“Bonus Demografi Indonesia” Tenaga Kerja, Syarat, dan Kesiapannya [Lengkap)

Diposting pada

“Bonus Demografi Indonesia” Tenaga Kerja, Syarat, dan Kesiapan [Lengkap]

indonesiastudents.comBonus demografi menjadi salah satu istilah yang menarik diperbincangkan pada saat ini. Alasan menarik karena bonus demografi dianggap sebagai peluang atau keuntungan bagi setiap masyarakat Indonesia. Oleh karena itulah penting bagi kita memahami tentang bonus demografi di Indonesia.
Berikut artikel bonus demografi yang bisa dipaparkan tersebut;

Bonus Demografi Indonesia dalam Angka Tenaga Kerja


Secara geografis letak Indonesia membentang dari 60  LU sampai 110  LS dan 920  sampai 1420  BT, terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang jumlahnya kurang lebih 17.504 pulau. Hal tersebut mengakibatkan tiga perempat wilayah Indonesia adalah laut  (5,8 juta km2),   dengan   panjang   garis pantai 18. 700 ribu hektar (Abdul Mun’im; 2013). Diperkaya lagi dengan hadirnya 1.128 suku bangsa, berbagai bahasa, budaya, serta aneka ragam ras, kian menjadi alasan untuk pentingnya mengoptimalkan sumberdaya kelauatan dan pemanfaatan jasa lingkungan, seperti pariwisata.

Tetapi, tentu sistem pembangunan dan pelayanan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan jasa lingkungan (maritim-pariwisata) pada saat sekarang tidak begitu produktif dibandingkan dengan warisan sejarah (historical-legency) Majapahit dan Sriwijaya misalnya yang pernah mencatatkan suksesi pembangunan dengan mengedepankan kelauatan.

Akibat dari ketidakmampuan menggelola laut yang tidak sebanding dengan sejarah tersebut, wabil khusus maritim dan pariwisata. Indonesia sekarang mengalami kekuarangan lapangan pekerjaan di pedesaan lebih jauh lagi kemiskinan dalam masyarakat yang tinggal didaerah pesisir.

Menurut BPS (dalam okezone.com, 2015) tingkat kemiskinan masyarakat pesisir di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan yaitu 32,4 persen dari total pengangguran sebanyak 7, 39 jiwa  . Padahal, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang seharusnya menjadikan laut sebagai potensi utama bagi masyarakat.

Jika dibiarkan dan tidak diantisipasi sedini mungkin efektifitas panjang yang muncul akan mengurangi semangat bangsa Indonesia dalam memimpikan bonus demografi sebagai peluang kesejahteraan, bahkan dapatpula berubah total menjadi ancaman besar dan banyang-banyang ketakutan akan tingginya tingkat kriminalitas, kemiskinan dan kerusuhan.

Padahal mewujudkan kesejahteraan melalui peluang bonus demografi harus mengikutsertakan semua pihak untuk berduyun-duyun mempersiapkan, tak terecuali pemerintah yang harus berfikir keras dalam melakukan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan masyarakat terutama prihal penyediaan lapangan pekerjaan, sebagai sebuah projek menekan tingginya angka pengangguran. Sebab, menurut Fasil Jalal (2014) tahapan bonus demografi didahului dengan transisi bonus demografi yang sudah dialami bangsa Indonesia dari tahun 2012.

Bonus Demografi Di Indonesia


Mengemas berbagai materi informasi tentang bonus demografi. Memunculkan bermacam pengertian bonus demografi, misalnya Wongboonsin (2003) dalam paparan kepala BKKBN Nasonal Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK di Univeritas Undayana. Bonus demografi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang. Sedangkan Tifatul Sembiring (Kominfo, 2014) mendefinisakan bonus demografi sebagai keadaan dimana struktur penduduk didominasi oleh mereka yang berusia produktif sehingga keadaan ini akan sangat langka dialami oleh suatu Negara, bahkan peluang bonus demografi hanya sekali datang dalam seumur bangsa.

Menanggapi defenisi bonus demografi diatas, didapatkan dua parameter yang digunakan dalam mendefiniskan bonus demografi, pertama keadaan Negara yang menggambarkan perbandingan jumlah penduduk usia produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari dari 64 tahun) lebih sedikit dan penduduk usia produktif (lebih dari 15 tahun hingga 64 tahun) lebih dominan, kedua keadaan ekonomis yang dinilai jendela kesempatan “bonus demografi” akan membawa dalam keuntungan (demographic dividen) atau bisa pula menjadi beban demografi (demographic Burden).

