“Alang-Alang” Ciri, Kandungan, dan Perkembangan [Lengkap]

Diposting pada

kandungan tanaman alang-alang

“Alang-Alang” Ciri, Kandungan, dan Perkembangan

indonesiastudents.com– jikalau dilihat secara sekilas, alang-alang hanya tumbuhan biasa. Tumbuhan ini bernama latin Imperata cilindrika L malah tanaman alang-alang ini sering dianggap sebagai gulma (tanaman penganggu).

Baca Juga: “Sanggar Alang-Alang Surabaya” Profil, Gambaran Umum, dan Kegiatan [Lengkap]

Tanaman Alang-Alang


Sebenarnya anggapan mengenai alang-alang kurang tepat, sebab alang-alang hanya tumbuh di tempat yang tidak ditumbuhi tanaman lain. Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan tumbuhan rumput menahun yang tersebar di daerah tropis dan dianggap sebagai gulma pada daerah pertanian.

Ciri-Ciri Alang-Alang


Tanaman alang-alang biasanya memiliki ciri khas sebagai tumbuhan yang tegak dengan ketinggian sekitar 30–180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang. Daun alang-alang umumnya berbentuk pita, tegak, tepi rata, berujung runcing, berambut kasar dan terakhir adalah jarang.

Adapun untuk warna daun hijau yang ada pada alang-alang minimal memiliki panjang 12 Cm dan maksimlanya adalah 80 cm, dan lebar minimal 5 mm dan maksimalnya adalah 18 mm. Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6 sampai dengan 30 cm. Akar kaku berbuku-buku dan menjalar.

Kandungan Alang-Alang


Menurut hasil penelitian yang dilakukan Sevy, dkk (2013), ditinjau dari kandungan biokimianya alang-alang mengandung α-selulosa sebesar 40,22%, holoselulosa sebesar 59,62%, hemiselulosa (pentosan) 18,40%, dan lignin 31,29%. Berdasarkan data yang disebutkan diatas, alang-alang memiliki dominasi komposisi selulosa yang cukup tinggi yang terdiferensiasi dalam berbagai turunannya.

Selulosa merupakan salah satu jenis gula dalam bentuk polimer (polisakarida) yang umum terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Selulosa memiliki ikatan glikosidik berjenis β-1,4, sehingga ikatan organik yang terbentuk tergolong sangat kuat. Hal ini menyebabkan tidak semua kofaktor organik maupun anorganik mampu memutusnya menjadi monomer berupa glukosa.

Perkembangan Alang-Alang


Menurut Kathleen, dkk (2000), alang-alang di Indonesia tersebar pada lahan seluas 8,5 juta hektar dan diperkirakan jumlahnya terus meningkat seiring dengan perkembangbiakan yang terus dilakukan secara vegetatif (stolon). Sampai saat ini, pemanfaatan alang-alang di Indonesia masih sangat terbatas. Jumlah alang-alang yang cukup melimpah di negara ini ternyata masih dominan digunakan sebatas pakan ternak yang sifatnya subtitutif terhadap bahan pakan ternak lainnya. Oleh karenanya bisa dikatakan bahwa untuk pemanfaatan alang-alang di Indonesia tersebut dinilai kurang memiliki nilai kemanfaatan ditinjau dari segi ekonomi.

Demikianlah pembahasan mengenai “Alang-Alang” Ciri, Kandungan, dan Perkembangan [Lengkap]. Semoga dengan hadiarnya tulisan mengenai “Tanaman Alang-Alang” ini bisa menambah wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca, trimakasih. Jangan lupa baca juga tulisan lainnya;

  1. 17+ Pengertian Beras Analog dan Penjelasannya [Lengkap]
  2. 3 Pengertian Pangan Menurut Para Ahli [Lengkap]
  3. “Pohon Bintaro” Kandungan, Morfologi, dan Taksonomi [Lengkap]
  4. Pengertian Kopi dan Sejarah, dan Jenisnya [Lengkap]