Pengertian Ketahanan Pangan dan Aspeknya [Lengkap]

Diposting pada

Pengertian Ketahanan Pangan dan Aspeknya [Lengkap]

Pengertian Ketahanan Pangan dan Aspeknya

indonesiastudents.comKetahanan pangan sampai saat ini masih menjadi masalah bagi Indonesia, dinama Indonesia mengalami krisis pangan yang disebabkan oleh beberapa hal diantaranya sistem usaha tani yang masih terbelakang, biaya usaha tani, dan kurangnya motivasi dari para Petani. Selain masalah tersebut, masalah yang masih berhubungan dengan pangan adalah masalah kelaparan dan gizi buruk.

Oleh karena itulah ketahanan pangan sangat penting untuk diwujudkan. Adapun Badan pusat statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2015 terdapat beberapa sumber pangan di Indonesia seperti, produksi padi sebanyak 75,40 juta ton, jagung sebanyak 19,61 juta ton, biji kedelai sebanyak 963,18 ribu ton dan juga lahan pertanian sebesar 8.112.103 Ha pada tahun 2013. Hingga akhirnya jenis tanaman tersebut dapat dikatakan jika ketahanan pangan harus berfokus pada makanan pokok yang menjadi sumber pangan di Indonesia.

Baca: “Ketersediaan Pangan” Pengertian, Masalah, dan Solusi

Sebagai penjelasan lebih lanjut, dalam tulisan ini indonesiastudents.com akan menguraikan tentang pengertian ketahanan pangan dan aspek ketahanan pangan. Berikut penjelasan tersebut;

Pengertian Ketahanan Pangan


Ketahanan pangan adalah kondisi dimana setiap masayarakat, baik perorang ataupun kelompok mampu mempertahankan makanannya sepanjang waktu, baik secara fisik maupun secara ekonomi. Dalam rti ini tentusaja ketahanan pangan harus memiliki akses terhadap sutu kondisi yang aman dan juga bergizi yang sesuai dengan preferensinya.

Sedangkan pengertian ketahanan pangan menurut para ahli, adalah suatu keadaan dimana semua manusia pada setiap saat mempunyai segala bentuk atau akses fisik, ekonomi, dan sosial terhada kecukupan panggannya (Mercy Corps, 2007).

Dari pengertian ketahanan pangan tersebut dapatlah dikatakan jika terwujudnya ketahanan pangan merupakan hasil kerja dari suatu sistem yang terdiri dari berbagai sub sistem yang saling berinteraksi, yaitu sub sistem ketersediaan mencakup pengaturan kestabilan dan kesinambungan penyediaan pangan.

Ketersediaan pangan menyangkut masalah produk, stok, impor dan ekspor, yang harus dikelola sedemikian rupa, sehingga walaupun produksi pangan sebagaian bersifat musiman, terbatas dan tersebar antar wilayah, pangan yang tersedia bagi keluarga harus cukup volume dan jenisnya, serta stabil dari waktu kewaktu.

Sementara itu untuk sub sistem mengenai distribusi dalam pangan mencakup upaya memperlancar proses mengenai peredaran pangan, antar wilayah atau daerah dan antar waktu serta mengenai stabilitas harga pangan. Hal dapat ditunjukan sebagai upaya dalam meningkatkan daya akses masyarakat terhadap segala sumber pangan yang cukup.

Surplus pangan tingkat wilayah, belum menjamin kecukupan pangan bagi individu/masyarakatnya. Sedangkan subsistem konsumsi menyangkut pendidikan masyarakat agar mempunyai pengetahuan gizi dan kesehatan yang baik, sehingga dapat mengelola konsumsi individu secara optimal sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

Konsumsi pangan tanpa memperhatikan asupan zat gizi yang cukup dan berimbang tidak efektif bagi pembentukan manusia yang sehat, daya tahan tubuh yang baik, cerdas dan produktif (Thaha, dkk, 2000). Apabila ketiga jikalau sub sistem diatas tidak tercapai, maka ketahanan pangan tidak mungkin terbangun dan akibatnya menimbulkan kerawanan pangan (Suryana, 2003).

Adapun secara umum, ketahanan pangan mencakup 4 aspek hal ini sebagiaman yang dikatakan (Baliwaty , 2004), diantaranya adalah sebagai berikut;

Aspek Ketahanan Pangan


  • Kecukupan (sufficiency)

  • Akses (access)
  • Keterjaminan (security)
  • Waktu (time)

Dengan adanya aspek tersebut, maka ketahanan pangan dipandang menjadi suatu sistem, yang merupakan rangkaian dari tiga komponen utama yaitu ketersediaan dan stabilitas pangan (food availability dan stability), kemudahan memperoleh pangan (food accessibility) dan pemanfaatan pangan.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Ketahanan Pangan dan Aspeknya. Adapun segala sesuai menganai pangan diatur dalam UU No 18 tahun 2012. Trimakasih, semoga bermanfaat bagi setiap pembaca yang sedang mencari refrensi tentang “Ketahanan Pangan”. Jangan lupa baca juga artikel lainnya;

  1. Pengertian MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Menurut Para Ahli
  2. Pengertian DAS (Daerah Aliran Sungai), Macam dan Manfaatnya Lengkap
  3. Pengertian SIG (Sistem Informasi Geografi) Dan Manfaatnya Menurut Para Ahli
  4. “Taman Bacaan Masyarakat “ Pengertian, Program, dan Kegiatannya Lengkap