Akan tetapi besar kecilnya kesempatan untuk mensuksesakan bonus demografi di Indonesia sebagai peluang emas, tergantung pada 5 prasyarat yang harus dipenuhi, kelima prasyarat tersebut menurut Kominfo (2014) adalah sebagai berikut;

Syarat Mensukseskan Bonus Demografi


Kualitas penduduk

Peningkatan kualitas penduduk yang diperoleh oleh suatu Negara akan ditentukan pada kualitas pendidikan yang akan mendistribusikan berbagai macam kebutuhan bangsa dan Negara. Sedangkan jenjang pendidikan data BPS 2013, menunjukan Angka Partisipasi Sekolah (APS) atau rasio penduduk yang bersekolah masih rendah, yakni kelompok usia penduduk 7-12 tahun mencapai 98,29%, APS penduduk usia 13-15 Tahun mencapai 90,48%. Sisi lain menjadi usia pendidikan 16-18 tahun,  baru mencapai 63,27% hingga mengindikasikan bahwa masih terdapat sekitar 36,73% tidak bersekolah entah karena belum atau tidak penah sekolah maupun karena putus sekolah atau bahkan tidak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi

Tersedianya lapangan kerja berkualitas

Keutungan tentang keadaan penduduk yang usia produktif lebih banyak akan menimbulkan dampak pada banyaknya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan, sebab tanpa adanya lapangan pekerjaan yang baik tentu keuntungan demografi hanya akan menghasilkan kekacauan bangsa dan Negara terlebih kegagalan. Karen akan mampu menghasilkan kemiskinan, ketergantungan dan peningkatan angka kriminalitas.

Meningkatkan Tabungan Keluarga

Peran serta keluarga dalam mensussekan bonus demografi sejatinya sangat penting, sebab dengan rata-rata jumlah penduduk yang memiliki dua anak membuat biaya hidup dalam keluarga tidak sebanyak pada masa lalu yang rata-rata memilki jumlah anak lebih dari dua orang. Sehinggka keutungan ini diharapkan akan melahirkan dampak langsung dalam upaya peningkatan kesehatan dan pendidikan bangi anaknya. Dan yang lebih penting keluarga juga memiliki kemampuan yang besar untuk menabung mempersiapkan kehidupanya yang lebih baik lagi.

Meningkatkan pengendalian jumlah penduduk

Pengendalian jumlah penduduk memang menjadi faktor dalam upaya terus menerus mempertahankan angka kelahiran yang kecil, karena dengan kelahiran yang lebih kecil  keluarga akan sejahtera, lantaran beban konsumsi semakin sedikit, beban kecil membuat tabungan keluarga semakin besar. Jika tabungan keluarga besar akan mendorong pada tabungan secara nasional yang berdampak pada investasi nasional yang meningkat.

Meningkatkan perempuan yang masuk dalam pasar kerja

Peningkatan perempuan yang masuk kerja semakin besar tentunya sangat berkaitan erat dengan laju pertubungan penduduk, karena angka kelahiran dapat dikendalikan. Artinya, para ibu atau perempuan akan memilki waktu lebih banyak untuk melakukan hal yang lebih bernilai ekonomis, tentunya selain melahirkan dan merawat anak. Hal ini didorong dalam peran serta perempuan untuk menambah pereokonomian, tabuangan, hingga upaya mempersiapkan pendidikan yang lebih baik lagi untuk para generasinya (baca; anak-anakanya).

Kesiapsiagaan Indonesia dalam Menghadapi Bonus demografi

Menelisik lebih dalam tentang kesiapsiagaan menghadapi bonus demografi di Indonesia, sejatinya masih banyak sekali probelma yang perlu untuk dituntasakan. Bukan hanya pada sektor pendidikan yang saat ini jauh tertinggal dari Negara-negara tetangga misalnya, Malaysia dan Singgapura, namun juga pada sektor kesehatan dan lapangan pekerjaan (baca; ekonomi).

