5+ Teori Pembentukan Bumi Menurut Para Ahli Terlengkap

Posted on

Teori Pembentukan Bumi Menurut Para Ahli

IndonesiaStudents.Com– Bumi adalah salah satu planet dalam sistem Tata Surya. Bumi ini sejatinya berada di galaksi Bimasakti. Adapun nama lain dari planet bumi adalah planet biru, penyematan ini dikarenakan jika dilihat dan luar angkasa Bumi terlihat berwarna biru, lantaran dalam komposisi bumi lebih dominan lautnya daripada daratannya.  Oleh karena itulah pada penjelasan kali ini akan memberikan keterangan mengenai proses teori pembentukan bumi yang kita tinggali pada saat ini.

Bumi

Bumi yang sekarang ditempati oleh seluruh makhluk hidup ini sejatinya telah mengalami perkembangan dan perubahan-perubahan sosial dan perubahan alam. Bumi juga terdapat serangkaian sumber daya alam, baik sumber daya alam yang dapat diperharui dan sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharuai, contoh sumber daya alam ini adalah Minyak Bumi yang dapat dipergunakan dalam setiap mobiltas kegiatan manusia setiap harinya.

Artikel terkait;

  1. Pengertian Minyak Bumi Menurut Para Ahli
  2. Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli
  3. 15 Konsep Geografi, Jenis, dan Contohnya

Agar memperjelas tentang keadaan ini, maka penting bagi siapapun untuk memberikan penjelasan terhadap beberapa teori pembentukan bumi, teori dapat menjadi gambaran mengenai perubahan dan perkembangan Bumi pada awal pembentukan.

Teori Pembentukan Bumi

Beberapa kajian terhadap teori pembentukan muka bumi yang kita tempati ini antara lain adalah sebagal berikut.

Teori Kontraksi (Contraction Theory)

Teori Kontraksi ini pada dasarnya dikemukakan oleh Rene Descrates yang hidup pada tahun 1596 sampai dengan tahun 1650. Teori proses pembentukan bumi ini secara singkat memberikan kajian serta menjelaskan bahwa bumi mengalami penyusutan dan pengerutan karena proses pendinganannya.

Oleh karena itu, bentuk permukaan Bumi atau relief Bumi pada saat ini kita kenal sangatlah beraneka ragam, ada yang berbentuk pegunungan, perbukitan, lembah, dan daratan. Teoriini kemudian dikembangkan oleh James Danu dan Elie de Baumant yang menyetakan secara sederhannya terbentuknya pegunungan dan lembah-lembah disebabkan pengerutan permukaan Bumi (relief bumi).

Pengerutan permukaan Bumi disebabkan oleh proses pendinginan pada bagaian dalam Bumi. Akan tetapi, teori ini kemudian dianggap bententangan dengan kondisi Bumi saat mi. Oleh karena itu, teori ini tidak banyak digunakan.

Alasan teori pembentukan bumi ini dianggap lemah lantaran dalam pada Inti Bumi sendiri terdapat massa pijar dan lapisan Bumi masih mengalami pergerakan-pergeran terus menerus, bahkan pergerakan tersebut terjadi hingga saat mi.

Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

Teori pembentukan bumi yang kedua ini sendiri, dinamakan dan juga dikenal dengan teori Dua Benua. Hal ini lantaran karena awal pembentukan Bumi terdiri atas dua benua yang berukuran sangat besar (superconfinent) .

Tokoh yang menggembangkan teori Dua Benua ini adalah Edward Zuess pada tahun 1884. Dua benua yang dimaksud yaitu Benua Laurasia di Kutub Utara dan Gondwana Land yang berada di di Kutub Selatan. Proses pembentukan dalam teori ini pada mualnya diawali dengan pengerakan kedua benua menuju ekuator.

Rotasi Bumi mempengaruhi sebagian benua terpisah di daerah ekuator dan belahan Bumi barat. Benua Laurasia membentuk Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Greenland. Benua Gondwana terpecah membentuk Amenika Selatan, India, Australia, Afnika, dan Antartika.

Teori Apungan, Benua (Continental Drift Theory)

Teori yang ketikda dalam pembentukan bumi ini mengenalkan kita pada benua tunggal yang dinamakan Pangaea. Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wegener pada tahun 1912. Pada teori ini menjelaskan bahwa pangaea terpecah-pecah yang disebabkan karena pergerakan dasar laut.

Selain hal tersebut dalam teori ini juga mengemukakan tentang pengaruh rotasi Bumi terhadap pergerakan pecahan benua. Arah rotasi Bumi dan barat ke timur memengaruhi arah pergerakan pecahan Pangaea. Pecahan-pecahan tersebut bengerak ke arah barat menuju ekuator.

Bukti yang mendukung keberadaan dalam teori pembentukan bumi ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Adanya persamaan yang ditemukan daam garis kontun pantai timur di Benua Amerika Utara dan adanya garis kontuun yang ditemukan di Benua Amerika Selatan. Selain itu ada juga persamaan yang terdaat di dalam Benua Afrika dan Benua Eropa.
  2. Pulau Greenland yang secara berangsur-angsur keberadannnya bengerak menjauhi Benua Eropa.
  3. Adanya bukti dalam Kepulauan Madagaskar bengerak terus menjauhi Wilayah di Afrika Selatan.
  4. Tendapat aktivitas seismik pada bumi, yang berada di Patahan San Andreas.
  5. Adanya bukti Samudra Atlantik yang semakin hari keondirinya semakin luas. Hal ini di dasari pada pengerakan Benua Amerika ke terus melaju ke arah barat.
  6. Batas Samudra Hiridia semalcin mendesak ke utara.

Teori Konveksi

Teoni Konveksi memberikan penjelasan mengenai arus panas dan dalam Bumi yang selalu bergerak. Arus panas ini memengaruhi pergerakan kulit Bumi. Teori pembentukan bumi ini sendiri langsung dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess. Kemudian, dalam teori ini dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz.

Secara singkat dalam pembentukan bumi  menggunakan kajian teori ini menjelaskan bahwa di dalam lapisan astmosfer terjadi arus konveksi menuju permukaan Bumi. Arus konveksi ini membawa materi berupa lava sampai ke permukaan Bumi (di punggung samudra).

Lava yang terbawa akan membeku membentuk lapisan kulit Bumi yang baru sehingga akan menggeser lapisan kulIt Bumi yang lama.

Teori Lempeng Tektonik

Teori Lempeng Tektonik dikemukakan secara langsung oleh Tozo Wilson, yang hidup dan menjelasan teori ini pada tahun 1968. Kajiannya, dalam teori ini merujuk pada evolusi bentuk permukaan Bumi. Lempeng-lempeng tektonik pembentuk  kulit Bumi selalu bergerak.

Pergerakan lempeng ini sangat dipengaruhi oleh arus konveksi pada lapisan astemosfer. Astenosfer merupakan suatu lapisan cair dan panas. Lempeng tektonik merupakan bagian permukaan kulit Bumi yang senantiasa dapat bergerak, Kerak Bumi disebut lempeng karena ukurannya yang luas dan tipis dengan sifat kaku.

Demikianlah penjelasan serta pembahasan mengenai teori pembentukan bumi menurut para ahli. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga memberikan referensi terhadap para pembaca yang pada saat ini sedang membutuhkan materi teori pembentukan bumi. Trimakasih,

5+ Teori Pembentukan Bumi Menurut Para Ahli Terlengkap
5 (100%) 1 vote[s]