Tujuan dan Fungsi Kritik Sastra

Diposting pada

Tujuan dan Fungsi Kritik Sastra Adalah

Kritik sastra menjadi bahasan penting dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini lantaran jka dalam suatu karya sastra seperti makna puisi dan arti essay sastra terdapat kekurangan maka dengan tujuan menggunkan kritik sastra kekurangan tersebut dapat diketahui sehingga penyair atau penulis dapat memberikan perbaikan. Namun bila sebuah karya sastra terdapat kelebihan tidak akan sungkan pula untuk diberikan apresiasi.

Sehingga kritik sastra akan memberikan penilain bermutu tidaknya suatu karya sastra. Orang yang melakukakn kritik sastra biasanya disebut sebagai kritikus sastra. Seorang kritikus sastra dapat menilai, menganalisis serta mengklasifikasikan pemikirans serta paham-paham yang ada dalam suatu karya sastra.

Namun tidak dalam melakukan kritik sastra seorang kritikus sastra harus melakukannya secara ilmiah dalam maksud harus memberikan bukti-bukti rasional dalam memberikan sebuah penilaian karya sastra.

Kritik Sastra

Kritik sastra adalah salah satu cabang ilmu sastra yang memberikan penghakiman terhadap suatu karya sastra seseorang. Dalam artian kritik sastra menunjukan sebuah kekurangan karya sastra sekaligus mengapresiasi karya sastra.

Fungsi Kritik Sastra

Fokus utama dalam bidang kritik sastra adalah sebuah penilaian yang menunjukan kelebihan serta kekurangan suatu karya sastra. Namun terdapat fungsi-fungsi yang terkandung dalam kritik sastra, misalnya :

  1. Karena kritik sastra merupakan salah satu bagian dari cabang ilmu sastra. Maka kritik sastra dapat berfungsi sebagai pengembang ilmu sastra yang lainnya. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah pengembang bagi teori serta sejarah sastra.
  2. Kritik sastra dapat mengembangkan sebuah karya sastra. Karya sastra seperi yang sudah dimaksud di atas yaitu berupa prosa, puisi maupun drama. Dengan memberikan penilaian terhadap karya sastra dapat menjadi pengembang bagi karya sastra tersebut.
  3. Kritik sastra dapat juga digunakan untuk memberikan masukan bagi masyarakat secara umum. Hasil analisis suatu karya sastra dapat digunakan masyarakat untuk memberikan penilaian serta mengambil intisari dari suatu karya sastra.

Kritik sastra apabila dilihat dari hakikat suatu karya sastra maka dapat dibagi menjadi tiga aspek, yaitu aspek pertama adalah karya sastra merupakan sebuah fenomena sejarah. Dapat diartikan sebagai sebuah karya seorang penyair atau juga dapat disebut seniman dari waktu lampau.

Aspek kedua adalah karya sastra merupakan perwujudan dari karya sastra yang lain. Yaitu merupakan bagian dari kebudayaan yang hampir sama atau bahkan sama dengan karya sastra tersebut.

Aspek ketiga melihat karya sastra berbeda-beda antara satu dan lainnya. Karena berdasarkan nilai-nilai serta kebutuhan yang terkandung di dalamnya tentu karya sastra memilki tingkatan yang berbeda antara satu dan lainnya.

Tujuan Kritik Sastra

Selain fungsi dari kritik sastra terdapat pula tujuan dari kritik sastra. Dalam suatu teori ataupun cabang keilmuan pasitlah memiliki misi khusus yang harus diemban. Kritik sastra juga demikian terdapat tujuan-tujuan yang melatar belakangi adanya kritik sastra.

  1. Kritik sastra sebagai sarana dalam memperbaiki suatu karya sastra. Tidak ada karya sastra yang sempurana apstilah dalam suatu karya memilikikelebihan dan juga kekurangan. Kritik sastra dapat digunakan sebagai saranan memperbaiki kekurangan dari suatu karya sastra. Seorang kritikus sastra harus menilai sebuah karya secara objektif dengan menggunakan bukti-bukti ilmiah yang ada. Sehingga hasil dari kritik sastra sudah melewati proses keilmuan dengan pengikhtiaran yang pajang dengan hasil yang dapat dipertanggung jawabkan.
  2. Seperti yang sudah disampaikan di atas kritik sastra dapat memberikan penilain yang objektif dari sebuah karya sastra. Karena penilaian sebuah karya sastra pastilah sudah melewati proses serta prosedur tertntu.
  3. Kritik sastra memiliki tujuan akdemis. Dalam suatu perjalanan pendidikan khususnya di perguruan tinggi yang membidangi sastra pastilah mempelajari kritik sastra sebagai sarana untuk memperoleh suatu gelar keakademisan. Mahasiswa dalam hal ini khususnya akan mempelajari berbagai teori mengenai kritik sastra dan juga akan mempraktikkanya. Sehingga akan memberikan sumbangan keimuan pada dunia sastra.
  4. Kritik sastra juga dapat memiliki tujuan komersil. Seorang kritikus sastra tidak dipungkiri juga menginginkan pendapatan pada bidang kritik sastra. Karena sudah merelakan wajtu, pikiran serta tenaga tentu sah-sah saja apabila menginginkan pendapatan dengan melakukan kritik sastra serta menulisakannya pada kolomsurat kabar mislanya.

Itulah tadi penjelasan dan bahasan lengkap yang bisa kami uraikan kepada segenap pembaca terkait dengan tujuan dan fungsi dalam kritik sastra. Semoga memberikan wawasan dan meningkatkan pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,