Pengertian Laporan, Bentuk, Jenis, dan Syaratnya Lengkap

Diposting pada

Laporan– Laporan merupakan hal yang sangat sering dilakukan oleh seseorang individu atau kelompok. Baik untuk tugas selokah, tugas perkuliahan, organisasi, lembaga pemerintah, dan lain sebaginya. Laporan dibuat karena menjadi kewajiban, oleh karena itulah sangat seringnya kita membuat laporan, pada ulasan kali ini indonesiastudents.com akan membahas mengenai pengertian laporan, bentuk laporan, dan syarat-syarat dalam membuat laporan.

Baca: Pengertian Surat Resmi Beserta Contohnya

Semoga dengan adanya pemahaman ini, nantinya para pembaca akan mudah mengetahui dan memahami segala sesuatu tentang “Laporan”

Pengertian Laporan


Pengertian laporan yang akan dituliskan ada dua bentuk, pertama pengertian laporan secara umum dan kedua adalah pengertian laporan secara khusus.

Pengertian laporan secara umum dapat diartikan sebagai uraian yang disampaikan atau dilaporkan dari satu pihak ke pihak lainnya. Adapun pengertian laporan secara khusus ialah suatu hal yang dilaporkan dalam kegiatan kedinasan, yakni hasil dari kegiatan yang diserahkan anak buah kepada pimpinannya yang mempunyai wewenang: menerima, mengoreksi, dan menilai.

Defenisi lain, yakni dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan. Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan seperti (a) kegiatan kerja perusahaan: laporan administrasi, laporan akhir tahun, laporan berkala, laporan keuangan, laporan tahunan, (b) pengamatan meteorologi: laporan cuaca dan laporan gawat, (c) catatan kejadian: laporan polisi untuk diberitakan, (d) kegiatan penelitian: laporan penelitian, laporan statistik, dan kegiatan serta pengamatan lainnya.

Pengertian laporan menurut para ahli, salah satunya F.X. Soejadi, ialah suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun tulisan dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responbility) yang ada di antara mereka. Soejadi mende¬ nisikan laporan dari sudut pandang kegiatan perusahaan atau kedinasan.

Setelah kita membahas tentang pengertian laporan, baik secara umum, khusus, menurut KBII, dan menurut para ahli. Ulasan selanjutnya, akan mencoba memberika pemahaman mengenai bentuk-bentuk laporan.

Bentuk-Bentuk Laporan


Laporan yang disampaikan terdiri dari beberapa bentuk, yaitu:

Bentuk Formulir
Laporan bentuk ini dibuat dalam jumlah yang besar. Pelapor hanya menulis keterangan kolom yang disediakan pada formulir. Misalnya: formulir perjalanan dinas, formulir rapat, formulir riwayat hidup, dan lain sebaginya.

Bentuk Artikel, Risalah, atau Naskah
Laporan yang dibuat seperti karangan singkat di surat kabar, dalam artikel  dicantumkan pula teori, pendapat, dan masalah.

Bentuk Surat
Laporan yang dibuat seperti format surat dan aturannya sama dengan penulisan dalam surat resmi.

Bentuk Buku
Laporan yang bentuknya serupa dengan buku. Jumlah halaman banyak, tebal, dan dijilid. Laporan ini dibuat dalam kegiatan-kegiatan berskala besar.

Adapun untuk jenis-jenis laporag seringkali kita buat, diantaranya;

Jenis-Jenis Laporan


Jenis laporan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yakni:


  1. Berdasarkan media: laporan lisan dan laporan tulisan.

  2. Berdasarkan waktu pelaksanaan:  laporan berkala dan laporan insidental.
  3. Laporan berkala adalah penyampaiannya periodik sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, misalnya, laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, laporan tahunan, dan sebagainya. Laporan insidental  adalah laporan yang dibuat di luar jadwal yg telah ditetapkan (mendadak).
  4. Berdasarkan cakupannya: laporan umum dan laporan khusus. Laporan umum berisi uraian menyeluruh dari semua unsur secara garis besar. Laporan khusus adalah laporan berisi secara rinci terhadap satu unsur permasalahan, bisa berdasarkan periode, wilayah, atau sasaran.
Syarat-syarat Sebuah Laporan

Sebuah laporan yang kita tuliskan dikatakan baik jika memenuhi syarat sebagai berikut:

Objektif
Laporan sesuai dengan keadaan sebenarnya, tidak direkayasa, ditambah, dan dikurangi, baik sebagian ataupun secara keselurhan.

Lengkap
Laporan lengkap baik isi maupun komponennya, rinci dan sistimatis meliputi semua bagian laporan.

Tepat Waktu
Laporan disusun dan disampaikan segera setelah selesai kegiatan.

Tepat Sasaran
Laporan diserahkan kepada pimpinan yang berhak menerima, mengoreksi, dan menilai.

Bahasa Baku
Laporan yang baik disusun dengan menggunakan bahasa baku.

Sistematis
Disusun berurutan sesuai ketentuan penulisan laporan secara umum dan sesuai dengan aturan khusus yang diberikan dari pemberi tugas (pimpinan).

Demikianlah ulasan lengkap tentang laporan, baik dari segi pengertian laporan, bentuk-bentuk laporan, jenis-jenis laporan, dan syarat-syarat laporan. Semoga dapat bermanfaat, bagi siapapun yang sedang atau akan membuat sebuah laporan. Trimakasih, baca juga artikel lainnya:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *