3 Contoh Latar Belakang Makalah, Karya Ilmiah, dan Jurnal

Diposting pada

Contoh Penulisan Latar Belakang

Latar belakang dalam arti penelitian menjadi bagian penting yang harus dicantumkan. Bahkan bukan hanya pada riset tertentu saja namun kepenulisan latar bekalang yang menjadi BAB 1 bersamaan dengan tujuan penelitian sekaligus manfaat penelitian juga bisa dijumpai dalam karya tulis ilmiah, baik skripsi, makalah, jurnal, dan lainnya.

Oleh karena itulah, sebagai penjelasan lebih lanjutnya dalam artikel ini akan menguraikan secara lengkap sistematika kepenulisan bagian latar belakang yang baik dan benar.

Latar Belakang

Latar belakang adalah bagian Pendahuluan yang setidaknya berisi terkait penjelasan singkat mengenai topik penelitian, objek penelitian, subjek penelitian serta penjambaran lainnyayang berhubungan dengan alasan si peneliti melakukannya.

Contoh Latar Belakang

Adapun untuk sistematika yang menjadi bagian daripada adanya contoh latar belakang dalam makalah, karya tulis ilmiah, dan jurnal. Antara lain;

  1. Makalah

Sistematika penulisan latar belakang dalam makalah membutuhkan kajian yang empiris dari beragam studi literatur yang ditemukan. Prihal ini contohnya saja;

Latar Belakang Makalah

Indonesia menempati urutan kesembilan sebagai negara yang memiliki pengangguran

terbanyak di dunia. Tercatat, pada akhir tahun 2020 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) mengumumkan angka pengangguran Indonesia meningkat 9,2% dari tahun sebelumnya. Artinya, karena progress mengenai penurunan angka pengangguran di Indonesia lamban jumlah pengangguran di Indonesia melonjak sebesar 1 juta orang pada tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Menurut Sukirno (1994), pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Salah satu negara yang menyepakati rencana aksi global guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan   dan   melindungi   lingkungan   adalah Indonesia. Sustainable Development Goals (SDGs) berisikan 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Namun, masalah pengangguran yang ada di Indonesia belum teratasi dengan baik,  hal ini  dapat menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi Indonesia dan juga tingginya angka kiriminalitas (Herawati, 2013).

Dalam proses produksi sebagai suatu struktur dasar aktivitas perekonomian, tenaga kerja merupakan faktor yang sangat penting karena tenaga kerja bertindak sebagai pelaku ekonomi (Herawati, 2013). Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Penduduk dengan batas usia kerja minimum 18 tahun atau lebih, sedangkan yang berumur di bawah 18 tahun sebagai batas minimum (Simanjuntak, 1985). Menurut Sadono Sukirno (1994), faktor penyebab pengangguran yaitu:

  1. Sedikitnya lapangan pekerjaan yang menampung para pencari kerja.
  2. Kurangnya keahlian yang dimiliki oleh pacara pencari kerja.
  3. Kurangnya informasi, dimana pencari kerja tidak memiliki akses untuk mencari informasi tentang perusahaan yang kekurangan tenaga pekerja

Dari latar belakang yang disebutkan, kami sebagai penulis menyajikan sebuah makalah tentang penyaluran dan pengoptimalan permodalan bagi tenaga kerja yang diharapkan dapat membantu menurunkan angka pengangguran di Indonesia.

Sehingga nantinya seluruh tenaga kerja akan diseleksi hingga mendapatkan the high member yang akan diberikan bantuan permodalan, lalu mencari tenaga kerja yang memenuhi kriteria berdasarkan informasi nilai optimum dan juga menentukan tenaga kerja yang mampu bertahan dengan output yang optimal. Dengan adanya program ini, diharapkan sistem ini dapat mengoptimalkan penyaluran modal bagi tenaga kerja, serta dapat menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan SDG.

