6 Perbedaan Penelitian Eksploratif, Deskriptif, dan Eksplanatif Beserta Contohnya

Diposting pada

Perbedaan Penelitian Eksploratif, Deskriptif, dan Eksplanatif

Penelitian eksploratif, deskriptif, dan eksplanatif sejatinya menjadi bagian daripada arti penelitian kualitatif yang dipergunakan dengan tujuan menganalisis secara mendalam terkait dengan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Meskipun ketiganya menjadi bagian kualitatif namun sejatinya memiliki sejumlah perbedaan.

Prihal ini paling terlihat ialah adanya riset eksploratif yang dipergunakan untuk memberikan penjelasan secara terperinci topik penelitian tertentu, sedangkan untuk deskriptif lebih pada analisis data yang dipergunakan, sedangkan eksplanatif dilakukan dengan memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi.

Penelitian Eksploratif, Deskriptif, dan Eksplanatif

Agar mampu untuk memberikan sejumlah jawaban. Untuk definis ketiganya, yaitu;

  1. Pengertian Penelitian Eksploratif

Penelitian eksplorasi adalah proses menyelidiki masalah yang belum dipelajari atau diselidiki secara menyeluruh di masa lalu. Jenis penelitian eksplorasi biasanya dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang ada, tetapi biasanya tidak mengarah pada hasil yang konklusif.

  1. Pengertian Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai permasalahan sosial guna untuk eksplorasi mengklarifikasi mengenai permasalahan sosial yang terjadi.

  1. Pengertian Penelitian Eksplanatif

Penelitian eksplanasi adalah metode penelitian yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang sebelumnya tidak diteliti dengan baik, menuntut prioritas, menghasilkan definisi operasional dan menyediakan model penelitian yang lebih baik. Ini sebenarnya adalah jenis desain penelitian yang berfokus pada penjelasan aspek-aspek studi kita secara rinci.

Perbedaan Penelitian Eksploratif, Deskriptif, dan Eksplanatif

Sejumlah adanya perbedaan dalam penelitian eksploratif, deskriptif, dan eksplanatif. Antara lain;

No Perbedaan Penelitian Eksploratif Penelitian Deskriptif Penelitian Eksplanatif
1 Topik Penelitian Riset ini mengedepankan adanya topik hal yang baru Memaparkan adanya permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat secara kronologis melalui data dan faktamenjadi satu latar belakang penelitian. Dilakukan guna enjelaskan hal-hal di balik fenomena yang terjadi di masyarakat dengan, mengetahui alasan-alasan mengapa fenomena tesebut bisa terjadi.
2 Tingkat Kemudahan Mudah Sedang Sulit
3 Teori Dilakukan dasar permasalahan kemudian dilakukan pengujian Dijalankan dengan menghubungkan ataupun mengaitkan teori yang sudah ada Dilakukan dengan melakukan uji terhadap teori
4 Tujuan Dilakukan dengan tujuan mengeksplorasi, gagasan, fenomena atau gejala tertentu. Dijalankan dengan tujuan menggambarkan karakteristik maupun fungsi dari ide, gagasan, gejala, dan fenomena tertentu. Dilakukan dengan memberikan tujuan terhadap penjelasan tentang sebab dan akibat dari suatu gagasan, ide, fenomena atau gejala tertentu.
5 Proses Penelitian Proses prihal menjalankan penelitiannya tidak memiliki struktur tertentu atau terjadi secara acak. Proses dalam menjalankan penelitiannya mengikuti struktur tertentu. Proses dalam menjalankan penelitiannya dengan mengikuti struktur tertentu.
6 Metode Metode studi kasus atau penelitian bibliografi (menggunakan sumber rujukan) Mengumpulkan data dan survei terutama pada data kuantitatif. Metode dalam penelitian dilakukan dengan eksperimental atau percobaan.

Contoh Penelitian Eksploratif, Deskriptif, dan Eksplanatif

Sebagai penjelas untuk contoh dari adanya penelitian eksploratif, deskriptif, dan eksplanatif. Misalnya saja;

  1. Penelitian terkait dengan Pernikahan Usia Muda

Adanya riset yang berfokus pada arti pernikahan usia muda bisa dilakukan dengan memprgunakan metode ketiganya. Dimana untuk penelitian eksploratif lebih pada penggunaan landasan teori atau hipotesis penelitian yang menawarkan kajian atas kesesuaian. Oleh karena itulah untuk bisa merumuskan hipotesis, kita perlu memperoleh informasi terkait dan melalui desain eksplorasi mengenai mengapa pernikahan dini bisa terjadi.

Adapun untuk metode deskriptif lebih menekankan pada adanya kajian tentang permasalahan tersebut bisa terjadi. Umumnya lebih pada hasil wawancara kepada pelaku pernikahan usia muda, sehingga nantinya ditemukan kajian empirisme tanpa adanya pengjian terhadap teori.

Sedangkan dalam metode penelitian eksplanasi berfokus pada menganalisis situasi atau masalah tertentu untuk menjelaskan pola hubungan antar variabel yang terlibat terkait dengan topik pernikahan usia muda.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa adanya metode penelitian eksploratif, deskriptif, dan eksplanatif memiliki sejumlah perbedaan. Meskipun persamaannya ialah mempergunakan data kualitatif. Yang pastinya, dengan adanya tindakan untuk mengeksplanasi secara mendalam permasalahan yang dikaji, diperlukan evaluasi validitas hipotesis atau kerangka interpretasi, untuk menghasilkan kumpulan pengetahuan dan temuan substantif yang dapat dibagikan secara tepat.

Alasannya hal tersebut dilaukan ialah membantu menghasilkan pertanyaan untuk penyelidikan lebih lanjut, dan beragam tujuan lainnya. Dimana dengan mengetahui tujuan penelitian yang akan kita lakukan menjadi hal yang sangat penting karena dapat mengarahkan desain penelitian yang paling tepat untuk kita pilih.

Demikianlah artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan perbedaan penelitian eksploratif, deskriptif, dan eksplanatif, beserta dengan contoh kajiannya. Semoga saja bisa memberikan wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Rate this post