Pengertian Pemberdayaan, Jenis, Tujuan, dan Contohnya

Posted on

Pemberdayaan Adalah

Salah satu definisi untuk istilah pemberdayaan adalah proses yang disengaja dan dilakukan dalam arti pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada komunitas lokal, yang melibatkan rasa saling menghormati, refleksi kritis, kepedulian, dan partisipasi kelompok, di mana orang-orang yang kekurangan sumber daya yang sama mendapatkan akses yang lebih besar ke dan kontrol atas sumber daya itu.

Pemberdayaan masyarakat hanya dapat terjadi jika masyarakat itu sendiri ikut pula berpartisipasi. Suatu usaha dapat berhasil dinilai sebagai “pemberdayaan masyarakat” jika kelompok komunitas atau masyarakat tersebut menjadi agen pembangunan atau sebagai subjek (motor penggerak), bukan sebagai objek atau penerima manfaat (beneficiaries) saja. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang pemberdayaan, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, tujuan dan contoh pemberdayaan.

Pemberdayaan

Istilah pemberdayaan mengacu pada langkah-langkah yang dirancang untuk meningkatkan tingkat otonomi dan penentuan nasib sendiri dalam masyarakat agar memungkinkan mereka untuk mewakili kepentingan mereka dengan cara yang bertanggung jawab dan ditentukan sendiri, bertindak berdasarkan otoritas mereka sendiri.

Ini adalah proses menjadi lebih kuat dan lebih percaya diri, terutama dalam mengendalikan kehidupan seseorang dan mengklaim hak-hak seseorang.

Pemberdayaan sebagai tindakan mengacu pada proses pemberdayaan diri dan dukungan profesional dari orang-orang, yang memungkinkan mereka untuk mengatasi rasa tidak berdaya dan kurangnya pengaruh, dan untuk mengenali dan menggunakan sumber daya mereka untuk melakukan pekerjaan dengan kekuatan yang dimiliki.

Dalam pekerjaan sosial, pemberdayaan membentuk pendekatan praktis dari intervensi berorientasi sumber daya. Dalam bidang pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan demokratis, pemberdayaan dipandang sebagai alat untuk meningkatkan tanggung jawab warga.

Pemberdayaan sebagai konsep kunci dalam wacana mempromosikan keterlibatan sipil. Pemberdayaan sebagai sebuah konsep, yang ditandai dengan bergerak dari yang berorientasi defisit menuju persepsi yang lebih kuat, dapat semakin ditemukan dalam konsep manajemen, serta di bidang pendidikan berkelanjutan dan swadaya.

Pengertian Pemberdayaan

Kata Pemberdayaan atau dalam Bahasa Inggris Empowerment, berasal dari kata “daya” yang mendapat awalan ber- yang menjadi kata “berdaya” yang artinya mempunyai daya. Daya artinya kekuatan, sedangkan berdaya artinya mempunyai kekuatan. Sehingga pemberdayaan dapat diartikan sebagai  membuat sesuatu menjadi berdaya atau mempunyai daya atau kekuatan.

Istilah Empowerment sendiri menurut Merrian Webster dalam Oxford English Dicteonary mengandung dua pengertian yaitu:

  1. To give ability or enable to, jika diterjemahkan artinya memberi kecakapan/kemampuan atau memungkinkan.
  2. Togive power of authority to, jika diterjemahkan artinya memberi kekuasaan.

Pengertian Pemberdayaan Menurut Para Ahli

Adapun definisi pemberdayaan menurut para ahli, antara lain:

Suhendra (2006:74-75)

Pemberdayaan dapat didefinisikan sebagai kegiatan yang berkesinambungan, dinamis, dan secara sinergis mendorong keterlibatan seluruh potensi yang ada secara evolutif dengan keterlibatan seluruh potensi.

Widjaja (2003:169)

Pemberdayaan masyarakat merupakn upaya untuk meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki masyarakat, sehingga masyarakat bisa mewujudkan jati diri, harkat dan martabatnya secara maksimal untuk bertahan dan mengembangkan diri secara mandiri baik di bidang ekonomi, sosial, agama dan budaya.

Kartasasmita (1995:95)

Kartasasmita mengemukakan tiga cara yang harus dilakukan sebagai upaya untuk memberdayakan rakyat, yaitu:

  1. Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang. Kondisi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa setiap individu dan masyarakat mempunyai potensi yang bisa dikembangkan. Hakikat dari kemandirian dan keberdayaan rakyat merupakan keyakinan dan potensi kemandirian masing-masing individu perlu untuk diberdayakan.
  2. Proses pemberdayaan masyarakat memiliki akar yang kuat pada proses kemandirian tiap individu, yang kemungkinan dapat meluas ke keluarga, serta kelompok masyarakat baik ditingkat lokal maupun nasional.
  3. Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat dengan menerapkan langkah-langkah nyata, menampung berbagai masukan, menyediakan prasarana dan sasaran yang baik fisik (irigasi, jalan, dan listrik) dan sosial (fasilitas sekolah pelayanan kesehatan) yang bias diakses oleh masyarakat lapisan paling bawah.
  4. Adanya akses pada berbagai peluang dapat membuat rakyat makin berdaya, seperti tersedianya lembaga-lembaga pendanaan, pelatihan, dan pemasaran. Dalam upaya pemberdayaan masyarakat tersebut, hal yang penting diantaranya yaitu peningkatan mutu dan perbaikan sarana pendidikan dan kesehatan, serta akses pada sumber-sumber kemajuan ekonomi seperti modal, teknologi, informasi, lapangan kerja, dan pasar.
  5. Memberdayakan masyarakat dalam artian melindungi dan membela kepentingan masyarakat yang lemah. Dalam proses pemberdayaan harus dapat dicegah jangan sampai terjadi yang lemah bertambah lemah atau mungkin terpinggirkan dalam menghadapi yang kua.

