindungan, pemulihan, dan pengembangan kekayaan seni nasional Prancis.

Museum Nasional New Delhi

Museum ini terletak di New Delhi, India, memiliki lebih dari 200.000 karya seni yang mencakup lebih dari lima ribu tahun peninggalan budaya India.

Museum Seni dan Sejarah Shanghai

Museum Seni dan Sejarah di Shanghai, Cina menyimpan banyak harta artistik dari dinasti kuno.

Museum Afrika Selatan

Museum Afrika Selatan di Cape Town, Afrika Selatan adalah museum sains yang menampung lebih dari satu setengah juta spesimen ilmiah untuk studi dan pengamatan publik.

Museum Sejarah Alam Swedia

Museum Sejarah Alam Swedia terletak di Stockholm, Swedia, berupaya menunjukkan kepada publik keseimbangan alam dan lingkungan melalui perspektif holistik.

Museum Seni Tokugawa

Museum Seni Tokugawa di Nagoya, Jepang adalah museum bersejarah yang terkenal dengan artefaknya sejak abad kedua belas.

Museum Nasional Jakarta

Meskipun ini tidak termasuk kategori museum yang terkenal di dunia, tapi Museum Nasional Jakarta yang berada di pusat ibu kota Jakarta ini adalah museum terbesar di Indonesia.

Museum ini dikenal juga sebagai Museum Gajah, sebab keberadaan patung gajah perunggu pemberian Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Museum dengan gaya Eropa tersebut menyimpan sekitar 141 ribu benda-benda sejarah dan prasejarah dari berbagai periode.

Nah, demikianlah tadi penjelasan secara lengkapnya mengenai materi pengertian museum menurut para ahli, sejarah, ciri, jenis, fungsi, dan contohnya di Indonesia/dunia. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan terkait dengan museum. Trimakasih,

Rate this post