4 Pengertian Empowerment Menurut Para Ahli [Lengkap]

Diposting pada

4 Pengertian Empowerment Menurut Para Ahli [Lengkap]

Pengertian Empowerment Menurut Para Ahli

indonesiastudents.comEmpowerment merupakan salah satu istilah yang cukup sering didengarkan bahkan dipelajari bagi segaian masyarakat yang mengambil ilmu-ilmu sosial, empowerment merupakan istilah lain dari pemeberdayaan masyarakat.

Sebagai penjelasan lebih lanjut tetang empowerment, berikut indonesiastudents.com akan menguraikan pengartian empowerment menurut para ahli;

Baca: Pengertian Pemberdayaan Masyarakat, Konsep Pemberdayaan dan Contohnya Lengkap

Pengertian Empowerment


Empowerment adalah upaya mengaktualisasikan potensi yang sudah dimiliki oleh masyarakat. Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang demikian tentunya diharapkan memberikan peranan kepada individu bukan sebagai obyek, tetapi sebagai pelaku atau aktor yang menentukan hidup mereka sendiri.

Secara umum pemberdayaan (empowerment) ini dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial multi-dimensional yang membantu penduduk untuk mengawasi kehidupannya sendiri. Pemberdayaan itu merupakan suatu proses yang memupuk kekuasaan (yaitu, kemampuan mengimplementasikan) pada individu, untuk penggunaan bagi kehidupan mereka sendiri, komunitas mereka, dengan berbuat mengenai norma-norma yang mereka tentukan.

Sedangkan pengertian empowerment menurut para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut;

Pengertian Empowerment Menurut Para Ahli


Richard Carver, Managing Director dari Coverdale Organization

Menurutnya, pengertian empowerment adalah upaya yang dilakukan untuk mendorong dan membolehkan seseorang untuk mengambil tanggung jawab secara pribadi untuk  meningkatkan atau memperbaiki cara-cara menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kontribusi dalam pencapaian sasaran organisasi.

Empowerment dalam arti ini memerlukan penciptaan budaya yang mendorong pegawai dalam setiap tingkatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dan membantu pegawai untuk percaya diri dan kemampuan untuk melakukan perubahan.

Priyono dan Pranarka (1996)

Pengertian empowerment sejatinya mengandung dua arti, yang pertama empowerment memiliki peran sebagai memberi atas kekuasaan atau mampu mengalihkan ke pihak lainnya. Sedangkan kedua dapat dipahami jika arti empowerment adalah suatu upaya untuk memberikan keberdayaan dan kemampuan kepada pihak lain.

Friedmann

Menurtnya, konsep pemberdayaan (empowerment) akan karena adanya dua primise mayor, yaitu “kegagalan” dan “harapan”. Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan, sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif-alternatif pembangunan yang memasukkan nilai-nilai demokrasi, persamaan gender, peran antara generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai.

Dengan dasar pandangan demikian, maka empowerment erat kaitannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan pengamalan demokrasi.

Friedmann dalam Prijono dan Pranaka (1996)

Menurtutnya, empowerment adalah kekuatan aspek sosial ekonomi masyarakat menjadi akses terhadap dasar-dasar produksi tertentu suatu rumah tangga yaitu informasi, pengetahuan dan keterampilan, partisipasi dalam organisasi dan sumber-sumber keuangan, ada korelasi yang positif, bila ekonomi rumah tangga tersebut meningkatkan aksesnya pada dasar-dasar produksi maka akan meningkat pula tujuan yang dicapai peningkatan akses rumah tangga terhadap dasar-dasar kekayaan produktif mereka.

Kemudian timbul pertanyaan, apa perbedaan antara model pembangunan partisipatif dengan model pemberdayaan rakyat (empowerment). Perbedaannya terlihat bahwa dalam model pemberdayaan, rakyat miskin tidak hanya aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan program, perencanaan, dan pelaksanaannya tetapi mereka juga menguasai dana pelaksanaan program itu. Sementara dalam model pembangunan yang partisipatif keterlibatan rakyat dalam proses pembangunan hanya sebatas pada pemilikan, perencanaan dan pelaksanaan, sedangkan pemerintah tetap menguasai dana guna mendukung pelaksanaan program tersebut.

Contoh Empowerment

Sebagai contoh tentang empowerment, misalnya saja di Indonesia yang rata-rata penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan, namun mereka bukan berarti  tidak memiliki life skill. Upaya dalam mengembangkannya, dapat diwujudkan dengan membuka lapangan pekerjaan yang layak bagi mereka. Salah satunya dengan memanfaatkan idutri keratif atau menjadikan berbagai tampilan dan kekayaan Adat Istiadat sebagai wahana pariwisata.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian empowerment menurut para ahli, semoga dengan adanya pembahasan “Empowerment” ini dapat memberikan pengetahuan, wawasan, serta dasar dalam memahami empowerment, termasuk mengetahui tentang proses pemberdayaan. Trimakasih, jangan lupa baca juga artikel lainnya;

  1. 4 Pengertian Pemberdayaan Menurut Para Ahli
  2. “Taman Bacaan Masyarakat “ Pengertian, Program, dan Kegiatannya Lengkap
  3. 8 Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli, Contoh, dan Cirinya [Lengkap]
  4. 11 Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli dan Cirinya