Oleh sebab itu, perlindungan dan pemihakan kepada yang lemah amat mendasar sifatnya dalam konsep pemberdayaan masyarakat. Melindungi dan membela harus dilihat sebagai upaya yang bertujuan untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang dan eksploitasi atas yang lemah.

Ife (1995)

Pemberdayaan memiliki tujuan untuk meningkatkan kekuasaan orang-orang yang lemah atau tidak beruntung.

Rappaport (1984)

Pemberdayaan dipandang sebagai suatu proses: mekanisme di mana orang, organisasi, dan masyarakat memperoleh penguasaan atas hidup mereka.

Robert Adams

Pemberdayaan secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kapasitas individu, kelompok dan/ atau masyarakat untuk mengendalikan keadaan mereka, menggunakan kekuatan dan mencapai tujuan mereka sendiri, dan proses dimana, secara individu dan kolektif, mereka dapat membantu diri mereka sendiri dan orang lain untuk memaksimalkan kualitas hidup mereka.

Jenis Pemberdayaan

Pranarka dan Vidhyandika (1886) mengemukakan bahwa karaketristik yang ada di dalam pengertian pemberdayaan masyarakat terdiri dari berbagai macam, diantaranya yaitu:

Sikap Radikal

Sikap radikal ialah jenis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan sebagai upaya untuk membentuk segala pembangunan dalam masyarakat melalui sistem kekuatan. Sistem ini dapat dipaksakan sebagai sitem paksaaan yang bersifat mengikat kepada seluruh masyarakat.

Sikap Kebersamaan

Sikap kebersaan ialah jenis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan mengedepankan kebersamaan dalam masyarakat. Kebersaan tersebut dilakukan dengan langkah akomodasi dari setiap kepentingan serta golongan dalam masyarakat.

Pedekatan dengan Sistem Gagasan

Sistem pemberdayaan yang mengedepankan pada gagasan dilakukan secara tidak langsung  dengan memberikan stimulasi daripada memberikan power kepada powerless. Keadaan tersebut dapat diakomodir masyarakat melaui interaksi sosial dalam masyarakat yang baik dan akhirnya menimbulkan integrasi kepentingan bersama.

Tujuan Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan pada masyarakat memiliki beberapa tujuan yang ingin di capai, antara lain yaitu sebagai berikut;

  1. Pemberdayaan dalam masyarakat dibentuk dalam potensi yang ada di dalam kehidupan masyarakat.
  2. Pembedayaan masyarakat dilakukan dengan tujuan memperkuat potensi
  3. Pemberdayaan dilakukan sebagai langkah meningkatkan arti modal sosial
  4. Tujuan pemberdayaan dalam masyarakat dilakukan dalam upaya membentengi masyarakat dari berbagai ketertindasan dalam aspek-aspek ekonomi.

Contoh Pemberdayaan Masyarakat

Berikut ini contoh-contoh pemberdayaan yang ada di masyarakat, antara lain:

PNPM Mandiri atau PNPM Pedesaan

Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan atau dikenal dengan istilah PNPM Mandiri atau PNPM Pedesaan merupakan pemberdayaan yang bertujuan untuk akselerasi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja khsusus di wilayah pedesaan.

PNPM Mandiri menggunakan mekanisme, sistem, dan prosedur seperti Program Pengembangan Kecamatan (PKK). Progam tersebut memberikan fasilitas pemberdayaan masyarakat atau kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, dan Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung.

Progam tersebut menggerakan seluruh anggota masyarakat untuk terlibat secara partisipatif dalam setiap tahapan kegiatan. Keterlibatan tersebut dimulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan manajeman dana, membuat rincian prioritas dana yang mendesak di desa, hingga melaksanaan kegiatan dan keberlanjutannya. Progam ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi laju urbanisasi.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Lembaga Swadaya Masyarakat merupakan upaya pemberdayaan yang berfokus pada pelayanan kepada publik atau masyarakat secara sukarela dan sifatnya nirlaba (tidak untuk mencari keuntungan).

Lembaga tersebut didirikan oleh perorangan atau sekelompok orang yang mempunyai visi dan misi yang sama. Organisasi ini merupakan organisasi non pemerintah, birokrasi, ataupun negara. LSM mempunyai empat kategori yaitu: organisasi donor, organisasi mitra pemerintah, organisasi profesional, dan organisasi oposisi.

Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK)

Pemberdayaan melalui cara ini merupakan upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan manusia melalui pembangunan bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam menanggulangi kemiskinan.

PLPBK memiliki penekanan khusus terhadap pembangunan lingkungan yang kondusif secara spiritual maupun material. Prinsip dasar pada PLPBK yaitu demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabel, dan desentralisasi.

Pada PBPBK, pembangunan fisik lingkungan menjadi media belajar untuk membangun tata kerja bermasyarakat untuk menyepakati peraturan-peraturan yang dibutuhkan dalam berbagi ruang hidup pada tata hidup masyarakat yang madani, saling menghargai, produktif dan mewujudkan pemukiman yang sehat, tertib, selaras, memiliki kearifan lokal, dan lestari.

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian pemberdayaan menurut para ahli, jenis, tujuan dan contohnya yang ada di masyarakat. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian, trimakasih.

Rate this post