Klasifikasi Singkong (Manihot Utilissima) dan Kandungannya

Diposting pada

Klasifikasi Singkong

Tamaman singkong atau disebut dalam bahasa latin adalah Manihot Utillisima C ini, sejatinya lebih dikenal dengan nama lain dari pembahasan ubi  kayu yang merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae.

Disisi lainnya, tanaman singkong cukup mudah di budidayakan, karena hanya dengan menancapkan potongan dari batang singkong maka batang tersebut akan tumbuh. Singkong tidak memerlukan persyaratan tumbuh khusus dan tetap dapat tumbuh pada kondisi lingkungan marjinal, sehinnga  peningkatan hasil produksi tanaman singkong masih terbuka baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi.

Tanaman Singkong

Singkong adalah bagian umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2 sampa dengan 3 cm dan panjang 50 hingga 80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Umbi singkong ini sendiri dikenal sebagai makanan pokok selain beras, jagung, dan sagu, terutama di desa.

Singkong merupakan tanaman masa depan karena mampu memenuhi kebutuhan pangan, energi dan kebutuhan lainnya. Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, menjadikan peran singkong semakin penting.

Klasifikasi Tanaman Singkong

Klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman singkong. Antara lain;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Sub Devisi Angiospermae
Ordo Euphorbiates
Familia Euphorbiaceace
Kelas Dicotyledoneae
Spesies Manihot esculenta, C
Genius Manihot Utilissima

Kandungan Singkong

Singkong kaya akan kandungan kimia dan zat gizi seperti karbohidrat,  protein, lemak, serat makanan, vitamin B1, vitamin C, mineral ( Fe, F, Ca ) dan zat non gizi, air. Umbi singkong juga mengandung senyawa non gizi tannin, (Soenarso, 2004).

Adapun untuk dapat memaksimalkan produksi optimal ubi kayu ini sendiri tentusaja memerlukan curah hujan 150 sampai dengan 200 mm pada umur atau usia 1 sampai dengan 3 bulan, 250 sampai dengan 300 mm pada umur 4 sampai 7 bulan, dan 100 hingga 150 mm pada fase menjelang dan saat panen, hal ini sebagiman yang ditulis oleh Wargiono (2006).

Ciri Tanaman Singkong

Adapun ciri tanaman singkong yang diserang Hama Ulat Tanah. Antara lain;

Uret atau ulat tanah merupakan hama yang menyerang tanaman singkong dan menyerang pohon pisang ketika uret telah mrngalami  metamorphosis menjadi kumbang. Ulat tanah berkembang didalam tanah pada kedalaman 3-10 cm, ulat tanah yang menyerang tanaman pertanian menyebabkan kerugian yang cukup banyak.

Tanaman singkong yang diserang embug atau ulat tanah menyebabkan penyakibusuk akar. Penyakit busuk akar disebabkan oleh berbagai cendawan parasit dan nematode. Gejala serangan ditandai dengan perubahan warna dan bentuk daun yang mengecil dan berwarna kuning pucat, ujung daun mengerut, dan kering.

Tanaman menjadi layu dan sering kali mati mendadak. Pengendalian dapat dilakukan dengan memperhatikan cara bercocok tanam, pemupukan ang seimbang, pengaturan tata air, pembersihan area pertanian dari tumpukan sampah serta penggunaan pestisida, ( Tjahjadi, 1989 : 122 ).

Dari penjelasan mengenai di atas perlu setidaknya diberikan pemahaman bahwasanya untuk kondisi pertanian singkong di Indonesia saat ini menurun, bahkan Indonesia yang nota band nya negara agraris sekarang menjadi Negara importer tepung tapioka terbesar didunia, padahal Pemerintah Indonesia telah menargetkan pertanian singkong dapat meningkat menjadi 30 juta ton pada 2025 (Peraturan Pemerintah No.5/2006 ).

Kualitas dan kuantitas tanaman singkong dipengaruhi banyak hal, mulai dari luas lahan, jenis tanah, pemupukan, hama dan penyakit. Singkong dapat di serang oleh hama nematoda dan menimbulkan penyakit yang menyebabkan tanaman menjadi rusak.

Rate this post