  1. Karya Tulis Ilmiah

Sistematika pembuatan latar belakang dalam karya ilmiah tidaklah jauh berbeda dari makalah. Namun pastinya dalam hal ini harus disajikan data-data empiris dan objketif dalam kepenulisannya.

Latar Belakang Karya Tulis Ilmiah

Pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals disingkat dengan SDG’s adalah agenda yang dirumuskan pada tanggal 21 Oktober 2015 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). SDG’s mengandung 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dalam kurun waktu tertentu yang telah dirumuskan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Semenjak adanya deklarasi tersebut, Indonesia yang merupakan bagian dari PBB tentu wajib untuk ikut mewujudkan terget-target tersebut. Salah satu tujuan dari SDG’s adalah energi bersih dan terjangkau dengan target melipatgandakan bagian energi terbarukan dalam bauran energi dunia, memastikan akses universal terhadap pelayanan energi modern, melipatgandakan laju peningkatan efisiensi energi di bangunan, dalam industri, pertanian dan transportasi di tingkat global, serta menghentikan secara bertahap subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien yang mendorong konsumsi berlebihan (Badan Pusat Statistik, 2014).

Seiring bertambahnya penduduk, maka kebutuhan listrik akan semakin meningkat pula. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik tersebut, Pemerintah Indonesia mengembangkan dan menjaga Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), yang merupakan suatu dokumen yang berisi langkah-langkah pendekatan untuk memenuhi permintaan listrik tersebut salah satunya adalah meningkatkan kapasitas pembangkitan dari berbagai sumber energy termasuk energi terbarukan seperti panas bumi (geothermal), hydroelectric dan biomass.

Jasa cuci pakaian (laundry) merupakan salah satu usaha yang sedang berkembang pesat di Kecamatan Rumah Tiga. Jasa laundry ini sebenarnya membawa manfaat yang cukup besar bagi perekonomian dengan mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Akan tetapi, limbah laundry memiliki dampak pencemaran air karena limbah tersebut dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu. Pembuangan limbah cair domestik langsung ke badan air dapat menurunkan kualitas air tanah sehingga mempengaruhi ekosistem akuatik serta kesehatan manusia (Yudisthira, 2002). Sehingga, diperlukan upaya serius dari berbagai
pihak untuk menangani masalah limbah laundry ini.

Berbagai alternatif sudah ditawarkan dalam menyelesaikan permasalahan ini, namun belum adanya metode sederhana yang bisa diaplikasikan di daerah tertinggal. Sebenarnya, limbah laundry memiliki potensi untuk dijadikan sumber energi alternatif salah satunya adalah melalui elektrolisis. HETRIC (Hydro Electric) adalah sebuah konsep yang mengusung optimalisasi limbah air laundry.Variabel yang digunakan adalah melakukan sampling pada tiga jenis tempat cucian laundry dan dengan menambahkan abu gosok sebagai bahan aktif sehingga ditemukan formulasi yang tepat dan diharapkan bisa mereduksi tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh limbah pencucian (laundry) dan mendukung upaya pemenuhan kebutuhan energi listrik nasional.

  1. Jurnal

Sistematika kepenulisan latar belakang dalam jurnal ilmiah yang berstatus sebagai nasional ataupun jurnal internasional dibuat juga bagian latar belakang. Alasannya karena penulisan ini sendiri sebagai gambaran atas adanya konsep dasar kepenulisannya.

Latar Belakang Jurnal

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah suatu rencana aksi yang bersifat global untuk mengatasi berbagai masalah kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs mencerminkan konsolidasi yang meningkat dari konvergensi agenda pembangunan internasional, dan untuk memperkuat kesetaraan, hak asasi manusia, dan nondiskriminasi (dalam Rassanjani, 2018). SDGs memiliki 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan akan terealisasi pada tahun 2030. Salah satu tujuan dari SDGs ini adalah pendidikan berkualitas.

