“Generator Termoelektrik (TEG)” Pengertian, Karakteristik, dan Cara Kerja [Lengkap]

Diposting pada

“Generator Termoelektrik (TEG)” Pengertian, Karakteristik, dan Cara Kerja [Lengkap]

indonesiastudents.com– Pada dasar secara historical legency, generator termoelektrik pertama kali ditemukan oleh Thomas Johann Seebeck pada tahun 1821. Hingga akhirnya atas penemuan yang dilakukannya sampai saat ini kita mengenai istilah generator termoelektrik.

Sebagai penjelasan yang lebih lengkap, uraian tulisan ini akan mengemukakan tentang “Generator Termoelektrik (TEG)” Pengertian, Karakteristik, dan Cara Kerja. Berikut uraiannya tersebut;

Pengertian Generator Termoelektrik


Generator Termoelektrik adalah suatu jenis pembangkit energy yang didasarkan pada efek Seebeck, yang pada intinya dalam system yang ada pada pembangkit termo elektrik adalah, jikalau dua buah material logam (umumnya semi konduktor) yang kemudian bersambung berada di lingkungan dengan temperature yang berbeda maka di material tersebut akan mengalir arus listrik atau gaya gerak listrik (Djafar,2010).

Pada tinjauan umum ada 2 tipe atau jenis untuk elemen thermoelektrik ini yang pertama tipe TEG (thermo elektric generator) yang disesuaikan sebagai pembangkit listrik dari panas, yang kedua ada tipe TEC yang biasa digunakan untuk pendingin dispenser air dalam galoon, dengan komponen penyusun yang hampir sama dengan TEG.

Baca: 3 Pengertian Tradisi Menurut Para Ahli dan Contohnya

Karakteristik Generator Termoelektrik


Termoelektrik itu sendiri pada umumnya menggunakan bahan yang bersifat semikonduktor atau dengan kata lain menggunakan solid-state technology. Adapun struktur dari termoelektrik dapat dilihat pada Gambar. Pada Gambar tersebut ditunjukkan struktur termoelektrik yang terdiri dari suatu susunan elemen tipe-P, yakni material yang kekurangan elektron, dan terdiri juga dari susunan  elemen tipeN, yakni material yang kelebihan elektron.

pengertian Generator Termoelektrik

Panas yang masuk pada suatu di salah satunya sisi tersebut dan dibuang dari sisi yang lainnya. Transfer panas yang dihasilkan generator termoelektrik pada akhirnya, menghasilkan tegangan yang kemudian melewati sambungan pada termoelektrik dan juga besarnya tegangan yang ada listrik dam kemudian dihasilkannya tentu sebanding dengan gradien pada suhu (Ryanuargo,2013).

Cara Kerja Generator Termoelektrik

Apabila batang logam dipanaskan dan didinginkan pada 2 buah kutub logam, elektron pada sisi panas logam akan bergerak aktif dan memiliki kecepatan aliran yang lebih tinggi dibandingkan dengan sisi dingin logam. Dengan kecepatan yang lebih tinggi, maka elektron dari sisi panas akan mengalami difusi ke sisi dingin dan menyebabkan timbulnya medan listrik pada logam atau material tersebut. Elemen termolektrik yang terdiri dari semikonduktor tipe-P dan tipe-N yang dihubungkan dalam sebuah rangkain tertutup yang terdapat pada beban. Maka perbedaan suhu yang ada pada tiap junction dan tiap semikonduktor tersebut akan menyebabkan perpindahan elektron dari sisi panas menuju sisi dingin (HB Corporation dalam Ryanuargo, 2013).

Potensi Pembangkitan daya dari termoelektrik tunggal berbeda-beda tergantung pada ukurannya, konstruksinya dan perbedaan temperature yang diterima. Semakin besar perbedaan termperatur yang diterima maka arus yang dihasilkan akan semakin besar pula.

Termoelektrik dapat digunakan sebagai power supply seperti halnya baterai untuk menghasilkan tegangan atau arus. Tiap termoelektrik dapat mengahasilkan tegangan rata-rata 1-2 volt DC dan bahkan sampai 5 volt DC, tergantung pada variasi pemanasan dan pendinginan. Pada umumnya termoelektrik akan terus menghasilkan listrik selama terjadi perbedaan suhu antara kedua sisi keramik (Djafar,2010).

Demikianlah ulasan mengenai “Generator Termoelektrik (TEG)” Pengertian, Karakteristik, dan Cara Kerja [Lengkap]. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca yang sedang mencari refrensi tentang “Generator Termoelektrik”. Trimakasih, jangan lupa baca juga artikel lainnya;

  1. “Pohon Bintaro” Kandungan, Morfologi, dan Taksonomi [Lengkap]
  2. “Pohon Karet Kebo” Kandungan, Morfologi, dan Taksonomi [Lengkap]
  3. “Buah Sukun” Pengertian, Taksonomi, dan Kandungannya [Lengkap]
  4. “Kecoa” Pengertian, Habitat, Morfologi, dan Teksonomi [Lengkap]