Menurut PBB UNDP (United Nations Development Programme). Dari tiga dimensi yang diukur oleh UNDP kualitas bobot dimensi pembangunan manusia Indonesia yang tertinggi adalah kesehatan (0,785) dikuti oleh pendidikan (0,577) dan ekonomi (0,550) dengan total HDI adalah 0,629. Grafiknya penulis sajikan sebagaimana dilasir dalam indomea.org (2014) sebagai berikut:

(Gambar 1: Grafik HDI Indonesia 2012)

Meski upaya memajukan dalam berbagai sektor tersebut terus diupayakan. Namun tetep saja sampai saat ini tingkat keberhasilan yang terjadi masih kurang signifikan. Kenyataanya Di tingkat ASEAN sendiri pada tahun 2014 Indonesia masih bertengger di posisi ke-6 (enam). Indonesia berada di bawah Singapore, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Philipines. Sedangkan di bawah Indonesia terdapat Vietnam, Myanmar, kamboja dan laos di tempat terakhir.

Ironisnya, ketertinggalan pembangunan nasional yang terjadi dihadapkan pula permasalahan pada produktivitas tenaga kerja Indonesia. Menurut Asian Productivity Organization (APO) mencatat, dari setiap 1.000 tenaga kerja yang ada di Indonesia pada tahun 2012, hanya 4,3% tenaga kerja yang memiliki keetramipilan (terampil). Jumlah tersebut tentusaja kalah dibandingkan dengan Filipina yang memliki tenaga trampil mencapai 8,3%, Negara Malaysia 32,6%, dan Negara Singapura 34,7% (Indomea.Org, 2014).

Bonus Demografi Indonesia Peluang atau Ancaman.


Dari keseluruhan pembahasan dapat dikatakan bahwa keberadaan laut di Indonesia tidak dipandang sebagai pembagi pulau yang menjadi bagian Indonesia, namun sebaliknya laut sebagai etentitas yang mempersatuakan keseluruhan pulau dan orang-orang yang hidup di Indonesia. Berangkat dari hal tersebut pemanfaan Indonesia sebagai Negara kepulaun terbesar didunia dan garis pantai yang sama luasanya, dianggap mampu untuk menyediakan lapangan pekerjaan pada saat terjadinya bonus demografi atau pada masa transisi bonus demografi.

Eksistensi ahirnya dasar pemikiran ini akan mampu mendorong pembangunan Indonesia dalam sektor maritim-pariwisata. Sehingga manaka datang bonus demografi generasi muda akan berkontribusi menunjang pencapaian  sasaran pembangunan  nasional.

Daftar Pustaka

S. Adhuri Dedi. 2003, Boyond Economy: Menyoal Masalah Identitas Pada Konflik-Konflik Kenelayanan, Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Kominfo. 2014, Siapa Mau Bonus? Peluang Demografi Indonesia, Jakata: Kominfo

Aulia Windyandari. 2011, Tantangan Sistem Komunikasi Laut Di Indonesia Sebagai Faktor Pendukung Keselamatan Pelayaran, Semarang: Jurnal Teknik

Lasabuda Ridwan. 2013. Pembangunan Wilayah Pesisir Dan Lautan Dalam Perspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia, Sulawesi Utara: Jurnal Ilmiah Platax Paparan kepala BKKBN. 2014.

Kuliah Umum Univeritas Undaya Bali. Pdf Badan Pusat Statistik [BPS]. 2013. Proyeksi Penduduk Indonesia,

Indonesia population projection 2010-2035. Jakarta Okezone. 2015. Tingkat Kemiskinan Masyarakat Pesisir Masih Tinggi. http://news.okezone.com/read/2015/06/17/340/1167186/tingkat-kemiskinan-masyarakat-pesisir-masih-tinggi . (Diakses pada tanggal 01 Oktober 2015. 10: 24 WIB). IndoMea, 2014. Ranking 6 Kualitas

SDM Indonesia di ASEAN, Siapkah Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015? (Jilid 2). http://indomea.org/blog/2014/11/14/ranking-6-kualitas-sdm-indonesia-di-asean-siapkah-indonesia-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean-2015-jilid-2/ (Diakses pada tanggal 03 Oktober 2015. 23: 24 WIB).

Demikianlah seputar ulasan mengenai bonus demografi Indonesia dalam angka. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat sekaligus memberikan pandangan yang lebih luas tentang makna/arti/definisi/pengertian tentang “Bonus Demografi”. Trimakasih, jangan lupa baca juga “Contoh Naskah Pidato Tentang Bonus Demografi