(Terlengkap) Pengertian Teori Administrasi Negara, Klarifikasi, dan Sifatnya

Posted on

Teori Administrasi Negara Ulasan yang akan dibagikan pada artikel adalah seputar administrasi negara. Berupa pengertian teori administrasi negara, klarifikasi, dan sifatnya. Hal ini barangkali sangat penting bagi sispapun, baik mahasiswa, akademisi, atau orang yang sedang mencari referensi pengertian adminsitrasi negara, klarifikasi teori administrasi negara, dan sifat administtasi negara.

Akan tetapi sebelum mengulas lebih dalam tentang hal tersebut, penting dan perlu pembaca IndonesiaStudent untuk bersama-sama menyamakan persepsi tentang Pengertian Teori. Agar sekiranya apa yang disampaikan dapat masuk dan mengena kepada pembaca.

Pengertian Teori


Teori merupakan penjelasan fenomena-fenomena yang digambarkan serta didukung oleh bukti-bukti untuk mempertkuat fenomena tersebut. Dalam ilmu fisika teori adalah pengujian yang ketat oleh para ahli (teorema) mengenai hipotesis yang dapat di opservasi dan sebanding. Setelah di uji dan diverifikasi maka hasil tersebut akan membentuk dasar teori, pernyataan atau representasi dari realitas. Kemudian hasil tersebut dijadikan panduan untuk melakukan tindakan.

Pengertian Teori Administrasi Negara


Teori dalam bidang ilmu Sosial dan administrasi negara berarti pemesanan bahan yang bersifat faktual seperti cara, kasus, pendapat, observasi dan langkah-langkah yang dapat menjelaskan pemahaman.

Pemahaman dalam administrasi negara sebaiknya bersifat objektif, namun sebagian justru bersifat subjektif. Ilmu ini didasarkan pada perilaku sosial, perilaku organisasi, pola komunikasi, sistem politik dan perilaku, serta budaya. Dalam teori administrasi negara observasi merupakan dasar dari semua tidakan yang akan diambil.

Pengertian Teori Administrasi Negara Menurut Ahli

Pengertian teori administrasi negara sebenarnya sangat banyak dijelaskan oleh beberapa ahli, salah satu ahli yang menjelaskan pengertian teori Administrasi Negara adalah Dwight Waldo (1946), menurutnya teori administrasi negara juga merupakan teori politik. Praktek administrasi negara adalah dimana biaya dan manfaat yang berbasis di alam dan usaha dialokasikan di antara warga negara melalui otoritas negara. Dengan kata lain negaralah yang menyediakan atau memenuhi semua kebutuhan warga negaranya. Teori yang ketiga ini sering mengguanakan definisi dari kedua teori di atas.

Dalam pengertian teori administrasi negara tersebut dapat dikatakan bahwa teori administrasi negara bukan hanya sekedar bagaimana ketatnya pengukuran dan tepatnya pengamatan. Namun lebih dari itu adalah untuk menetukan tidakan yang akan dilakukan oleh negara.

Klasifikasi Teori Administrasi Negara

Dalam administrasi negara, ada sebagian orang akan mengatakan masih pada dua posisi dasarnya yang sama tentang teori empiris: yang pertama yaitu, klasik atau tadisional adalah administrasi negara melibatkan tujuan dan otoritas. Dalam isu-isunya tujuan manusia yang bersifat kolektif, kebijaksanaan, dan intuisi yang dapat dikatakan sebagai tindakan yang lebih penting dan sering kali dalam prakteknya banyak elemen administrasi negara yang subjektif. Teori ini berpendapat bahwa dengan menjadi lebih ilmiah, maka administrasi negara akan lebih jauh dari pertanyaan-pertanyaan besar tentang benar dan salah.

Kemuadian teori Ilmiah atau perilaku mengambil posisi positif dalam perilaku kolektif manusianya cukup untuk membenarkan pencarian, pengakuan ketat, klasifikasi, dan penggambaran urutan itu. Isu-isu etika, moralitas dan kebijaksanaan merupaka variabel perilaku yang tidak melampaui jangkauan teori yang diperoleh secara implisit.

Sifat Administrasi Negara

Sejauh teori administrasi negara juga teori politik, aplikasi administrasi negara teori selalu sulit, terutama dalam konteks pemerintahan yang demokratis. Dengan terus berkembangnya teori-teori administrasi negara – semakin  canggih dan dapat diandalkan, dan dengan demikian memegang beberapa janji dan terus membuat kontribusi penting untuk efektivitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. Dan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa administrasi negara memiliki kecenderungan bersifat subjektif karena selalu ada kepentingan dan otoriter.

Demikianlah pengertian teori administrasi negara, klarifikasi, dan sifatnya. Semoga artikel ini dapat membantu kepada sispapun yang sedang mencari referensi atau bahan bacaan seputar administrasi negara. Jangan lupa baca artikel lainnya:

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *