Pengertian Esai, Ciri-Ciri, Bagian dan Contohnya Lengkap

Posted on

pengertian esai

Menulis esai pada dasarnya bukan pekerjaan yang mudah tapi juga tidak sulit. Asalkan setiap orang mau untuk terus belajar. Dalam proses belajar menulis esai diperlukan ketekunan dan juga pemahaman tertentu tentang suatu tema yang diangkat, baik tema tersebut masalah sosial, politik, hukum, pertanian, ataupun masalah-masalah yang lainnya. Sebagai penjelasan lebih lanjut tentang proses belajar menulis esai, setiap orang harus terlebih dahulu memahami apa itu esai, tujuannya agar tidak menyimpang dari pemahaman yang para ahli terapkan dalam menulis sebuah esai. Oleh karena itulah pada kesemapatan kali ini akan memberikan ulasan serta penjelasan mengenai pengertian esai, ciri-ciri esai, bagian–bagian esai beserta contoh esai.

Pengertian Esai

Esai dapat diartikan sebagai karya ilmiah yang disajikan dengan data secara sistematis, lugas, dan panjangnya kurang dari 5.000 kata. Dalam penulisan esai disertakan opini penulisnya namun opini yang disebutkan harus memiliki alasan sehingga penulisan esai tidak dinggap sebagai pandangn kosong mengenai solusi yang ditawarkan.

Penulis esai di Indonesia sudah banyak yang bisa dicontoh, misalnya Mahfud MD, Emha Ainun Najib, Promudya Ananta Toer, dan lain sebaginya. Tulisan esai juga dengan mudah dapat kita lihat, baik di media cetak atapun media online.

Pengertian Esai Menurut Para Ahli

Pendapat para ahli mengenai definisi serta arti essay ini sendiri antara lain adalah sebagai berikut;

Umar Muktar

Menurutnya, esai adalah suatu bentuk karya ilmiah dalam sejenis prosa yang mengupas singkat akan tetapi serat makna di dalamnya. Esai jenis karya ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan, lantaran essay di tulis berdasarkan literasi (baca; pengertian literasi) serta ditulis berdasarkan daftar pusataka. Selengkapnya, baca; 12 Cara Penulisan Daftar Pustaka Beserta Contohnya

Soetomo

Dalam pendangannya, ia memberikan arti esai sebagai karangan pendek ilmiah yang membahas masalah-masalah tertentu yang pada saat ini menjadi perhatian publik. Bahasan dalam esai dilakukan dalam bentuk singkat dan harus mencantumkan daftar pustaka yang relevan. Selengkapnya, baca; 5 Cara Penulisan Daftar Pustaka Dari Internet Beserta Contohnya

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Dalam Kamus KBBI, menguraikan serta mengartikan esai salah satu jenis karya tulis yang memaparkan serta menjelaskan masalah tertentu dan solusinya. Esay ini bisa dipertanggung jawabkan lantaran bukan hanya opini semata. Selengkapnya, baca; 10 Pengertian Karya Tulis Ilmiah, Kriteria, Contoh, dan Manfaatnya Menurut Ahli

Apriliani

Menurutnya, definisi esai adalah salah satu bentuk karangan prosa yang mampu mengulas secara sepintas masalah sosial dengan di dasai pada literasi tertentu. Masalah sosial ini menjadi perhatian yang cukup untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Selengkapnya, baca; Pengertian Prosa, Jenis-Jenis Prosa Beserta Unsurnya Lengkap

Dari penjelasan mengenai pengertian esai menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwasanya esai adalah karya ilmiah yang memberikan penjelasan secara singkat dengan sumber pustaka yang relevan. Esai ini menjadi salah satu jenis tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Ciri-Ciri Esai

Adapun sebagai penjelasan lebih lanjut mengenai esai, dalam tulisan ini selanjutnya akan memberikan pembahasan mengenai ciri-ciri esai. Ciri-ciri esai diantaranya, yaitu;

  1. Tulisan dalam esai berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa dengan bahasa yang sederhana (yang mudah dipahami oleh khalayak umum).
  2. Tulisan esai memiliki cirri-ciri singkat, maksudnya singkat ialah dapat dibaca dengan santai dalam waktu tidak lebih dari 2 jam.
  3. Memiliki gaya pembeda. Artinya seorang penulis esai dapat membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain hal ini sebagai identitas yang melekat pada seorang penulis esai itu sendiri
  4. Tulisan esai selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarikuntuk dibicarakan kepada khalayak umum.
  5. Tulisan esai memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, tetapi setiap tulisan esai harus memiliki keutuhan penulisan, diantaranyabagian awal, tengah, dan akhir.
  6. Tulisan esai dibuat minimal 600 Kata dan maksimlanya tidak lebih dari 5.00 kata.
  7. Tulisan esai berbeda dengan opini, artinya dalam menulis esai harus lebih banyak menyertakan data dan teori penulis seblumnya. Adapun opini penulis tidak dibicarakan secara keseluruahan seperti kita menulis opini.

Setelah tulisan ini mengartikan tentang defenisi esai atau arti esai dan ciri-ciri esai, selanjutnya dalam paparan artikel ini akan menjelasakan tentang bagian-bagian esai sebagai syarat keutuhan penulisan di dalam membuat essay yang baik.

Baca Juga; 8 Jenis-Jenis Esai Beserta Penjelasannya

Bagian-Bagian Esai

Bagian atau struktur yang terdapat dalam esai antara lain sebagai berikut;

Bagian Awal

Bagian pembuat esai untuk awal ini sendiri terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar  tabel atau grafik, dan abstrak. Bagian awal diperjelas lagi dengan maksud serta tujuan di dalam pembuatan esay dilakukan.

Bagian Tengah

Bagian tengah dalam esai terdiri dari dari Pendahuluan: latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Pembahasan: isi. Penutup: simpulan dan saran.

Bagian Akhir

Khusus untuk bagian akhir dalam pembuatan esai ini ialah bagian yang biasanya terdiri dari daftar pustaka dan lampiran dalam pembuatan esai. Lampiran misalnya saja mengenai maksud serta saran, serta profil penulis dalam essay yang dibutnya.

Contoh Esai Tentang Kritakan dan Harapan

Sebagai penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang disajikan, berikut ini akan dituliskan tentang contoh esai sederhana. Meski esai ini dibuat secara sederhana dan tidak semua termuat dalam bagian esai, akan tetapi esai ini dapat memberikan gambaran tentang letak-tetak pendahuluan, isi, dan penutup. Karena itulah inisari dari bagian esai.

Urgensi Gerakan Aku Cinta Unila (GACU) Dalam Mewujudkan Mimpi Sebagai Top Ten University

Prolog
Perjalanan Universitas Lampung (Unila) menjadi salah satu perguruan tinggi negri memang telah lama terjadi. Bahkan berbagai sumber menyebutkan usaha untuk mendirikan Universitas  Lampung sebagai  perguruan tinggi  pertama  di  Daerah  Lampung ini  telah dimulai pada Tahun 1959, sehingga patutlah bersyukur karena para pendahulu kita sudah berusaha menyadarkan tentang pentingnya menciptakan nuansa pendidikan untuk kemajuan Provinsi Lampung.

Di  usia  yang  sudah  tidak  lagi  muda,  pasang  surut  perkembangan  Universitas Lampung sebagai Universitas Negri yang berani tampil di tanah air memang cukup membanggakan sampai saat ini, meski di luar hal itu banyak kegagalan yang turut menciderai pendidikan di kampus kita.

Keberhasilan kampus yang selayaknya kita apresiasif adalah tingginya terffic pengunjung website Unila yang pada ahirnya mengharuskan webometrics (Webometrics Ranking of Universities) menggolongkan Unila pada tahun 2015 sebagai 10 perguruan tinggi dengan jumlah pengunjung terbanyak, selain itu pada Tes SBMPTN 2015 Unila juga mampu menjadi pilihan pertama para siswa/i yang mengambil jurusan pendidikan ilmu pengetahuan sosial di luar kampus yang ada di Pulau Jawa.
Namun, tingkat keberhasilan itu tak lepas dengan deretan panjang kegagalan yang telah dilakukan.

Salah satu kegagalan pendidikan di kampus Unila yang menjadi sorotan skala  nasional  adalah  pembangunan  rumah  sakit  yang  sampai  saat  ini  masih  belum menemui kejelasan, kusam dan mengecewakan. Terlebih jika menyoroti kegiatan mahasiswa, minat kehidupan kampus kita (baca; Unila) memang masih jauh dibandingkan dengan kampus-kampus di Pulau Jawa, dimana saat kampus di Pulau Jawa telah benar- benar  menjadi  sebuah   laboratorium  perkembangan  ilmu   pengetahuan   yang  sangat diapresiasi  oleh  para   petinggi,  kehidupan  dikampus  kita   masih  terkekang  dengan panjangnya alur birokrasi yang tak usai untuk dilalui.

Oleh karenanya untuk menumbuhkebangkan itu diperlukan suatu gerakan yang mampu menyadarkan semua elemen yang ada di Universitas Lampung untuk sama-sama bergerak dalam satu tekad dan satu tujuan, yakni merealisasikan mimpi menjadikan unila sebagai top ten university.

Menjadikan Unila sebagai “Center Of Movement” Salah Satu Kunci Menuju Top Ten
University.

Tak bisa dikesampingkan jika keberadaan mahasiswa secara subtantif tak lepas dari peran perubahan yang dimiliki oleh setiap perguruan tinggi. Sebab fungsi perguruan tinggi adalah memberikan pencerahan kepada masyarakat. Dengan kata lain menurut Affifudin Muhammad (2011), perguruan tinggi  adalah  pusat  perkembangan peradaban (cente  of civization). Karena itu, potensi ini jika dikelola dengan baik dan terorganisir, maka kampus bisa dijadikan pusat pergerakan (centre of movement) yang bisa membangun kualitas dan kuantitas civitas academika unila seutuhnya.

Apalagi pusat pergerakan perguruan tinggi  Universitas Lampung, khususnya di ruang lingkup Provinsi Lampung selama ini mengalami pasang surut untuk memberikan perubahan yang berarti di masyarakat. Hal ini terlihat ketika pengabdian yang dilakukan oleh civitas academika unila dianggap belum mampu menimbulkan dampak berarti di masyarakat,   dampak   yang   dimaksudkan   adalah   dampak   yang   dapat   mengurangi kemiskinan, kriminal dan juga ketenggangan di dalam kehidupan (baca; konflik) dimana tiga  masalah  kemiskinan, kriminal dan  konflik menjadi masalah  terbesar  yang ada  di Provinsi Lampung.

Oleh sebab itu untuk mewujudkan unila sebagai top ten university kita harus benar- benar menjadikan Unila sebagai “center of movement” yang dilakukan dengan menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni berupa pembelajaran, pengabdian dan penelitian yang berguna dalam kehidupan bermasyarakat.

Peran Mahasiswa Menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi

Prosesi menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi memang menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk di dalamnya adalah mahasiswa yang memiliki bobot penting dalam upaya mengembangkan kualitas dan kuantitas keilmuannya, sehingga hal itu akan berpengaruh signifikan pada penilaian Kemenristek Dikti. Suatu hal yang mengecewakan adalah ketika pada tahun 2015 Unila menjadi perguruan tinggi yang berada di urutan ke-22 dibawah universitas-universitas yang  ada  di  Pulau  Jawa,  bahkan  untuk  ruang lingkup

Sumatra  sendiri  keberadaan unila  masih  di  bawah  Universitas Andalas  (Unand)  yang berada di urutan ke-12 dan Universitas Riau (Unri) yang berada di urutan ke-20.

Realiasasi  kekecewaan  penilaian itu  muncul manakala  Menristek  Dikti  merilis, bahwa Kualitas Kegiatan Kemahasiswa Universitas Lampung berada di angka 0% yang itu berarti kegiatan mahasiswa yang selama ini dilakukan dalam kampus untuk menghidupkan suasana   pendidikan   masih   dalam   ambang   kewajaran,   tak   ada   spektakuler   untuk memerankan fungsinya dalam belajar, baik belajar berorganisasi ataupun belajar mengamalkan fungsinya sebagai pencipta perubahan di masyarakat.

