Pengertian Mengajar, Jenis Teknik, dan Contohnya

Posted on

Mengajar Adalah

Tugas utama pendidikan adalah untuk memberikan dan mengembangkan pengetahuan, membentuk watak, kepribadian dan peradaban yang bermartabat serta untuk membimbing perkembangan peserta didik agar dapat mengikuti dinamika yang berkembang sehingga dapat membentuk dirinya sebagai seorang manusia atau dikenal dengan istilah memanusiakan manusia.

Konsep tradisional  mengajar adalah tindakan memberikan instruksi kepada pelajar dalam suatu ruang kelas. Dalam pengajaran di ruang kelas tradisional guru memberikan informasi kepada siswa, atau salah satu siswa, atau salah satu siswa membaca dari buku teks, sementara siswa lain hanya diam menerima pembelajaran. Sementara itu guru memastikan semua peserta didiknya tertib agar materi pelajaran yang disampaikan dapat tersampaikan sebagaimna mestinya. Artikel akan mengulas tentang pengertian, jenis teknik, dan contoh mengajar.

Mengajar

Mengajar dapat diartikan suatu perbuatan yang membutuhkan tanggung jawab moral yang cukup berat. Karena berhasil atau tidaknya pendidikan pada siswa sangat bergantung pada pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugasnya. Zamroni (2000:74) mengemukakan bahwa guru adalah kreator dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Dalam IGI Global dijelaskan bahwa dalam arti pendidikan, pengajaran merupakan kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama, yang biasanya diorganisasikan dalam suatu disiplin dan, secara lebih umum adalah pemberian stimulus untuk pertumbuhan psikologi serta intelektual seseorang oleh orang lain atau artefak.

Pengertian Mengajar

Mengajar ialah aktivitas atau kegiatan kompleks yang dilakukan guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa, sehingga terjadi proses belajar. Aktivitas kompleks yang dimaksud antara lain adalah:

  1. Mengatur kegiatan belajar siswa
  2. Memanfaatkan lingkungan, baik ada di kelas maupun yang ada di luar kelas, dan
  3. Memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa.

Konsep modern mengajar adalah peserta didik dapat belajar dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan juga cara hidup yang diinginkan di masyarakat. Ini adalah proses di mana pelajar, guru, kurikulum dan variabel lainnya diatur dalam cara yang sistematis dan psikologis untuk mencapai beberapa tujuan yang telah ditentukan.

Pengertian Mengajar Menurut Para Ahli

Adapun definisi mengajar menurut para ahli, antara lain:

Nana Sudjana (1989:29)

Pada hakikatnya mengajar adalah suatu proses yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar-mengajar”.

Muhammad Ali (1992:12)

Mengajar ialah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

W.Gulo

Mengajar ialah usaha untuk memberikan ilmu pengetahuan dan usaha untuk melatih kemampuan berbagai cara. Bisa  dilakukan dengan cara guru langsung mengajar di kelas atau dapat juga  dengan menggunakan alat pembelajaran.

George Picket dan John J. Hanlon

Mengajar ialah suatu profesi dan juga keterampilan. Tidak semua orang cocok mendapatkan tantangan seperti itu sebab harus didasarkan pada pelatihan, temperamen, maupun pengalamannya.

Roymond H. Sinamora

Mengajar ialah bentuk prilaku yang kompleks. Prilaku kompleks dalam mengajar dapat ditafsirkan sebagai penggunaan secara integratif konponen yang ada di dalam tindakan mengajar untuk dapat menyampaikan pesan pengajaran.

Highet (1954)

Mengajar merupakan suatu seni bukan ilmu, mengajar adalah berupa “menjadi” tidak “dijadikan”, nilai yang telah di miliki oleh setiap pengajar atau guru di luar dari garapan ilmiah, emosi, dan itu sebabnya mengajar menurutnya adalah suatu seni.

Usman (1994:3)

Pada prinsipnya, mengajar ialah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan terjadinya proses belajar.

Jenis Teknik Mengajar

Pendidikan, seperti halnya industri lain, telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Teknik pedagogis tradisional yang didasarkan pada seorang guru yang menjelaskan suatu topik dan peserta didik membuat catatan, yang mungkin masih berguna pada kesempatan tertentu, tetapi pendidikan saat ini berorientasi mendorong peserta didik untuk membangkitkan rasa ingin tahu mereka dan keinginan untuk belajar.

