6 Rukun Wudhu Beserta Penjelasannya Lengkap

Diposting pada

Rukun Wudhu– Wudhu pada dasarnya menjadi syarat sah nya seseorang mengerjakan sholat. Meskipun begitu untuk hukum berwudhu itu sendiri adalah sunnah. Oleh karena itulah, wajar jikalau setiap orang Islam yang ingin melaksanakan sholat diharuskan untuk berwudhu, demi mensucikan diri dari hadas kecil, seperti buang air kecil, buang air besar, dan lain sebagainya.

Baca: Pengertian Radikal Islam Beserta Cirinya

Adapun pada ulasan kali ini, indonesiastudents.com akan mengulas lebih dalam mengenai wudhu, khususnya mengulas tentang rukun wudhu. Untuk rukun wudhu sendiri dalam Kitab Sulamut Taufiq ada 6, berikut penjelasan rukun wudhu tersebut.

Rukun Wudhu


6 Rukun wudhu yaitu;

Niat
Niat menjadi rukun wudhu, yang dimaksud niat adalah bersuci untuk mengerjakan salat dengan hati atau niat lainnya,  ketika mencucui muka (misalnya niat berwudhu fardu karena Allah, niat menghilangkan hadas kecil dan lain sebaginya).

Adapun bacaan niat dalam berwudhu adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى

Membasuh Muka
Membasuh muka atau mencuci muka seluruhnya, artinya yaitu dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai dagu dan telinga ke telinga lainnya, rambut serta kulitnya; janggut laki-laki dan jambang apabila tebal tidak wajib untuk dicuci. Adapun ukuran tebal yang dimaksudkan ialah apabila kulit bagian dalamnya tidak terlihat karena terhalang rambut janggut tersebut.

Membasuh Kedua Tangan Serta Sikunya
Membasuh kedua tangan serta sikunya atau mencucui tangan serta sikunya menjadi salah satu rukun wudhu. Maksud membasuh kedua tangan serta sikunya disini, ialah segala sesuatu yang berada padanya, seperti rambut dan kukunya meskipun panjang.

Membasuh Kepala atau Sebagiannya
Membasuh kepala atau menyapu kepala walaupun hanya selembar rambut yang berada di atas kepala. Tidak hanya cukup hanya membasuh kepala rambut yang melambai di atas kedua kepala.

Mencuci Kedua Kaki
Mencucui kedua kaki atau memabasuh kedua kaki, baik kaki kanan atau kiri menjadi salah satu rukun wudhu, maksud memasuh disini ialah berseta mata kakinya atau menyapu khuf, apabila persyaratannya menggunakan khuf tersebut lengkap. Akan tetapi jikalau kakinya putus di atas mata kakainya, maka seseorang tersebut tidak wajib untuk mencucuinya.

Tertib
Rukun wudhu yang terakhir adalah tertib, tertib maksudnya urutan yang dilakukan dalam berwudhu harus sesuai dengan rukun yang telah disebutkan (dari 1 hingga 5). Hal ini pada dasarnya sesuai dengan ayar Al-Qur’an dan perbuatan Nabi Muhammad S.A.W.

Demikianlah ulasan mengenai 6 rukun wudhu beserta penjelasannya lengkap. Semoga ulasan ini dapat memberikan pemahaman bagi siapapun yang sedang mencari referensi mengenai rukun-rukun wudhu, trimakasih, jangan lupa baca artikel yang lain;