Belum lagi ketika menengok fakta yang terjadi di dalam kampus, tingkat rasa cinta untuk perubahan di unila masik berpetak-petak dalam sutu golongan di antara lembaga kemahasiswaan tingkat jurusan, fakultas dan universitas, yang itu dinilai kurang bersinergi untuk menumbuhkan suasana kehidupan berorganisasi, hingga pada ahirnya diperlukan suatu gerakan aliansi bagi lembaga kemahasiswaan tersebut yang berguna untuk mempersatukan dan menyadarkan akan pentingnya menjaga persatuan dalam membangun Universitas Lampung kedepan.

Urgensi Gerakan Aku Cinta Unila (GACU) Jalan Panjang untuk Mimpi Top Ten
University

Melihat fenomena tersebut, penulis menilai bahwa memunculkan suatu aliansi gerakan memang kita butuhkan untuk saat ini, menginggat pengertian alianesi gerakan adalah   sebagai   kumpulan   perseorangan,   kelompok   atau   organisasi   yang   memilki sumberdaya (sarana, prasarana, dana, keahlian, akses, pengaruh, informasi) yang bersedia dan kemudian terlibat aktif mengambil peran atau menjalankan fungsi dan tugas tertentu dalam  suatu  rangkaian  terpadu (Segara, 2010).  Dengan  kata  lain,  tujuan terbentuknya alinasi gerakan yang dilakukan mahasiswa dengan inisiasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Lampung supaya lebih mudah dalam membangun sebuah jaringan kerja  (networking)  antar  lembaga  kemahasiswaan  yang  berbeda  untuk  mau  bersinergi dalam upaya mewujudkan Unila sebagai top ten university.

Memang tidaklah semudah membalikan kedua tepak tangan dalam membangun aliansi  gerakan,  yang  disini  dinamakan  Gerakan  Aku  Cinta  Unila  (GACU).  Butuh komitmen,  kerja  panjang  dan  juga  dukungan  dari  berbagai  pihak,  termasuk  birokrasi kampus yang sehingga alianasi gerakan aku cinta unila ini bisa berjalan sebagaimana yang sudah di cita-citakan.

Berikut beberapa tugas utama yang bisa dijalankan untuk mensukseskan gerakan aku cinta unila sebagai realisasi mimpi menuju top ten university Tahun 2025:

Pertama; Menganalisa permasalahan-permasalahan strategis yang berkaitan dengan upaya mendorong kemajuan  Universitas  Lampung. Cara  ini  dapat  dilakukan  dengan  melihat keadaan Universitas Lampung, dimana permasalahan yang sampai saat ini belum bisa di atasi  adalah  keamanaan,  kebersihan  dan  peningkatan  soft  skill   yang  itu  tentunya berpengaruh pada peningkatan kualitas dalam proses belajar di Universitas Lampung.

Kedua; Merumuskan grand design dan grand strategy yang itu menunjang dalam menciptakan program-program berkualitas dalam setiap kegiatan peningkatan ilmu mahasiswa, sehingga grand design dan grand strategy yang baik ini akan menjadi iktiar menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Ketiga;  Melakukan  konsolidasi  rutinan  antar  lembaga  kemahasiswaan  dalam mensukseskan gerakan aku cinta unila, sehingga dalam proses ini dapat membangun kerjasama yang saling menguntungkan, menambah dan memperkuat relasi untuk mendukung genda-agenda kerja gerakan, dan juga dapat memberikan advokasi terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap menunjang maupun menghambat proses.

Epilog
Dilihat dari keseluruhan pemaparan, urgensi gerakan aku cinta unila dalam mewujudkan mimpi sebagai top ten university dapat dilakukan dengan menjadikan kampus sebagai pusat pergerakan (centre of movement) yang itu bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas keilmuan civitas academika unila seutuhnya. Terlebih upaya tersebut, kedepan diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam menjalankan kegiatan mahasiswa yang berkualitas. Apabila hal ini tidak dijalankan sejak dini maka mewujudkan unila sebagai top ten university hanya sekedar mimipi.

Baca JugaPengertian Esai Sastra dan Contohnya Lengkap

Demikianlah seputar penjelasan mengenai pengertian esai, ciri, bagian beserta contoh esai. Semoga pada halaman penjelasan kali ini dapat bermanfaat, bagi siapapun yang ingin atau akan menulis serta mempersiapakan sebuah esai. Yang baik, Trimakasih,

Pengertian Esai, Ciri-Ciri, Bagian dan Contohnya Lengkap
5 (100%) 1 vote