Sejumlah teknik pengajaran yang berbeda-beda telah muncul karena adanya perubahan dalam pendidikan ini. Banyak dari teknik pengajaran ini sebenarnya bukan hal baru. Penggunaan teknologi di ruang kelas hanya memberikan kehidupan baru pendidikan yang memungkinkan kita untuk mendekati ide-ide lama dengan cara baru.

Dibawah ini adalah beberapa teknik pengajaran populer yang muncul dari integrasi teknologi dalam pendidikan, antara lain sebagai berikut:

Flipped classroom model (belajar sebelum sesi kelas dimulai)

Model flipped Classroom pada dasarnya melibatkan siswa untuk mempersiapkan pelajaran sebelum sesi kelas dimulai. Dengan demikian, kelas menjadi lingkungan yang dinamis di mana siswa menguraikan apa yang telah mereka pelajari.

Siswa menyiapkan topik di rumah sehingga kelas keesokan harinya dapat dikhususkan untuk menjawab pertanyaan apa pun yang mereka miliki tentang topik tersebut. Hal ini memungkinkan siswa untuk dapat dan mengeksplorasi rasa ingin tahunya.

Pemecahan masalah

Teknik ini didasarkan pada penyelesaian kasus-kasus kehidupan nyata melalui analisis kelompok, tukar pendapat, inovasi dan ide-ide kreatif. Meskipun “Desain Berpikir” adalah metode terstruktur, tapi dalam praktiknya bisa sangat berantakan karena beberapa kasus mungkin tidak memiliki solusi yang mungkin.

Namun, metode pemecahan masalah tersebut membantu mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke dunia nyata dan membangkitkan keingintahuan mereka, keterampilan analitis dan kreativitas.

Belajar mandiri

Keingintahuan adalah pendorong utama pembelajaran. Sebagai prinsip dasar pembelajaran, tidak masuk akal untuk memaksa peserta didik menghafal bacaan dalam skala besar, yang ada justru mereka akan enggan mengingat atau langsung lupa. Sehingga kuncinya adalah membiarkan peserta didik fokus mengeksplorasi area yang menarik minat mereka dan mempelajarinya sendiri.

Sebuah contoh sempurna dari teknik pengajaran yang didasarkan pada belajar mandiri diuraikan oleh Sugata Mitra pada konferensi TED. Dalam serangkaian percobaan di New Delhi, Afrika Selatan dan Italia, peneliti pendidikan Sugata Mitra memberikan tugas kepada peserta didik untuk akses secara mandiri ke web.

Hasil yang diperoleh dapat merevolusi cara kita berpikir tentang mengajar. Peserta didik yang bahkan tidak tahu apa itu internet, mampu melatih diri mereka dalam berbagai mata pelajaran dengan mudah dan tidak terduga.

Teknik umum untuk mengeksplorasi belajar mandiri adalah penggunaan mind map. Guru dapat membuat simpul pusat pada mind map dan memungkinkan peserta didik bebas untuk memperluas dan mengembangkan ide. Misalnya, jika fokusnya adalah Tubuh Manusia, beberapa siswa dapat membuat

Mind map pada organ, Tulang atau Penyakit yang memengaruhi tubuh manusia. Kemudian para siswa akan dievaluasi sesuai dengan mind map yang telah mereka buat dan dapat berkolaborasi satu sama lain untuk meningkatkan satu sama lain mind map dan sampai pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang Tubuh Manusia.

Gamifikasi (Bermain games)

Ini merupakan teknik mengajar dengan menggunakan permainan. Metode ini adalah salah satu metode pengajaran yang telah dieksplorasi terutama dalam pendidikan dasar dan prasekolah. Dengan menggunakan permainan, siswa belajar tanpa menyadarinya.

Oleh karena itu, belajar melalui permainan atau ‘gamifikasi‘ adalah teknik belajar yang bisa sangat efektif pada usia berapa pun. Ini juga merupakan teknik yang sangat berguna untuk membuat siswa tetap termotivasi.

Guru harus merancang proyek yang sesuai untuk peserta didik dengan mempertimbangkan usia dan pengetahuan mereka, sambil membuat mereka cukup menarik untuk memberikan motivasi tambahan. Salah satu contohnya adalah dengan meminta peserta didik untuk membuat kuis online tentang topik tertentu.

Kebutuhan peserta didik dapat menantang teman-temannya untuk menguji diri mereka sendiri dan melihat siapa yang mendapat skor lebih tinggi. Dengan cara ini, peserta didik dapat menikmati kompetisi dengan teman sebaya sambil bersenang-senang dan belajar.

Media Sosial

Varian dari bagian sebelumnya adalah memanfaatkan media sosial di kelas. Peserta didik saat ini selalu terhubung dengan jejaring sosial mereka dan karenanya akan membutuhkan sedikit motivasi untuk membuat mereka terlibat dengan media sosial di kelas. Banyaknya jejaring sosial memungkinkan dilakukan metode pengajaran yang beragam apabila seorang guru dapat memanfaatkan.

Sebagai contoh adalah metode pembelajaran yang dilakukan oleh Akademi Bahasa Brasil “Red Ballon”, yang meminta peserta didik untuk meninjau tweet artis favorit mereka dan memperbaiki kesalahan tata bahasa yang mereka lakukan dalam upaya meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka.

Alat Pembelajaran Online Gratis

Ada sederetan alat pembelajaran online gratis yang tersedia yang dapat digunakan guru untuk mendorong keterlibatan, partisipasi, dan kesenangan di dalam kelas. Guru dapat membuat lingkungan kelas yang interaktif dan dinamis menggunakan, misalnya, kuis online untuk menguji pengetahuan siswa. Seperti yang sekarang ini marak digunakan di Indonesia adalah kahoot.

Contoh Mengajar

Apabila para siswa sedang diajari menulis, maka para siswa tersebutlah yang seharusnya lebih banyak mendapatkan peluang untuk menulis, bukan guru. Tugas Anda sebagai seorang guru yang terpenting dalam hal ini yaitu memberi contoh dan dorongan persuasif kepada para siswa serta menata lingkungan belajar sebaik-baiknya, sehingga memungkinkan mereka belajar dengan mudah.

Mengajar juga dapat dilakukan dengan cara interaktif antara guru dan siswa, yaitu dengan menerapkan gaya mengajar interaktif, yaitu gaya mengajar yang dirancang berdasarkan prinsip sederhana: tanpa penerapan praktis sering siswa sering gagal memahami kedalaman materi pembelajaran. Pengajaran interaktif juga bermanfaat bagi Anda sebagai guru dalam beberapa cara, termasuk:

  1. Prestasi siswa yang terukur: Guru yang memanfaatkan gaya mengajar interaktif lebih siap untuk menilai seberapa baik siswa menguasai materi pelajaran yang diberikan.
  2. Fleksibilitas dalam pengajaran: Menerapkan metode pelatihan yang melibatkan komunikasi dua arah akan memungkinkan guru untuk melakukan penyesuaian yang cepat dalam proses dan pendekatan.
  3. Praktik menjadi sempurna: Instruksi interaktif meningkatkan proses pembelajaran.
  4. Motivasi siswa: Pengajaran dua arah menghilangkan kepasifan siswa, dan ketika lebih banyak peserta didik terlibat.
  5. Gaya pengajaran interaktif yang membuat perbedaan

Cara paling efektif dalam mengajar untuk melibatkan peserta didik dalam pembelajaran dapat dilakukan misalnya melalui:

Brainstorming

Brainstorming interaktif biasanya dilakukan dalam sesi kelompok. Proses ini berguna untuk menghasilkan pemikiran dan gagasan kreatif. Jenis-jenis tukar pendapat interaktif meliputi:

  1. Terstruktur dan tidak terstruktur
  2. Hubungan kelompok nominal
  3. Interaksi online seperti obrolan, forum, dan email
  4. Pemetaan ide kelompok
  5. Brainstorming individu

Sesi tanya jawab

Sebelum pembelajaran dimulai, mintalah peserta didik untuk membuat pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan dibahas. Setelah mengumpulkan daftar pertanyaan, gabungkan dan baca serta jawab pertanyaan yang dibuat oleh peserta didik.

Itulah tadi materi yang dapat kami berikan terkait dengan pengertian mengajar menurut para ahli, jenis teknik, dan contohnya di bidang pendidikan. Baik untuk gurus ataupun untuk siswa/mahasiswa. Semoga melalui artikel ini dapat memberikan wawasan kepada khalayak pembaca sekalian. Trimakasih,