8 Macam Metode Agama dalam Perspektif Sosiologi

Diposting pada

Metode Sosiologi Agama

Sebagai upaya melihat agama dari beragam bentuk kacamata disiplin ilmu beberapa ahli sejatinya telah banyak mengemukaan beberapa metode. Begitu pula dengan ahl sosiologi, dapat menggunakan 8 pendekatan atau metode untuk mencapai analisa sosiologi secara lugas dan jelas.

8 bentuk metode agama dalam persefektif sosiologi ini akan jabarkan satu persatu, sesuai dengan pendekatan yang dimiliki. Semoga dengan adanya informasi ini minimal bisa menambah wawasan bagi siapapun yang ingin melihat arti agama dalam perspektif sosiologi.

Agama dalam Perspektif Sosiologi

Bahasan terkait dengan sosiologi agama dalam pandangan sosiologi tidak terlepas daripada karya max weber yang memberikan penjelasan sekaligus pengulasan secara lengkap tentang kaidah apa saja dalam mempengaruhi spiritualisme seseorang untuk melakukan bentuk tindakan sosial tertentu.

Macam Metode Pendekatan Agama Sosiologi

Agama dalam perspektif Sosiologi adalah sebagai berikut;

  1. Pendekatan Evolusionistik

Selama masa ini, teolog dan filsuf mengalami metamorphosis menjadi ilmuwan. Mereka percaya bahwa sosiologi akan berperan sebagai perekayasa sosial dan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan sosial. Hukum sosial harus secara gradual diekspos dan masyarakat dengan demikian dapat diorganisasi berdasarkan kebenaran pengetahuan.

  1. Pendekatan Fungsionalistik

Pendekatan fungsionalistik diinisiali oleh Durkheim. Menekan pada fungsi agama dalam masyarakat. Agama sebagai institusi sosial mempunyai fungsi bagi masyarakat sebagai kohesi dan solidaritas sosial.

  1. Pendekatan Konflik

Dalam pendekatan konflik, dipelopori oleh Karl Marx. Ia mengungkapkan fungsi negative agama. Agama diangganya opium (candu), yakni sebagai alat yang digunakan penguasa untuk melegalkan tindakan eksploitasinya.

  1. Pendekatan Kultural

Pendekatan cultural dipelopori oleh Pierre Bourdieu, konsepnya yang terkenal adalah “religious capital”. Ia menganalisis teori Max Weber tentang agama. Menurut Bordieu, interaksi-interaksi simbolis yang terjadi dalam agama merupakan akibat dari kepentingan-kepentingan agama.

Kompetisi untuk memperoleh kekuasaan agama berbarengan dengan kompetisi memperoleh legitimisai agama. Bordieu menggunakan alat analisis cultural dan simbolis dalam menjelaskan agama sebagai bentuk legitimasi simbolis.

  1. Pendekatan Sosiologi Pilihan Rasional

Pendekatan sosiologi pilihan rasional menggunakan model pasar (ekonomi agama) dalam menganalisis agama. Pendekatan ini melihat fenomena keberagamaan masyarakat fenomena keberagamaan masyrakat sama seperti komoditas ekonomi lainnya, yakni memiliki sisi penawaran dan sisi permintaan.

Namun demikian, tekanan pendekatan ini adalah sisi penawaran. Menurut mereka, menurunnya partisipasi masyarakat yang berkunjung kepada gereja dibebrapa penduduk mayoritas protestan misalnya, disebabkan oleh diversitas agama.

  1. Pendekatan Interpretatif

Pendekatan ini dikembangkan oleh Max Weber yang biasa dikanal (verstehen). Hal ini menekankan bahwa penelitian sosial membutuhkan pemahaman analitik dan kausal terhadap fenomena sosial.

  1. Pendekatan Fenomenologi

Pendekatan ini pada umumnya ditandai dengan tiga cirri yakni, epoche, einfuhlung, dan visi eidetic vision. Epoche adalah teknik penundaan atau breakting yakni peneliti berusaha memahami realitas yang dihadapinya dengan menjauhkan diri pada system kepercayaan yang dianutnya.

Einfuhlung adalah curahan simpati atau penghargaan yang lebih besar terhadap system internal saat realitas sosial diteliti. Eidic Vision merujuk pada praktik-praktik fenomenologi baik tipologi maupun morfologi. Setiap elemen memounyai hubungan dan implikasinya pada teori.

  1. Pendekatan Interaksionisme Simbolik

Pendekatan interaksionisme simbolik bersumber dari karya-karya Charles Horton Chooley dan George Herbert Mead. Mereka mengungkapkan bahwa pikiran manusia dapat diteliti dengan menghubungkan beberapa variable dalam ilmu alam.

Pendekatan interaksionisme simbolis melihat bahwa agama terdiri atas seperangkat symbol yang digunakan masyarakat untuk mengelola kualitas hidupnya. Yakni terdiri dari symbol sakral dan kesucian.

Demikianlah ulasan mengenai metodologi sosiologi dalam persefektif agama, semoga keterangan ini dapat membantu bagi siapapun yang ingin atau akan mendalami ilmu sosiologi, khusunya sosiologi agama.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.