3 Program Pemerintah dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan

Posted on

3 Program Pemerintah dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan di Indonesia

3 Program Pemerintah dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan


indonesiastudents.com– Permasalah pendidikan yang ada di Indonesia, sangatlah banyak. Dari berbagai permasalahan tersebut setidaknya ada upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan telah dilakukan dengan kemunculan berbagai program-program yang diselenggarakan pemerintah.

Baca Juga: Pegertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Permasalah pendidikan yang ada di Indonesia, sangatlah banyak. Dari berbagai permasalahan tersebut setidaknya ada upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan telah dilakukan dengan kemunculan berbagai program-program yang diselenggarakan pemerintah.

Berikut dijelaskan beberapa program yang telah dilaksanakan pemerintah beserta dampaknya.

Program Pemerintah dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan di Indonesia


SM3T

Program SM3T adalah program pengabdian sarjana bidang pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di Daerah 3T selama satu tahun sebagai pematangan sekaligus pembentuk pendidik profesional.

Peserta SM3T, kemudian akan dilanjutkan selama satu tahun lagi dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Di akhir kegiatan para peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan sertifikat pendidik yang dapat digunakan sebagai syarat pendidik profesional yang sesuai dengan hak dan kewajibannya.

Program SM3T ini pada dasarnya dimaksudkan untuk membantu berbagai daerah yang merasa kekurangan guru, sekaligus selain itu juga mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri, dan juga dinggao memiliki sikap peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa untuk mencerdaskan anak bangsa.

MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah)

Kebijakan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah adalah salah satu kebijakan nasional dan daerah dalam penyempurnaan upaya perbaikan pendidikan. Perbaikan manajemen yaitu manajemen peningkatan mutu yang berbasis pada pemerintah pusat, menjadi Kebijakan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Pilihan MPMBS sebagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di berbagai negara karena keunggulan MPMBS sebagai manajemen modern dalam mengelola pendidikan.

Dimmock (1993) dan Caldwell (1994) menemukan bahwa hal tersebut memiliki lima keunggulan antara lain: memungkinkan guru dan orangtua siswa dapat mengambil keputusan tentang pendidikan dengan cara-cara yang lebih demokratis; lebih relevan; tidak birokratis; lebih akuntabel, dan; dapat memobilisasi sumber daya secara lebih besar.

Kurikulum Muatan Lokal

Kurikulum muatan lokal adalah suatu jenis kegiatan kurikuler untuk wajib diikuti oleh peserta didik disetiapa wilayah, kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan cirri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang sifatnya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan Oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Permasalahan Program Pemerintah dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan

Dari berbagai program yang telah dipaparkan, itu adalah bentuk upaya pemerintah Dalam mengatasi permasalahan pendidikan di Daerah 3T. Permasalahannya Adalah langkah tersebut belum mampu menjawab segala kekurangan yang dialami oleh peserta didik di Daerah 3T. Serta berbagai macam sebab menjadi faktor kurang efisiennya program tersebut di dalam mengatasi permasalahan ketimpangan di Daerah 3t. hal tersebut di nantaranya adalah:

Pertama, program SM3T sifatnya yang cenderung temporer dan seperti penugasan yang tidak kontinu menyebabkan pengembangan yang terjadi tidak terlaksana secara berkelanjutan. Program Ini hanya terkesan seperti magang sehingga keluaran nyata belum dirasakan.

Kedua, kebijakan MPMBS yang diambil dalam rangka modernisasi sistem pendidikan Indonesia Ini belum terdapat pada Daerah 3T. MPMBS berusaha untuk menjawab tantangan-tantangan yang terjadi pada Daerah 3T yang umumnya berpusat pada keterbatasan sumber daya dan fasilitas pembelajaran.

Ketiga, rendahnya kapasitas tenaga pengajar setempat menyebabkan program belum dapat berjalan dengan baik serta wawasan kearifan lokal dalam kurikulum muatan lokal yang berusaha ditekankan belum dapat dijadikan bahan ajar secara efektif dan makro. Hal ini disebabkan karena rendahnya penelitian mengenai budaya setempat.

Demikianlah pembahasan mengenai Program Pemerintah dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mencari referensi tentang “Dunia Pendidikan”. Trimakasih, jangan lupa baca juga tulisan lainnya;

  1. Bimbingan Konseling di SD (Sekolah Dasar) Lengkap
  2. Latar Belakang Bimbingan Konseling di Sekolah Lengkap
  3. Manfaat Mempelajari Bimbingan Konseling Lengkap
  4. Strategi Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Lengkap

 

3 Program Pemerintah dalam Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Rate this post