Pendidikan berkualitas adalah pendidikan yang senantiasa mengembangkan ide-ide baru sesuai perkembangan zaman. Laksana (2018) Mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan juga dapat terlihat dari bagaimana SDM dapat menghidupi kebutuhannya sendiri. Di zaman revolusi industri 4.0 ini kebutuhan terhadap teknologi sangat diperlukan. Lestari (2018) berpendapat bahwa teknologi merupakan hasil dari perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan berkualitas dan peran teknologi memiliki keterikatan yang kuat.

Pemanfaaatan Information, Communication And Technology (ICT) dalam pendidikan sudah mengubah cara belajar dari pembelajaran konvensional atau pembelajaran tradisonal yang mengedepankan tatap muka menjadi pembelajaran yang berbasis digital dengan pemanfaatan teknologi dan informasi. Banyak pengembangan media pembelajaran yang berbasis digital yang memudahkan siswa untuk belajar mandiri sehingga menghasilkan pembelajaran online atau pembelajaran offline.

Namun menurut Misran dan Yunus (2020) terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran online, salah satunya adalah kurang efektifnya pembelajaran tersebut. Kurang efektifnya pembelajaran ini karena beberapa materi sulit untuk dipahami oleh siswa khususnya materi yang berhubungan dengan perhitungan, seperti matematika. Selain itu, Suryani (2013) mengungkapkan bahwa pembelajaran online memiliki kelemahan seperti tidak adanya interaksi langsung antara guru dan siswa. Hilangnya interaksi tatap muka ini menyebabkan unsur unsur non verbal dalam berinteraksi tidak maksimal.

Blended learning merupakan solusi dari kelemahan-kelemahan dari pembelajaran online karena menggabungkan online dan offline. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Garrison (2011) yang mendefinisikan blended learning sebagai suatu metode pembelajaran tatap muka (tradisional) yang disertai dengan pembelajaran online, atau seringkali didefinisikan juga sebagai kombinasi pembelajaran offline dan online.

Pembelajaran dengan pengembangan teknologi dengan kombinasi pembelajaran tatap muka maka dapat dihasilkan suatu pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Pembelajaran ini seimbang antara tatap muka dengan pembelajaran online yaitu dengan menggunakan multimedia yang dimuat dalam komputer, handphone, konfeksi video dan media tekonologi yang lainnya. Tenaga pengajar dengan siswa dapat melakukan komunikasi sekalipun dengan jarak dan tempat yang berbeda dan juga siswa dapat dilengkapi dengan pembelajaran tatap muka yang memungkingkan terdapat permasalahan dalam materi pembelajaran online.

Oleh karena itu, sebagai guru harus bisa memanfaatkan teknologi terutama media sosial sebagai media pendukung pembelajaran mereka. Dalam karya tulis ini metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal dan artikel ilmiah. Berdasarkan studi literatur yang diperoleh diperlukan adanya sebuah inovasi.

Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi Pixelgram (Pixel Lab dan Instagram) sebagai media pendukung pembelajaran matematika berbasis android. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan guru mengenai pemanfaatan aplikasi Pixelgram (Pixel Lab dan Instagram) sehingga belum dimanfaatkannya aplikasi ini. Dalam jurnal ilmiah ini akan diuraikan bagaimana cara membuat media pembelajaran matematika yang kekinian melalui aplikasi Pixel Lab, kemudian diupload melalui feed Instagram yang berupa slide per slide. Di dalam aplikasi Pixel Lab terdapat banyak menu yang dapat digunakan untuk mendesain bahan ajar matematika semenarik mungkin.

Cara ini digunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa terhadap matematika agar tidak membosankan, apalagi dalam kondisi new normal seperti saat ini. Mereka dapat bermain sosial media Instagram sambil belajar melalui slide yang sudah diupload di Instagram oleh Bapak/Ibu Guru mereka sehingga blended learning tidak terasa membosankan, terutama mata pelajaran matematika.

Nah, demikinalah sistematika kepenulisan yang ada dalam contoh latar belakang untuk makalah, karya tulis ilmiah, dan jurnal. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi semuanya yang sedang membutuhkannya.

Rate this post